News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Bamsoet Ingatkan Pemerintah: Jangan Bikin Kebijakan Ekonomi yang Bikin Dunia Usaha Kaget

Bamsoet menegaskan bahwa perubahan rantai pasok, tekanan perang, hingga fluktuasi perdagangan internasional harus diantisipasi secara matang oleh dunia usaha dan pemerintah.
Jumat, 21 November 2025 - 05:45 WIB
Wakil Ketua Umum Koordinator Bidang Politik dan Keamanan Kadin Indonesia, Bambang Soesatyo (Bamsoet).
Sumber :
  • tvOnenews.com/Abdul Gani Siregar

Jakarta, tvOnenews.com - Wakil Ketua Umum Koordinator Bidang Politik dan Keamanan Kadin Indonesia, Bambang Soesatyo (Bamsoet), menegaskan bahwa pelibatan dunia usaha dalam proses perumusan kebijakan ekonomi adalah unsur krusial untuk menjaga stabilitas pertahanan dan keamanan nasional.

Hal itu ia sampaikan dalam Rakornas Strategi Politik Pertahanan dan Keamanan Nasional dalam Menghadapi Tantangan Global di Menara Kadin Indonesia, Jakarta Selatan, Kamis (20/11/2025).

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Bamsoet menilai, dunia usaha memiliki peran strategis dalam memperkuat ketahanan nasional, namun kontribusi itu hanya bisa optimal apabila pemerintah dan DPR membuka ruang dialog sejak tahap awal penyusunan regulasi.

“Ya tentunya selain juga diberikan ruang oleh pemerintah, dan DPR dalam penyusunan undang-undang juga diberikan ruang oleh pemerintah untuk kita memberikan masukan sebelum kebijakan ekonomi diputuskan,” ujarnya.

“Supaya kita di dunia usaha nggak kaget, tiba-tiba ada kebijakan yang kita sama sekali di dunia usaha nggak dilibatkan dan nggak tahu, sehingga tidak efektif undang-undang itu dibuat,” sambung dia.

Ia menambahkan bahwa dinamika global dan ketegangan geopolitik membawa konsekuensi langsung terhadap perekonomian nasional. Menurutnya, perubahan rantai pasok, tekanan perang, hingga fluktuasi perdagangan internasional harus diantisipasi secara matang oleh dunia usaha dan pemerintah.

“Ya banyak ancaman, di samping ancaman perang yang terjadi di luar sana yang menekan ekonomi kita, kemudian perubahan mata rantai tata kelola ekspor-impor, dan seterusnya. Ini juga sudah kita mengantisipasi, termasuk juga perkembangan politik dalam negeri yang juga kita antisipasi,” kata Bamsoet.

Ia menyoroti bahwa sejumlah kebijakan penegakan hukum di dalam negeri juga berdampak pada iklim ekonomi. Bamsoet menilai antisipasi harus dilakukan agar langkah pemerintah tidak kontraproduktif terhadap pertumbuhan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Misalnya reformasi polri, kemudian hal-hal lain yang mau nggak mau menyentuh juga kepentingan ekonomi. Satgas-satgas yang dibuat oleh pemerintah untuk menindak tegas kejahatan-kejahatan ekonomi di sektor perkebunan, tambang, dan seterusnya juga terus cermati dan sampai ini justru backfire bagi pertumbuhan ekonomi kita,” ujarnya.

Bamsoet menegaskan, kesiapan dunia usaha menghadapi ancaman global harus dibarengi dengan komunikasi yang erat antara pemerintah, regulator, dan pelaku usaha agar stabilitas pertahanan dan ekonomi tetap terjaga. (agr/rpi)

Komentar

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Duka Mendalam Siswa SD Bunuh Diri di NTT, Keluarga Dapat Trauma Healing hingga Bantuan

Duka Mendalam Siswa SD Bunuh Diri di NTT, Keluarga Dapat Trauma Healing hingga Bantuan

Pascakejadian tersebut, Polda NTT mengirim tim konselor psikologi untuk memberikan trauma healing serta menyalurkan bantuan kepada keluarga korban.
Bakal Nyusul Main di Liga Indonesia? 3 Pemain Timnas Ini Jadi Sorotan

Bakal Nyusul Main di Liga Indonesia? 3 Pemain Timnas Ini Jadi Sorotan

"Gelombang mudik" pemain naturalisasi Timnas Indonesia ke kompetisi Super League diprediksi masih akan berlanjut. Setelah Shayne Pattynama dan Dion Markx lebih
Dikunjungi John Herdman di Sesi Latihan Sassuolo, Jay Idzes Terima Kabar soal Nasibnya dari Media Italia

Dikunjungi John Herdman di Sesi Latihan Sassuolo, Jay Idzes Terima Kabar soal Nasibnya dari Media Italia

Kapten Timnas Indonesia, Jay Idzes, tampaknya menerima kabar soal nasibnya dari media Italia. Di sisi lain, dia menerima kunjungan dari pelatih John Herdman.
Aksinya Terekam CCTV, Viral di Media Sosial Pria Diduga Bawa Anak-Istri Curi Paket Milik Kurir di Kalibata

