GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Diplomasi Akar Rumput dari Minsk, Gema Semangat Gerakan Non-Blok

Di tengah situasi geopolitik yang serba tak pasti, mata dunia tertuju ke Minsk, yang menjadi tuan rumah 3rd Minsk International Conference on Eurasian Security.
Jumat, 7 November 2025 - 16:28 WIB
Diplomasi Akar Rumput dari Minsk, Gema Semangat Gerakan Non-Blok
Sumber :
  • istimewa

Jakarta, tvOnenews.com - Di tengah situasi geopolitik yang serba tak pasti, mata dunia tertuju ke Minsk, yang menjadi tuan rumah 3rd Minsk International Conference on Eurasian Security.  

Forum ini menjadi salah satu ajang diplomasi rakyat dari akar rumput terbesar di kawasan Eurasia, yang mempertemukan para menteri, diplomat, akademisi, jurnalis serta perwakilan think tank dari 48 negara dan tujuh organisasi internasional.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Selama dua hari, para peserta berdiskusi dalam working session membahas isu-isu keamanan yang luas mulai dari aspek militer-politik hingga tantangan lintas batas seperti migrasi ilegal, keamanan informasi dan keamanan ekonomi.

Para peserta diplomasi akar rumput ini saling berkomunikasi untuk membangun saling pengertian, kepercayaan dan kerjasama lintas negara di tingkat people-to-people

Menurut Analisis Indonesian Democracy Bridge Research Institute, Fauzan Luthsa, di tengah dunia yang kian bergerak menuju tatanan multipolar, tema ini sangat relevan dengan situasi global saat ini terutama jika dikaitkan dengan kepentingan nasional Indonesia dalam bidang keamanan pangan.

"Stabilitas Eurasia amat terkait dengan ketahanan pangan Indonesia maupun Asia Tenggara. Rusia dan Belarus, misalnya, merupakan dua eksportir utama pupuk dunia yang menyuplai hampir 25 persen kebutuhan global," ujarnya.

"Hadir di konferensi atas undangan Duta Besar Belarus untuk Indonesia Raman Ramanouski dan sebagai satu-satunya perwakilan dari Indonesia di konferensi ini, saya melihat langsung bagaimana topik ketahanan pangan menjadi bagian integral dari pembahasan tentang keamanan global yang tak dapat dikecualikan. Serta resonansi spirit Gerakan Non Blok yakni politik bebas aktif setiap negara tanpa terikat pada blok kekuatan manapun," lanjutnya menjelaskan.

Kemudian dia ceritakan, suasana forum pun terasa dinamis dan bersahabat, para panelis yang datang dari berbagai negara dan latar belakang berbagi pandangan tentang ancaman dan peluang di kawasan Eurasia serta model dunia multipolar, termasuk Dirjen Institut Kajian Eropa di Akademi Ilmu Sosial Vietnam, Dr. Nguyen Chien Thang, yang menjadi satu-satunya panelis yang berasal dari Asia Tenggara.

Titik temu Indonesia dan Belarus

"Yang pasti, konferensi ini membuat Ibu Kota Belarus, Minsk –yang kaya dengan warisan sejarah– menjadi pusat konsolidasi dunia multipolar. Sebuah konsepsi yang turut mencerminkan aspirasi Soekarno-Hatta yang menginginkan dunia yang tidak didominasi satu kekuatan tunggal atau pun terbagi dalam blok," bebernya. 

Dalam situasi sekarang, kata dia, ASEAN telah melakukan tata kelola regional plural, non blok dan berbasis konsensus, yang semangatnya beresonansi dengan piagam Eurasia yang tengah digagas Rusia dan Belarus untuk kawasan ini.

"Meminjam istilah Sergey Vergeychik, analis Institut Penelitian Strategis Belarus (BISI), bahwa Minsk saat ini bukan hanya tempat perundingan damai, tetapi juga mimbar diskusi tentang pembentukan tatanan multipolar dan keberagaman di abad ke-21 yang berlandaskan pada prinsip-prinsip utama seperti tidak menyerang, tidak menggunakan kekerasan atau ancaman kekerasan, serta penyelesaian damai atas perselisihan," jelasnya.

