News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Adik dari Dosen Cantik di Jambi Lantang Bicara Minta Polisi Penuhi ‘Janji’ Hukum Mati Bripda Waldi

Kasus pemerkosaan disertai pembunuhan dosen cantik berinisial EY di Kabupaten Bungo, Jambi dengan tersangka seorang anggota Polri yakni Bripda Waldi disorot hingga memancing kemarahan publik.
Kamis, 6 November 2025 - 06:37 WIB
Bripda Waldi dan dosen cantik berinisial EY di Jambi
Sumber :
  • Tangkapan layar

Jakarta, tvOnenews.com – Kasus pemerkosaan disertai pembunuhan dosen cantik berinisial EY di Kabupaten Bungo, Jambi dengan tersangka seorang anggota Polri yakni Bripda Waldi disorot hingga memancing kemarahan publik.

Diketahui, Bripda Waldi tega melakuak aksi kejihnya tersebut di rumah dinas korban yang berada di Dusun Sungai Mengkuang, Kecamatan Rimbo Tengah, Kabupaten Bungo, Jambi pada Sabtu (1/11/2025) siang.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sadisnya, anggota Propam Polres Tebo tersebut justru sempat menyampaikan rasa belasungkawa terhadap keluarga EY usai melakukan perbuatan kejih dengan memerkosa dan pembunuhan terhadap korban.

Beruntung, aksi pelaku yang mencoba mengelabui keluarga korban tak berlangsung lama usai Bripda Waldi ditangkap di Kabupaten Tebo, Jambi pada Minggu (2/11/2025).

Bripda Waldi diduga membunuh Dosen Cantik di Bungo, Jambi.
Bripda Waldi diduga membunuh Dosen Cantik di Bungo, Jambi.
Sumber :
  • Istimewa

 

Kapolres Bungo, AKBP Natalena Eko Cahyono mengatakan pelaku berupaya menghilangkan sejumlah bukti aksi pemerkosaan disertai pembunuhan terhadap dosen cantik EY.

“Jadi, dia memang ulet dan licik. Sejak awal, dia sudah berusaha menghilangkan jejak, mengepel lokasi, sehingga jejaknya sangat sulit dibuktikan jika hanya berdasarkan TKP,” kata Natalena dikutip pada Kamis (6/11/2025).

Natalena mengungkap pelaku turut serta mengambil sejumlah barang berharga milik korban usai melakukan aski kejih pemerkosaan disertai pembunuhan itu.

Menurutnya aksi kejih pelaku terhadap dosen cantik berinisial EY itu ditengarai motif asmara yang sempat terjalin antar keduanya.

“Untuk motif sementara yang bisa kami ungkapkan adalah asmara,” ungkapnya.

Bripda Waldi pun kini dijerat dengan pasal berlapis akibat perbuatan kejih berupa pemerkosaan dan pembunuhan terhadap korban.

Bahkan, Bripda Waldi terancam hukuman mati sesuai Pasal 340 KUHP yang dijerat kepada anggota Propam Polres Tebo itu.

“Kami sudah menetapkan persangkaan Primer pasal 340 KUHP, subsider Pasal 338 KUHP, Pasal 365 ayat 3, dan Pasal 351, Jo Pasal 181 KUHP,” katanya.

Adik Korban Lantang Berbicara di Polda Jambi Tagih Hukuman Mati Bripda Waldi

Anis selaku adik dari korban Ey pun mendatangi Mapolres Bungo pada Rabu (5/11/2025) terkait penyampaian keterangannya kepada Propam Polda Jambi.

Anis mengaku dirinya dimintai keterangan terkait sejumlah barang milik korban yang ditunjukan Propam Polda Jambi kepadanya.

“Semua barang bukti yang disita polisi benar punya kakak saya,” kata Anis kepada awak media.

Belum cukup sampai di situ, Anis pun berbicara lantang kepada media usai rasa duka mendalam akibat kematian tragis sang kakak.

Dosen cantik IAKSS Muara Bungo Jambi, Erni Yuniarti & Oknum polisi, Bripda Waldi
Dosen cantik IAKSS Muara Bungo Jambi, Erni Yuniarti & Oknum polisi, Bripda Waldi
Sumber :
  • Kolase TikTok/@via.bimo & Istimewa

 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Ia mengaku di hadapan kepolisian menyampaikan dengan lantang harapan keluarganya terkait hukuman maksimal yang diberikan terhadap Bripda Waldi.

“Kami sekeluarga sudah ikhlas kepergian namun untuk proses hukum terhadap pelaku meminta agar pelaku dihukum seberat-beratnya,” katanya. (raa)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Ngeri! Rekonstruksi Ungkap Balita 20 Bulan Diduga Ditenggelamkan Berulang Kali ke Ember hingga Muntah

Ngeri! Rekonstruksi Ungkap Balita 20 Bulan Diduga Ditenggelamkan Berulang Kali ke Ember hingga Muntah

Rekonstruksi kasus kematian bayi 20 bulan di Kebayoran Lama mengungkap dugaan aksi ayah tiri mencelupkan korban berulang kali ke ember hingga muntah.
Gunung Semeru Kembali Erupsi Hari Ini, Awan Panas dan Lontaran Batu Masih Jadi Ancaman

Gunung Semeru Kembali Erupsi Hari Ini, Awan Panas dan Lontaran Batu Masih Jadi Ancaman