Aksinya Terekam CCTV, Viral di Media Sosial Pria Diduga Bawa Anak-Istri Curi Paket Milik Kurir di Kalibata

Sebuah video viral di media sosial memperlihatkan aksi seorang pria melakukan aksi pencurian paket milik kurir di kawasan Kampung Pulo Kalibata, Kecamatan Pancoran, Jakarta Selatan.
Detik-detik Kecelakaan Maut di Andara Jaksel, Pemotor Tewas Usai Tabrak Mikrotrans JakLingko

Detik-detik Kecelakaan Maut di Andara Jaksel, Pemotor Tewas Usai Tabrak Mikrotrans JakLingko

Kecelakaan lalu lintas terjadi di Jalan Andara Raya, Cilandak, Jakarta Selatan, Rabu dini hari, 4 Februari 2026.
Abu Dhabi Open 2026: Perjuangan Janice Tjen Terhenti di Babak Kedua Nomor Tunggal Usai Tumbang dari Petenis Unggulan

Abu Dhabi Open 2026: Perjuangan Janice Tjen Terhenti di Babak Kedua Nomor Tunggal Usai Tumbang dari Petenis Unggulan

Petenis Indonesia, Janice Tjen dipaksa gigit jari usai menelan kekalahan dari pemain unggulan, Liudmila Samsonova di babak kedua Abu Dhabi Open 2026.

Trending

Fakta-Fakta Anak SD di NTT Bunuh Diri Karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena Seharga Rp10 Ribu, Akhiri Hidup di Pohon Cengkeh hingga Gambar Dirinya Menangis

Fakta-Fakta Anak SD di NTT Bunuh Diri Karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena Seharga Rp10 Ribu, Akhiri Hidup di Pohon Cengkeh hingga Gambar Dirinya Menangis

Fakta-fakta memilukan kelas IV anak SD di Nusa Tenggara Timur (NTT) bunuh diri karena tak mampu membeli buku dan pena seharga Rp10 ribu akhirnya terungkap. Dia mengakhiri hidup di pohon cengkeh.
Bukan Bukti Hak! Ini 10 Surat Tanah yang Sudah Tidak Berlaku Sejak 2 Februari 2026

Bukan Bukti Hak! Ini 10 Surat Tanah yang Sudah Tidak Berlaku Sejak 2 Februari 2026

Berikut ini adalah 10 surat tanah yang sudah tidak berlaku lagi sejak 2 Februari 2026.
Dugaan Penyebab Anak SD Bunuh Diri di NTT, Diungkap dalam Surat Berisi Kekecewaan pada Ibunya Viral

Dugaan Penyebab Anak SD Bunuh Diri di NTT, Diungkap dalam Surat Berisi Kekecewaan pada Ibunya Viral

Kabar anak SD, YBS (10) bunuh diri di Ngada, NTT, Kamis (29/1/2026), viral. Isi pesan di surat wasiat pada ibunya diduga menjadi penyebab gantung diri heboh.
Ditulis Pakai Bahasa Bajawa, Anak Kelas IV SD di NTT yang Bunuh Diri di Pohon Cengkeh Karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena Seharga Rp10 Ribu Minta Sang Ibu Tak Mencarinya

Ditulis Pakai Bahasa Bajawa, Anak Kelas IV SD di NTT yang Bunuh Diri di Pohon Cengkeh Karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena Seharga Rp10 Ribu Minta Sang Ibu Tak Mencarinya

Ditulis pakai bahasa Bajawa, anak kelas IV SD di Kecamatan Jerebuu, Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT) berpesan agar sang ibu untuk tak mencarinya.
Isi Surat Memilukan Bocah SD di NTT Nekat Bunuh Diri karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena: Mama Saya Pergi Dulu

Isi Surat Memilukan Bocah SD di NTT Nekat Bunuh Diri karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena: Mama Saya Pergi Dulu

Begini isi surat memilukan yang ditulis bocah SD di NTT yang nekat bunuh diri karena tak mampu membeli buku dan pena. Surat tersebut ditujukan untuk ibunya.
Terang-terangan 3 Pemain Asing dan Keturunan Ini Nyatakan Ingin Bela Timnas Indonesia

Terang-terangan 3 Pemain Asing dan Keturunan Ini Nyatakan Ingin Bela Timnas Indonesia

Pelatih Timnas Indonesia John Herdman membuka peluang hadirnya tambahan pemain naturalisasi guna memperkuat Skuad Garuda. Di era kepemimpinannya, sejumlah ... -
Heboh Pengakuan Artis Denada Akui Ressa sebagai Anak, Ingatkan Ceramah Buya Yahya Ada Orang Tua Zalim

Heboh Pengakuan Artis Denada Akui Ressa sebagai Anak, Ingatkan Ceramah Buya Yahya Ada Orang Tua Zalim

Kasus dugaan penelantaran anak yang menyeret nama artis Denada menjadi sorotan publik. Kini sudah mengakui Ressa sebagai anak.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT