News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Kesaksian Keluarga Siswa SMAN 72: Suara Ledakan Mirip Gardu Listrik, Ternyata Bom Rakitan!

Keluarga siswa SMAN 72 ungkap kronologi tiga ledakan keras yang terdengar hingga 700 meter. Bentuk bom diduga dari botol minuman berisi bahan petasan.
Sabtu, 8 November 2025 - 22:24 WIB
Tak Disangka Ada Siswa SMAN 72 Jakarta yang Melihat 3 Bom Rakitan sampai Kisah Korban Mendengar 3 Ledakan
Sumber :
  • Istimewa / viva.co.id

Jakarta, tvOnenews.com – Peristiwa ledakan di SMAN 72 Kelapa Gading, Jakarta Utara, pada Jumat (7/11/2025) siang, masih menyisakan kepanikan bagi warga sekitar. Salah satu keluarga siswa sekolah tersebut menceritakan secara langsung bagaimana kerasnya suara ledakan terdengar hingga ke rumah mereka yang berjarak sekitar 700 meter dari lokasi kejadian.

Dalam kesaksian yang diterima tvOnenews, seorang warga yang juga tante dari siswa SMAN 72 mengatakan, keluarganya sempat mengira suara itu berasal dari gardu listrik yang meledak karena suaranya sangat keras dan bergema hingga ke lingkungan rumah.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Tanteku kemarin denger ledakan, rumahku beda RT RW sama sekolah, sekitar 700 meter jaraknya. Awalnya keluarga kira itu gardu listrik, soalnya kenceng banget sampai kedengeran jelas dari rumah,” ujarnya.

Namun, tak lama setelah itu, keluarga mulai menyadari bahwa suara tersebut berasal dari arah sekolah. Sumber yang sama menjelaskan bahwa ledakan terdengar sebanyak tiga kali di lokasi yang berbeda.

“Ledakannya kedengeran dua kali di rumah. Tapi adikku yang di sekolah bilang ada tiga ledakan. Pertama di masjid, kedua di kantin, dan ketiga di pintu belakang sekolah,” tambahnya.

Sang adik yang merupakan siswa kelas XI SMAN 72 sempat menyaksikan langsung kepanikan setelah ledakan pertama.

“Abis ledakan pertama, adikku langsung lari ke deket satpam depan. Waktu masih di sekitar masjid dia dengar ledakan kedua. Pas udah di pos satpam, baru denger ledakan ketiga,” jelasnya.

Lebih mengejutkan lagi, keluarga siswa tersebut mengaku sempat melihat bentuk benda diduga bom rakitan yang digunakan pelaku.

“Bentuknya kayak botol saus, atau kayak botol teh pucuk. Bagian atasnya dipotong, terus diisi kayak mesin petasan ditambah sumbu-sumbu,” kata narasumber.

Berdasarkan informasi di lapangan, polisi memang menemukan beberapa benda mirip botol plastik berisi bahan kimia dan sumbu api yang diduga dirakit secara manual. Diduga kuat, pelaku—yang juga siswa SMAN 72—membuat sendiri bahan peledak tersebut menggunakan komponen sederhana.

Setelah kejadian, siswa tersebut segera dipulangkan dalam kondisi panik, bahkan tanpa sempat mengenakan sepatu.

“Abis itu, adikku langsung dipulangin ke rumah gak pakai sepatu. Hari Sabtu siang (8/11) baru boleh balik lagi ke sekolah buat ambil barang-barang,” katanya.

Insiden ini juga menyebabkan beberapa siswa mengalami luka. Salah satu teman adiknya dikabarkan luka parah dan dirawat di Rumah Sakit Islam, namun kini sudah dalam kondisi sadar.

“Satu teman adikku luka parah, tapi udah sadar dan dirawat di RS Islam,” tambahnya.

