Volume Harian Whoosh Naik Drastis di Momen Lebaran, KCIC: Bisa Tembus 25 Persen dari Hari Normal
- Antara
Jakarta, tvOnenews.com - PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) memproyeksikan adanya lonjakan signifikan pada jumlah penumpang harian kereta cepat Whoosh selama masa angkutan Lebaran 2026.
Kenaikan volume penumpang diperkirakan mencapai 25 persen dibandingkan dengan hari-hari biasa.
Eva Chairunisa, General Manager Corporate Secretary PT KCIC, menjelaskan bahwa pada hari normal, Whoosh biasanya melayani sekitar 16 hingga 18 ribu penumpang, sementara pada akhir pekan angkanya bisa menyentuh 20 ribu orang.
Namun, angka tersebut diprediksi akan terlampaui saat momen mudik berlangsung.
"Kalau prediksi peningkatan secara harian volume per hari kami prediksi itu bisa meningkat sampai dengan 25 persen dibandingkan hari normal. Jadi, kalau hari normal itu kan sekitar 16-18 ribu (penumpang)," ungkap Eva saat memberikan keterangan di Stasiun KCIC Halim, Jakarta Timur, Rabu (18/3).
Bahkan, menurut Eva, persentase kenaikan tersebut masih berpotensi merangkak naik hingga menyentuh angka 30 persen di titik puncak perayaan Lebaran.
"Sehingga kita lihat kalau persentasenya kemungkinan akan ada kenaikan antara 25 sampai dengan 30 persen," tambahnya.
Jika melihat perbandingan tahunan, minat masyarakat terhadap Whoosh menunjukkan tren yang positif.
Pada periode Lebaran 2025, tercatat ada sekitar 290 ribu penumpang. Untuk tahun 2026 ini, angka tersebut diperkirakan meningkat menjadi sekitar 301 ribu orang.
"Peningkatan jumlah penumpang tersebut menunjukkan semakin tingginya minat masyarakat untuk menggunakan Whoosh sebagai pilihan transportasi selama periode libur Lebaran," jelas Eva di Bandung, Jawa Barat, Minggu (15/3).
Mengenai jadwal pergerakan massa, KCIC memprediksi arus keberangkatan mulai merangkak naik sejak pertengahan Maret.
"Peningkatan volume penumpang diperkirakan mulai terlihat sejak 17 Maret 2026 dan terus meningkat hingga mendekati Lebaran, dengan puncak arus mudik diprediksi terjadi pada H-1 Lebaran atau 20 Maret 2026," ujarnya. (ant/dpi)
Load more