Gunung Semeru, gunung tertinggi di Pulau Jawa dengan ketinggian 3.676 mdpl, kembali menunjukkan aktivitas vulkanik yang intens, pada Selasa (3/11/2026) siang.
Kembali Merumput Bersama Sassuolo, Jay Idzes Bicara Jujur soal Kondisinya Jelang FIFA Matchday November 2026

Kembali Merumput Bersama Sassuolo, Jay Idzes Bicara Jujur soal Kondisinya Jelang FIFA Matchday November 2026

Kapten Timnas Indonesia, Jay Idzes, berbicara soal kondisinya jelang FIFA Matchday November 2026. Sang bek tengah sudah kembali merumput bersama Sassuolo dalam laga kontra Fiorentina.
Invasi Bobotoh Jadi Motivasi Tambahan Persib di Australia, Umuh Muchtar Tak Ragu Targetkan 3 Poin dari Melbourne Victory

Invasi Bobotoh Jadi Motivasi Tambahan Persib di Australia, Umuh Muchtar Tak Ragu Targetkan 3 Poin dari Melbourne Victory

Manajer Persib, Umuh Muchtar, optimistis Persib Bandung mampu membawa pulang poin penuh meski harus menghadapi perjalanan panjang dan padatnya jadwal pertandingan.
6 Fakta Mengerikan Kasus Balita 20 Bulan Tewas di Jaksel, Ditemukan Tanda Kekerasan Lama dan Kekurangan Gizi

6 Fakta Mengerikan Kasus Balita 20 Bulan Tewas di Jaksel, Ditemukan Tanda Kekerasan Lama dan Kekurangan Gizi

Kasus kematian balita 20 bulan di Kebayoran Lama mengungkap dugaan kekerasan berulang, temuan luka lama, hingga jasad yang sempat dikuburkan.
Rumahnya Digedor-gedor hingga Singgung Mobil Pelat Merah, Herri Pras: Saya Keluar Layaknya Menyambut Tamu

Rumahnya Digedor-gedor hingga Singgung Mobil Pelat Merah, Herri Pras: Saya Keluar Layaknya Menyambut Tamu

YouTuber Herri Pras memaparkan detik-detik dirinya diduga digeruduk orang tak dikenal yang videonya viral di media sosial. Salah satu yang disinggungnya, yakni adanya kendaraan berpelat merah.

Trending

PKS Berduka, Perancang Logo Baru Partai Ndang Sutisna Meninggal Dunia

PKS Berduka, Perancang Logo Baru Partai Ndang Sutisna Meninggal Dunia

PKS sampaikan pesan belasungkawa atas meninggalnya Ndang Sutisna, perancang logo baru partai yang karyanya menjadi identitas visual PKS.
Kabar Duka, Hakim Pengadilan Negeri Koto Baru Mercy Monica Yolanda Meninggal Dunia

Kabar Duka, Hakim Pengadilan Negeri Koto Baru Mercy Monica Yolanda Meninggal Dunia

Kabar duka datang dari lingkungan peradilan di Indonesia. Hakim Pengadilan Negeri Koto Baru, Mercy Monica Yolanda, S.H., M.Kn., dikabarkan meninggal dunia.
Herri Pras Lapor Polisi setelah Dirinya Viral Digeruduk oleh Sekelompok OTK

Herri Pras Lapor Polisi setelah Dirinya Viral Digeruduk oleh Sekelompok OTK

Konten kreator Herri Pras melaporkan peristiwa dirinya digeruduk hingga diduga mendapat aksi provokasi oleh sekelompok orang tidak dikenal (OTK) ke polisi.
Siapa Yudi Cahyadi? Petarung MMA yang Diduga Terlibat dalam Aksi Intimidasi terhadap Herri Pras

Siapa Yudi Cahyadi? Petarung MMA yang Diduga Terlibat dalam Aksi Intimidasi terhadap Herri Pras

Nama Yudi Cahyadi mendadak jadi perbincangan setelah atlet MMA itu diduga terlibat dalam aksi intimidasi serta kekerasan terhadap konten kreator Herri Pras.
Begini Pernyataan Lengkap Herri Pras saat Digeruduk OTK dan Diduga Alami Kekerasan Fisik

Begini Pernyataan Lengkap Herri Pras saat Digeruduk OTK dan Diduga Alami Kekerasan Fisik

Video kedatangan rombongan OTK di Rumah Herri Pras beredar di media sosial. Dalam rekaman yang diberitakan, seorang pria terlihat menendang Herri hingga terjatuh.
Herri Pras Ungkap Alasan Kritik Sejumlah Tokoh Agama, Singgung Fatwa dan Ceramah

Herri Pras Ungkap Alasan Kritik Sejumlah Tokoh Agama, Singgung Fatwa dan Ceramah

Konten kreator Herri Pras akhirnya buka suara setelah kedatangan Yudi Cahyadi dan sejumlah orang ke kediamannya. Ia turut mengungkap alasan di balik kritiknya.
Pesan Bijak Tokoh Agama Anwar Abbas soal Viralnya Konten Kreator Herri Pras

Pesan Bijak Tokoh Agama Anwar Abbas soal Viralnya Konten Kreator Herri Pras

Herri Pras di dunia maya cukup terkenal karena kontroversi. Sebelum kejadian ini, konten kreator pernah menyinggung penceramah UAS dan UAH menuai kecaman.
Selengkapnya

Viral