News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Menguak Tabir Tewasnya Anggota Polda Jabar di Barak, Diduga Dianiaya Senior, DPR Lontarkan Komentar Menohok

Sebagian publik dihebohkan kabar terkait tewasnya anggota Polda Jabar yang diduga dianiaya senior di Barak. Kabar itu mencuat di media sosial hingga media massa
Rabu, 5 November 2025 - 06:00 WIB
Menguak Tabir Tewasnya Anggota Polda Jabar di Barak, Diduga Dianiaya Senior, DPR Lontarkan Komentar Menohok
Sumber :
  • istimewa - antaranews

Jakarta, tvOnenews.com - Sebagian publik dihebohkan kabar terkait tewasnya anggota Polda Jabar yang diduga dianiaya senior di Barak. Kabar itu mencuat di media sosial hingga media massa.

Dilansir dari media massa inilah.com, menjelaskan bahwa peristiwa terjadi usai pertukaran barak antara Kompi 1 dan Kompi 4 Ditsamapta Polda Jawa Barat (Polda Jabar, Jumat (31/10/2025) malam.Ā 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kemudian, dijelaskan kronologinya, sekitar pukul 18.30 WIB, sebanyak 38 anggota Kompi 1 tiba di barak Ditsamapta Polda Jabar.

Usai apel pengecekan dan kegiatan rutin malam hari, sekitar pukul 23.00 WIB sejumlah personel polisi senior memanggil para juniornya untuk berkumpul.Ā 

38 anggota Kompi 1 terdiri dari angkatan 50 sebanyak 3 orang, angkatan 51 sebanyak 14 orang, dan angkatan 52 sebanyak 21 orang.Ā 

Akan tetapi, tidak semua personel kumpul dalam barisan, sehingga membuat marah para senior dan memberikan tindakan fisik kepada para junior.Ā 

Ironisnya, tindakan fisik itu dilakukan berupa sikap tobat (posisi sujud), mersing (bertumpu pada dua lutut dan kedua tangan di belakang pinggang seperti istirahat), dan pemukulan ke paha menggunakan baton stick (pemukul) serta ditampar menggunakan sandal.Ā 

Lalu, dinarasikan, bahwa aksi itu dilakukan karena dianggap tidak menghormati anggota lain yang hadir.

Dua anggota Ditsamapta yang mengalami kekerasan fisik yakni Bripda Yudo dan Bripda Ariq Irfansyah. Alasannya, Bripda Yudo diperintah membeli air namun tidak ada.

Sedangkan Bripda Ariq tidak mengunci mobil boks Dalmas, sehingga dilakukan tindakan fisik berupa sikap mersing, ditendang menggunakan lutut ke bagian dada dan ditampar berkali-kali.

Bripda Yudo sempat tidak sadarkan diri setelah menerima pukulan ke dada, namun berhasil diselamatkan oleh rekan-rekannya.

Kemudian, Bripda Ariq Irfansyah disebut dipukul tangan kosong ke bagian dada oleh dua seniornya, yakni Bripda Yuda Aprilia dan Bripda Hadiansyah Permana.Ā 

Tak lama kemudian, Ariq terjatuh dan mengalami kejang-kejang. Lalu, rekan-rekannya sempat memberikan pertolongan pertama, namun korban tidak sadarkan diri.Ā 

Sekitar pukul 23.30 WIB, korban dilarikan ke RS Bhayangkara Sartika Asih menggunakan kendaraan dinas Ditsamapta.

Selanjutnya, dilansir kembali, berdasarkan keterangan dokter jaga dr. Annisa Kusumah Dewi, Bripda Ariq dinyatakan meninggal dunia pukul 23.49 WIB dalam perjalanan menuju rumah sakit akibat henti napas.

Lantas, apakah benar kejadian tersebut terjadi? pihak tvOnenews.com mencoba menguak tabir insiden itu.

Pihak tvOnenews.com mencoba konfirmasi kepada Polda Jabar melalui pesan singkat ke Kabid Humas Polda Jawa Barat, Kombes Hendra Rochmawan.

Akan tetapi, sampai berita ini diterbitkan, pihak Polda Jabar belum memberikan keterangan.

Kemudian, dilansir dari Inilah.com, Kabid Humas Polda Jawa Barat, Kombes Hendra Rochmawan mengaku belum bisa memberikan keterangan, karena sedang berada di luar kota.

"Saya masih di luar kota. Saya tanya Dir (Dirsamapta) nya belum ada info. Belum ada, punten pisan," jelasnya.

