Bantah Isu Tambang di Balik Pencopotan Gus Yahya, Khatib Syuriyah Tegaskan Alasan Sebenarnya
- ANTARA
Jakarta, tvOnenews.com - Khatib Syuriyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Sarmidi Husna menegaskan persoalan tambang bukan masalah utama yang menggulingkan Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya dari ketua umum.
"Kalau isu tambang itu sebenarnya bukan bagian dari dasar dari masalah ini," kata dia di Jakarta, Kamis (27/11/2025).
Sarmidi mengungkapkan, pada rapat harian syuriyah terdapat sejumlah poin yang betul-betul membuat Gus Yahya harus di turun dari jabatan Ketua Umum PBNU.
Salah satunya soal mengundang narasumber yang terindikasi dari Zionis saat mengisi di AKN (Akademi Kepemimpinan NU).
"Pengurus Harian Syuriyah itu menganggap mengundang orang, narasumber yang pro-Zionis itu merusak reputasi perkumpulan, merusak nama baik perkumpulan, dan itu juga melanggar Qanun Asasi dan paham Ahlussunnah wal Jamaah An-Nahdliyah," jelasnya.
Selain itu soal tata kelola keuangan PBNU dinilai bermasalah di bawah kepemimpinan Gus Yahya.
Disebutkan bahwa terdapat indikasi pelanggaran hukum syariat, ketentuan perundang-undangan, Anggaran Rumah Tangga NU Pasal 97-99, serta aturan organisasi lainnya sehingga dianggap berisiko bagi keberlangsungan badan hukum PBNU.
"Kalau kita melihat data yang ada, itu benar. Benar adanya ada aliran yang masuk itu. Tapi secara rinci itu kami memang tidak bisa menjelaskan secara rinci di depan panjenengan semuanya," ujarnya.
Sebelumnya, kabar soal konflik internal PBNU diduga disebabkan karena pengelolaan tambang santer diberitakan.
Hal itu diungkapkan oleh Mantan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan HAM RI (Menkopolhukam) Mahfud MD melalui podcast Terus Terang di kanal Youtube pribadinya @MahfudMDOfficial.
"Apalagi isunya kan soal tambang ya, saya sudah bicara ke dalam itu asal muasalnya soal pengelolaan tambang," kata dia.
Kendati demikian di dalam konflik ini Mahfud MD enggan berpihak kepada siapapun. Ia hanya menginkan agar NU ini tetap selamat.
"Sudahlah lupakan itu semua, bersatu sekarang kembali, itu demi NU-nya, kita malu lah soal tambang," jelasnya.
Di sisi lain, Mahfud MD pun melakukan kilas balik saat tahun 2012 yang saat itu ia memutus pembubaran BP Migas, karena menurutnya pengelolaan tambang di Indonesia dipenuhi oleh korupsi.
Load more