Prinsip Belarus ini, lanjut dia menjelaskan, sejalan dengan yang diusung oleh Indonesia ataupun ASEAN yakni menjadikan dialog sebagai sarana utama penyelesaian perbedaan konflik dan mengatasi perbedaan.

Hipotesis Menarik dari Dubes RI Jose Tavares

Dalam salah satu working session, Duta Besar Indonesia untuk Rusia dan Belarus, Jose Antonio Morato Tavares mengajukan hipotesis yang menarik perhatian peserta dan para panelis dari berbagai negara. 

Menurut dia, pernyataan reflektif yang dikemukakan adalah seperti apa masa depan kerja sama ekonomi global dan saling ketergantungan antarnegara ditengah berbagai hambatan baru dalam perdagangan.

"Dan apakah dunia akan melihat proses pemisahan (decoupling) dan fragmentasi menjadi kerja sama ekonomi regional atau pada akhirnya akan muncul kembali bentuk baru kerja sama ekonomi global yang saling bergantung, saling menguntungkan dan berlandaskan prinsip win-win."
 
"Karena pada akhirnya hipotesis ini menyentuh inti persoalan geopolitik hari ini, yakni bagaimana menjaga keterhubungan ekonomi tanpa kehilangan kedaulatan," ucapnya. 

Secara terpisah, perwakilan Tetap Belarus untuk Organization for Security and Co-operation in Europe (OSCE) atau Organisasi untuk Keamanan dan Kerja Sama di Eropa, Andrey Dapkyunas menyebut bahwa masih terbuka pertanyaan apakah sistem tata kelola global yang baru akan lahir dari reformasi institusi yang ada ataukah memerlukan pembentukan mekanisme baru yang sepenuhnya berbeda. 

"Namun, satu hal yang jelas, di tengah proses globalisasi yang melemah, kini pusat-pusat integrasi regional menjadi motor penggeraknya. Mulai dari Uni Ekonomi Eurasia hingga ASEAN," bebernya. 

Keamanan Pangan Indonesia dan Piagam Eurasia

Lanjut Fauzan Luthsa menjelaskan, stabilitas Eurasia berpengaruh langsung terhadap keamanan pangan ASEAN karena kawasan ini menjadi pemasok utama gandum dan pupuk ke Asia Tenggara. 

Setiap gangguan di Laut Hitam atau jalur perdagangan Asia Tengah akan memicu fluktuasi harga dan pasokan di pasar ASEAN. Inilah bentuk interdependensi sistemik.

"Oleh karena itu kemitraan ketahanan pangan Indonesia–Belarus dapat dikembangkan menjadi model kerja sama pertanian yang direplikasi di tingkat Eurasia." 

"Ide ini berangkat dari hasil pertemuan Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Belarus Alexander Lukashenko yang mengangkat tema ketahanan pangan," jelasnya.

Idealnya, kata dia, hal ini dilanjutkan dengan pembentukan Indonesia–Belarus Working Group on Food Security, yang berfungsi sebagai forum eksplorasi awal untuk memetakan peluang kerja sama dalam bidang keamanan pangan. 

"Usulan penyusunan Eurasian Charter of Diversity and Multipolarity in the XXI Century sebuah inisiatif yang menempatkan prinsip kedaulatan, kesetaraan dan keseimbangan kekuatan sebagai dasar hubungan antarnegara— juga sesuai dengan realita multipolar saat ini, di mana kawasan menegaskan perannya dalam menghadapi perubahan tatanan global yang kian dinamis." 

"Piagam ini akan menjadi respons langsung terhadap instabilitas yang dipicu oleh intervensi eksternal dan sekaligus menandai tekad Eurasia untuk membangun arsitektur keamanan yang lebih mandiri dan inklusif."

"Dapat kita ambil contoh, bagaimana group ASEAN dan China mencoba menjaga stabilitas kawasan ditengah potensi konflik dengan menyepakati Single Draft Code of Conduct (COC) Negotiating Text, yang menjadi kerangka untuk menetapkan pedoman perilaku guna meminimalisir eskalasi konflik di Laut Natuna Utara," bebernya. 

Dan saat kembali ke Indonesia, kata dia, semakin menyadari bahwa diplomasi tidak selalu harus dilakukan di meja perundingan antar pemerintah. 

Kadang ia dimulai dari percakapan sederhana antara dua orang dari negara berbeda yang mencoba saling memahami. 

"Itulah inti dari diplomasi akar rumput menumbuhkan kepercayaan di tengah dunia yang penuh kecurigaan."

"Dari Minsk, saya melihat secercah harapan, bahwa diplomasi people-to-people pun dapat menjadi bagian dari proses membangun perdamaian global. Dunia multipolar yang tengah tumbuh di Eurasia menemukan gema yang kuat di Asia Tenggara," bebernya. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Lanjut dia, Minsk menjadi simbol resonansi tatanan dunia baru dunia multipolar yang berakar pada dialog, kesetaraan dan rasa saling percaya. 

"Dan perubahan dunia ke arah multipolar tampaknya tidak terhindarkan lagi," pungkasnya. (aag) 

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Kemendiktisaintek Resmi Ubah Nomenklatur Jurusan Teknik Menjadi Rekayasa, Ini Daftarnya

Kemendiktisaintek Resmi Ubah Nomenklatur Jurusan Teknik Menjadi Rekayasa, Ini Daftarnya

Pemerintah melalui Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) resmi mengubah nomenklatur program studi (prodi) atau jurusan ‘Teknik’ menjadi jurusan ‘Rekayasa’.
Kunjungan Wisatawan RI ke Singapura Dianggap Potensial, Tren Acuan Liburan dari Konten Digital Jadi Sorotan

Kunjungan Wisatawan RI ke Singapura Dianggap Potensial, Tren Acuan Liburan dari Konten Digital Jadi Sorotan

Singapore Tourism Board mencatat jumlah wisatawan Indonesia yang berkunjung ke Singapura mencapai sekitar 2,4 juta orang sepanjang tahun 2025, sehingga dianggap potensial.
Dewi Perssik Murka Aldi Taher Klaim Status Jadi Ayah dari Anaknya di Ruang Publik: Dia Bukan Bahan Pencitraan!

Dewi Perssik Murka Aldi Taher Klaim Status Jadi Ayah dari Anaknya di Ruang Publik: Dia Bukan Bahan Pencitraan!

Pedangdut Dewi Perssik (Depe) meluapkan amarahnya kepada mantan suami, Aldi Taher akibat menyatakan status sang anak, Felice Gabriel di ruang obrolan dewasa.
Media Vietnam Sebut Timnya Lebih Beruntung dari Timnas Indonesia di Piala Asia 2027

Media Vietnam Sebut Timnya Lebih Beruntung dari Timnas Indonesia di Piala Asia 2027

Media Vietnam menilai mereka lebih beruntung dari Timnas Indonesia di Piala Asia 2027. Percaya diri bisa kalahkan Korea Selatan dan UEA di Grup E.
Gara-gara Megawati Hangestri Gabung Hyundai Hillstate, Pemain Red Sparks Langsung Beri Ancaman

Gara-gara Megawati Hangestri Gabung Hyundai Hillstate, Pemain Red Sparks Langsung Beri Ancaman

Kepindahan Megawati Hangestri ke Hyundai Hillstate langsung memanaskan V League Korea. Bintang Red Sparks, Vanja Bukilic, bahkan memberi ancaman tegas jelang duel sengit musim 2026/27.
Siswinya Viral Setelah Tampil di LCC MPR Kalbar, SMAN 1 Pontianak Berpotensi Kebanjiran Pendaftar di SPMB 2026

Siswinya Viral Setelah Tampil di LCC MPR Kalbar, SMAN 1 Pontianak Berpotensi Kebanjiran Pendaftar di SPMB 2026

SMAN 1 Pontianak berpotensi kebanjiran pendaftar dalam SPMB 2026 setelah siswa-siswinya mendapat berbagai apresiasi usai tampil di LCC 4 Pilar MPR RI Kalbar.