Anggota Komisi III DPR Angkat Bicara

Dalam dugaan kasus tersebut, Anggota Komisi III DPR Muhammad Nasir Djamil mendesak pelaku dugaan penganiayaan anggota muda Ditsamapta Polda Jawa Barat, Bripda Ariq Irfansyah, diproses hukum hingga tuntas.Ā 

Bahkan kata dia, pihaknya sangat menyesalkan adanya kejadian tersebut. Ia menegaskan aksi kekerasan yang dilakukan anggota senior Polda Jabar ke juniornya merupakan tindakan penyimpangan. Ia pun mendesak para pelaku segera diproses hukum.

"Komisi III DPR RI sangat menyayangkan terjadinya aksi 'premanisme' itu. Ini tradisi menyimpang dan pelakunya harus diproses secara hukum," ujar Nasir, kepada awak media, seperti yang dikutip pada Selasa (4/11/2025).

Lanjutnya menuturkan, kejadian tersebut menunjukkan kultur militerisme masih ada dan belum mampu dihilangkan. Ia bahkan menyesalkan penganiayaan terjadi ketika Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo tengah berupaya mengembalikan nama baik institusi Polri.

ā€œSangat disayangkan adanya kejadian ini di tengah upaya Kapolri Jenderal Sigit sedang melakukan transformasi reformasi kepolisian," katanya.

Selain itu, ia meminta Ā kepada pimpinan Polri di wilayah Jabar agar segera mengevaluasi anggota mereka, agar peristiwa serupa tidak terulang.

Sementara terkait desakan pengumumkan Komite Reformasi Polri, Nasir mengungkap pihaknya tak bisa berbuat banyak. Sebab, Komisi III DPR menyerahkan sepenuhnya kepada Presiden RI Prabowo Subianto perihal pengumuman tim tersebut.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Soal desak mendesak, saya tidak dalam posisi itu. Sebab , bagi Komisi III DPR RI, keinginan pembentukan komite tersebut kami serahkan sepenuhnya kepada Presiden Prabowo," ucapnya.

Untuk diketahui, sampai berita ini diterbitkan, pihak tvOnenews.com masih melakukan konfirmasi kepada pihak Polda Jabar terkait kebenaran kasus tersebut. (aag)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Kondisi Finansial Zodiak 10 April 2026: Libra, Scorpio, Sagitarius, Capricorn, Aquarius, dan Pisces

Kondisi Finansial Zodiak 10 April 2026: Libra, Scorpio, Sagitarius, Capricorn, Aquarius, dan Pisces

Berikut ramalan kondisi finansial zodiak pada 10 April 2026 untuk enam zodiak terakhir, Libra, Scorpio, Sagitarius, Capricorn, Aquarius, dan Pisces.
Bukan Karena Lepas Kewarganegaraan Indonesia, Ini Alasan Nathan Tjoe-A-On Bisa Kembali Bermain di Liga Belanda

Bukan Karena Lepas Kewarganegaraan Indonesia, Ini Alasan Nathan Tjoe-A-On Bisa Kembali Bermain di Liga Belanda

Nathan Tjoe-A-On diizinkan untuk kembali memperkuat Willem II setelah sempat menepi selama beberapa pekan atas rekomendasi dari Asosiasi Pengusaha Klub Liga Belanda (FBO).
Klasemen Final Four Proliga 2026, Putri: Megawati Hangestri Cs Rebut Puncak Klasemen, Persaingan ke Grand Final Memanas!

Klasemen Final Four Proliga 2026, Putri: Megawati Hangestri Cs Rebut Puncak Klasemen, Persaingan ke Grand Final Memanas!

Klasemen Final Four Proliga 2026 usai laga pembuka seri kedua yang berlangsung di Kota Solo antara Jakarta Pertamina Enduro vs Gresik Phonska Plus Indonesia.
Top 3: KDM Nonaktifkan Kepala Samsat Soekarno Hatta, Pembuat Konten Dijemput KDM, hingga Pemain Timnas Indonesia Masuk Radar Klub Raksasa

Top 3: KDM Nonaktifkan Kepala Samsat Soekarno Hatta, Pembuat Konten Dijemput KDM, hingga Pemain Timnas Indonesia Masuk Radar Klub Raksasa

Top 3: Dedi Mulyadi nonaktifkan kepala Samsat Soekarno Hatta, pembuat konten dijemput KDM, hingga pemain Timnas Indonesia masuk radar klub raksasa eredivisie.
Novel Bamukmin Ungkap Ada Pelapor Minta Lanjut Proses Pandji Pragiwaksono: Masalah Hukum Bisa Saja Lanjut