Pihak kepolisian masih mendalami motif dan proses perakitan bom rakitan tersebut. Dugaan sementara, pelaku yang juga siswa kelas XII membuat tiga bom kecil menggunakan bahan yang mudah didapat, dan menempatkannya di tiga titik strategis di sekolah.

Kepala Polres Metro Jakarta Utara memastikan tim Gegana telah mengamankan seluruh lokasi dan memeriksa sisa material ledakan untuk memastikan tingkat bahaya bahan peledak yang digunakan. Hingga kini, polisi masih menunggu kondisi pelaku yang mengalami luka serius untuk dimintai keterangan lebih lanjut.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kasus ini mengguncang dunia pendidikan dan menjadi peringatan keras tentang pentingnya kewaspadaan terhadap potensi tekanan mental dan perundungan di sekolah. Pemerhati pendidikan meminta agar semua pihak, termasuk sekolah dan keluarga, segera memperkuat pengawasan dan pendampingan psikologis terhadap siswa yang menunjukkan perubahan perilaku drastis.

Peristiwa di SMAN 72 kini menjadi bahan refleksi nasional—bahwa di balik tembok sekolah, bisa jadi tersimpan kisah muram yang perlu segera diungkap sebelum berujung tragedi. (nsp)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Media Vietnam Kaget dengan Target Erick Thohir, Timnas Indonesia Diminta Menembus Level Baru di Asia

Media Vietnam Kaget dengan Target Erick Thohir, Timnas Indonesia Diminta Menembus Level Baru di Asia

Pernyataan Ketua PSSI Erick Thohir mengenai target besar Timnas Indonesia kembali jadi perhatian media Vietnam. Mereka kaget dengan ambisi Indonesi ke depan.
MotoGP Ceko 2026 Belum Mulai, Marc Marquez dan Marco Bezzecchi Sudah Dipastikan akan Jajal Motor 850cc untuk Musim Depan

MotoGP Ceko 2026 Belum Mulai, Marc Marquez dan Marco Bezzecchi Sudah Dipastikan akan Jajal Motor 850cc untuk Musim Depan

Menjelang dimulainya MotoGP Ceko 2026 sejumlah rider sudah dikonfirmasi untuk menjajal motor generasi baru yang akan digunakan mulai musim depan.
6 Zodiak Ini Diprediksi Paling Cuan Akhir Juni 2026: Leo Banyak Peluang, Pisces Rezeki Datang dari Berbagai Arah

6 Zodiak Ini Diprediksi Paling Cuan Akhir Juni 2026: Leo Banyak Peluang, Pisces Rezeki Datang dari Berbagai Arah

Berikut 6 zodiak yang diprediksi paling cuan akhir bulan Juni 2026, di antaranya Leo banyak peluang dan Pisces ada rezeki datang dari berbagai arah.
Timnas Inggris Kehilangan Bintang Andalannya di Piala Dunia 2026

Timnas Inggris Kehilangan Bintang Andalannya di Piala Dunia 2026

Bek sayap Newcastle United, Tino Livramento, dipastikan absen dari skuad Tim Nasional atau Timnas Inggris di Piala Dunia 2026 karena cedera betis dan digantikan oleh bek Chelsea, Trevoh Chalobah.
Gus Ma'shum Pimpin Gowes Muharram 1448 H: 1.000 Pesepeda Syiar Islam di Gunung Pegat Bojonegoro

Gus Ma'shum Pimpin Gowes Muharram 1448 H: 1.000 Pesepeda Syiar Islam di Gunung Pegat Bojonegoro

Syiar Islam perlu dikemas dalam kegiatan yang dekat dengan masyarakat, menggembirakan, sekaligus memperkuat kebersamaan. Semangat itulah yang mewarnai Gowes
Timnas Inggris Dapat Kabar Buruk! Thomas Tuchel Terpaksa Coret Satu Bek Jelang Laga Kontra Kroasia di Piala Dunia 2026

Timnas Inggris Dapat Kabar Buruk! Thomas Tuchel Terpaksa Coret Satu Bek Jelang Laga Kontra Kroasia di Piala Dunia 2026

Kabar buruk menghantam Timnas Inggris menjelang laga perdana mereka di Fase Grup Piala Dunia 2026 kontra Kroasia yang akan berlangsung Kamis 18 Juni mendatang.

Trending

Terungkap, Penyebab Utama Elza Syarief Mengundurkan Diri sebagai Kuasa Hukumnya Sony Sonjaya: Saya Tak Nyaman

Terungkap, Penyebab Utama Elza Syarief Mengundurkan Diri sebagai Kuasa Hukumnya Sony Sonjaya: Saya Tak Nyaman

Mencuat kabar terkait Elza Syarief mengundurkan diri sebagai kuasa hukumnya eks Wakil Kepala BGN Sony Sonjaya dalam kasus dugaan korupsi tata kelola MBG. Sontak
Baru juga Jadi Suami Istri, Unggahan Bek Timnas Indonesia Justin Hubner Buat Jennifer Coppen Kesal: Uji Kesabaran

Baru juga Jadi Suami Istri, Unggahan Bek Timnas Indonesia Justin Hubner Buat Jennifer Coppen Kesal: Uji Kesabaran

Satu unggahan Instagram pemain Timnas Indonesia, Justin Hubner membuat sang istri, Jennifer Coppen mengamuk setelah sehari melaksanakan pernikahan di Bali.
Media Vietnam Mulai Curiga, Jangan-jangan Pemain Keturunan Jerman dan Belanda Ini akan Gabung Timnas Indonesia

Media Vietnam Mulai Curiga, Jangan-jangan Pemain Keturunan Jerman dan Belanda Ini akan Gabung Timnas Indonesia

Media Vietnam mulai curiga Timnas Indonesia akan kedatangan dua pemain naturalisasi baru. Ada yang dari Jerman dan dari Belanda. Siapakah calon pemain tersebut?
Wasit Liga Indonesia Bertingkah di Piala Dunia, Bikin Gestur White Supremacy: Untungnya Dibela FIFA

Wasit Liga Indonesia Bertingkah di Piala Dunia, Bikin Gestur White Supremacy: Untungnya Dibela FIFA

Seorang wasit yang memiliki rekam jejak pernah memimpin pertandingan di kompetisi Liga Indonesia Shaun Evans sempat menjadi sorotan tajam di Piala Dunia 2026 ..
Muktamar VIII IPHI Digelar di Bali, Fokus pada Ekonomi Umat, Kedaulatan Pangan, dan Pendidikan

Muktamar VIII IPHI Digelar di Bali, Fokus pada Ekonomi Umat, Kedaulatan Pangan, dan Pendidikan

Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (IPHI) menggelar Muktamar VIII di Sunset 100 Kuta, Bali, pada 15–16 Juni 2026.
Jersey Haiti Dianggap Bermuatan Politik, FIFA Larang Dipakai di Piala Dunia 2026

Jersey Haiti Dianggap Bermuatan Politik, FIFA Larang Dipakai di Piala Dunia 2026

Kabar mengejutkan datang dari kontestan Piala Dunia 2026. Timnas Haiti terpaksa harus mengganti desain jersey yang sedianya bakal mereka gunakan sepanjang ... -
Kata-kata Pertama Lamine Yamal Usai Spanyol Gagal Taklukan Tanjung Verde pada Laga Perdana Mereka di Piala Dunia 2026

Kata-kata Pertama Lamine Yamal Usai Spanyol Gagal Taklukan Tanjung Verde pada Laga Perdana Mereka di Piala Dunia 2026

Timnas Spanyol harus membuka perjalanan mereka di Piala Dunia 2026 dengan hasil yang kurang memuaskan setelah gagal menaklukan tim debutan yakni Tanjung Verde.
Selengkapnya

Viral