Trending

Kemendiktisaintek Resmi Ubah Nomenklatur Jurusan Teknik Menjadi Rekayasa, Ini Daftarnya

Kemendiktisaintek Resmi Ubah Nomenklatur Jurusan Teknik Menjadi Rekayasa, Ini Daftarnya

Pemerintah melalui Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) resmi mengubah nomenklatur program studi (prodi) atau jurusan ‘Teknik’ menjadi jurusan ‘Rekayasa’.
Diminta Gantikan Posisi Mauricio Souza, Legenda yang Bawa Persija Juara Era 2001 Beri Respons Berkelas

Diminta Gantikan Posisi Mauricio Souza, Legenda yang Bawa Persija Juara Era 2001 Beri Respons Berkelas

Luciano Leandro, legenda Persija Jakarta di era 2001 menjawab permintaan suporter Jakmania untuk menggeser Mauricio Souza dari kursi pelatih Macan Kemayoran.
MPR akan Ulang Lomba Cerdas Cermat Kalbar, Netizen Soroti Unggahan SMAN 1 Sambas Rayakan Kemenangan

MPR akan Ulang Lomba Cerdas Cermat Kalbar, Netizen Soroti Unggahan SMAN 1 Sambas Rayakan Kemenangan

Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar tingkat Provinsi Kalimantan Barat yang diadakan MPR RI masih menjadi perhatian publik. Kini SMAN 1 Sambas menjadi sorotan
AFC Larang Mathew Baker Bela Timnas Indonesia U-17 Lagi, Bek Liga Australia Bakal Naik Kelas ke Garuda Muda Buat Piala AFF U-19 2026

AFC Larang Mathew Baker Bela Timnas Indonesia U-17 Lagi, Bek Liga Australia Bakal Naik Kelas ke Garuda Muda Buat Piala AFF U-19 2026

Mathew Baker tidak lagi bisa bela Timnas Indonesia U-17 setelah usianya melewati batas. Bek muda yang berkarier di Australia itu kini resmi naik kelas ke U-19.
Kapten Timnas Indonesia Era Shin Tae-yong Resmi Abroad, Bek Garuda Muda Gabung Klub Juara Liga Timor Leste dan Siap Tampil di AFC Challenge League

Kapten Timnas Indonesia Era Shin Tae-yong Resmi Abroad, Bek Garuda Muda Gabung Klub Juara Liga Timor Leste dan Siap Tampil di AFC Challenge League

Bek muda Timnas Indonesia buat kejutan dengan melanjutkan karier di luar negeri. Adalah Barnabas Sobor yang resmi bergabung dengan klub juara Liga Timor Leste.
Soal Adanya Pemujaan dan Klenik, Dedi Mulyadi Minta Masyarakat Ubah Cara Pandang ke Situs Peninggalan Sejarah Sunda

Soal Adanya Pemujaan dan Klenik, Dedi Mulyadi Minta Masyarakat Ubah Cara Pandang ke Situs Peninggalan Sejarah Sunda

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengajak masyarakat untuk mengubah total cara pandang terhadap peninggalan sejarah Sunda. Pria yang akrab disapa KDM ini tegas
Viral Dugaan Child Grooming Kepala Sekolah ke Siswi di Tangsel, Langsung Dinonaktifkan Yayasan

Viral Dugaan Child Grooming Kepala Sekolah ke Siswi di Tangsel, Langsung Dinonaktifkan Yayasan

Dugaan child grooming oleh kepala sekolah SMK swasta di Pamulang viral di media sosial. Yayasan langsung menonaktifkan kepala sekolah tersebut.
Selengkapnya

Viral