Novel Bamukmin Ungkap Ada Pelapor Minta Lanjut Proses Pandji Pragiwaksono: Masalah Hukum Bisa Saja Lanjut

Pelapor Pandji Pragiwaksono, Novel Bamukmin menerangkan ada pelapor yang ingin melanjutkan proses hukum soal materi Stand Up Comedy Mens Rea.
BNN Minta Vape Dilarang Total, DPR Respons Begini

BNN Minta Vape Dilarang Total, DPR Respons Begini

Anggota Komisi III DPR RI, Rudianto Lallo, menilai pelarangan vape layak dipertimbangkan, terutama jika didukung hasil riset soal kandungan berbahaya di dalamnya.

Trending

Buntut Penonaktifan Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Dedi Mulyadi Instruksikan Investigasi Penyebab Surat Edarannya Diabaikan

Buntut Penonaktifan Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Dedi Mulyadi Instruksikan Investigasi Penyebab Surat Edarannya Diabaikan

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi menginstruksikan Inspektorat serta Badan Kepegawaian Daerah (BKD) untuk mengusut tuntas penyebab mandeknya implementasi kebijakan baru.
Dedi Mulyadi Umumkan Kabar Baik untuk Seluruh Sopir Angkot di Jawa Barat, Ada Program Kredit Angkot Listrik Tanpa DP

Dedi Mulyadi Umumkan Kabar Baik untuk Seluruh Sopir Angkot di Jawa Barat, Ada Program Kredit Angkot Listrik Tanpa DP

Gubernur Dedi Mulyadi menjelaskan, bahwa saat ini dirinya sedang menggodok program kredit angkot listrik yang bisa diikuti oleh para sopir angkot di Jawa Barat.
Profil Ida Hamidah Kepala Samsat Soekarno-Hatta yang Dicopot Dedi Mulyadi, Ternyata Punya Prestasi Mentereng

Profil Ida Hamidah Kepala Samsat Soekarno-Hatta yang Dicopot Dedi Mulyadi, Ternyata Punya Prestasi Mentereng

Siapa sosok Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Kota Bandung yang dinonaktifkan sementara oleh Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi? Simak profil Ida Hamidah berikut ini.
Media Vietnam Soroti Proses Calon Naturalisasi Timnas Indonesia Luke Vickery: Generasi Baru dengan Pengalaman A-League

Media Vietnam Soroti Proses Calon Naturalisasi Timnas Indonesia Luke Vickery: Generasi Baru dengan Pengalaman A-League

Salah satu nama yang akhir-akhir ini santer dikabarkan akan menjadi pemain naturalisasi dan amunisi baru John Herdman di Timnas Indonesia adalah Luke Vickery.
Pemain Naturalisasi Timnas Berbondong-bondong kembali Jadi Warga Negara Belanda setelah Tersangkut Polemik Paspor di Liga Belanda, Siapa Saja?

Pemain Naturalisasi Timnas Berbondong-bondong kembali Jadi Warga Negara Belanda setelah Tersangkut Polemik Paspor di Liga Belanda, Siapa Saja?

Pemain naturalisasi timnas berbondong-bondong kembali jadi Warga Negara Belanda setelah kasus paspor meledak di Liga Belanda dalam beberapa pekan terakhir.
Pemain Timnas Resmi Kembali jadi Warga Negara Belanda setelah Terseret Kasus Paspor di Eredivisie, Dijadwalkan Bermain Lagi Pekan Ini

Pemain Timnas Resmi Kembali jadi Warga Negara Belanda setelah Terseret Kasus Paspor di Eredivisie, Dijadwalkan Bermain Lagi Pekan Ini

Seorang pemain Timnas kembali menjadi warga negara Belanda setelah terseret konflik paspor di Eredvisie. Penyerang Heerenveen itu akan kembali bermain pekan ini
Media Vietnam Sebut Timnas Indonesia Tak Bakal Bisa Kalahkan The Golden Warriors di Piala AFF 2026

Media Vietnam Sebut Timnas Indonesia Tak Bakal Bisa Kalahkan The Golden Warriors di Piala AFF 2026

Kondisi Timnas Indonesia yang diprediksi akan tanpa kekuatan penuh di Piala AFF 2026, dinilaiĀ oleh media Vietnam sebagai angin segar bagi skuad Kim Sang-sik.
Selengkapnya

Viral