News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Porfil Singkat Gembong Narkoba 2 Ton Sabu Senilai Rp5 Triliun, Dewi Astutik Bagian Jaringan Golden Triangle

Dewi Astutik, belakangan ini namanya mencuat, karena ia merupakan gembong narkoba jenis sabu 2 ton senilai Rp5 T. Dewi Astutik dibekuk BNN, di Kamboja.
Selasa, 2 Desember 2025 - 20:27 WIB
Detik-detik Penangkapan Gembong Narkoba 2 Ton Sabu Dewi Astutik di Kamboja: Bermula 17 November
Sumber :
  • istimewa

Jakarta, tvOnenews.com - Dewi Astutik, belakangan ini namanya mencuat, karena ia merupakan gembong narkoba jenis sabu 2 ton senilai Rp5 Triliun. Bahkan, baru-baru ini, Dewi Astutik dibekuk BNN, di Sihanoukville, Kamboja.

Setelah dibekuk BNN RI, Kepala BNN, Komjen Suyudi Ario Seto bocorkan peran gembong narkoba jenis sabu 2 ton senilai Rp 5 triliun, Dewi Astutik. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kata Kepala BNN, Komjen Suyudi Ario Seto, Dewi Astutik selama ini memiliki peran sebagai perekrut dari jaringan perdagangan narkotika Asia-Afrika. 

Menurutnya, Dewi juga menjadi DPO (daftar pencarian orang) negara Korea Selatan.

Buronan Interpol Dewi Astutik
Buronan Interpol Dewi Astutik
Sumber :
  • ist

"Dewi merupakan rekrutmen dari jaringan perdagangan narkotika Asia Afrika dan juga menjadi  dari negara Korea Selatan,” ungkapnya kepada wartawan Selasa (2/12/2025).

Komjen Suyudi menuturkan Dewi ditangkap bersama seorang pria di area lobi hotel.

Penangkapan aktor utama penyelundupan dua ton sabu senilai Rp5 triliun itu terjadi pada Senin (1/12/2025).

“Dewi ditangkap berada dalam kendaraan Toyota Prius berwarna putih setelah keluar dari salah satu hotel di Sihanoukville, Kamboja," ungkapnya.

"Target berhasil ditangkap ketika sedang bersama dengan seorang laki-laki,” lanjutnya menjelaskan.

Selain itu, Dewi Astutik masuk dalam jaringan Golden Triangle dan Golden Crescent. Jejaring ini diketahui beraktivitas dalam pengambilan dan distribusi narkotika berbagai jenis, termasuk kokain, sabu, dan ketamin, menuju Asia Timur dan Asia Tenggara.

Berdasarkan hasil analisis, selain Dewi terdapat nama lainnya seperti gembong narkoba lain yakni Freddy Pratama.

Kemudian, Kepala BNN itu menjelaskan alasan Dewi sulit ditangkap karena sering pindah dari negara ke negara lain.

Seusai diamankan, Dewi dipindahkan ke Phnom Penh untuk proses verifikasi identitas dan penyerahan resmi antarotoritas.

Dewi Astutik dipulangkan ke Indonesia melalui Bandara Soekarno-Hatta, Selasa (2/12/2025) sore.

Setiba di Indonesia, Dewi Astutik akan menjalani pemeriksaan intensif untuk mengungkap alur pendanaan, logistik, dan pihak-pihak yang terlibat dalam jaringan internasional yang beroperasi ke sejumlah negara. 

Lantas, siapa sebenarnya sosok Dewi Astutik?

Berdasarkan data dari BNN, Dewi Astutik merupakan wanita kelahiran Ponorogo, Jawa Timur, pada 8 April 1983. Saat ditangkap, ia berumur 42 tahun.

Berdasarkan data Kartu Tanda Penduduk, Dewi Astutik berdomisili di Dusun Sumber Agung, Desa/Kecamatan Balong, Ponorogo.

Fakta ini dibenarkan oleh Kepala Dusun Sumber Agung, Gunawan.

Gunawan mengakui foto sosok perempuan yang menjadi buronan itu adalah warganya.

Namun bukan Dewi Astutik, identitas nama aslinya berinisial PA.

Diduga ia memalsukan identitas dengan milik seorang anggota keluarganya.

“Nama Dewi Astutik tidak ada. Tetapi alamat itu memang warga sini. Fotonya juga kenal," ungkapnya.

Gunawan jelaskan, yang bersangkutan memang sudah lama pamit kerja ke luar negeri.

Dewi Astutik sudah pindah-pindah negara.

"Ia pernah bekerja di Hongkong dan Taiwan, dan terakhir ini katanya di Kamboja,” jelasnya.

Dilansir dari bnn.go.id, kasus yang melibatkan Dewi Astutik terjadi pada Mei 2025 lalu.

Licinnya Pergerakan Gembong Narkoba Dewi Astutik, Kepala BNN: Bagian dari Jaringan Internasional
Licinnya Pergerakan Gembong Narkoba Dewi Astutik, Kepala BNN: Bagian dari Jaringan Internasional
Sumber :
  • istimewa

Tim gabungan dari BNN dan TNI-Polri menghentikan Kapal Motor Sea Dragon Tarawa di perairan Kepulauan Riau, pada Rabu (21/5/2025), pukul 00.05 WIB.

Pada saat penggeledahan, Tim Gabungan menemukan 31 (tiga puluh satu) kardus berwarna cokelat berbungkus plastik bening berisi puluhan bungkus plastik kemasan teh Guanyinwang warna hijau. 

Bungkusan tersebut berisi serbuk kristal yang diduga mengandung narkotika jenis sabu.

Selain itu, Tim Gabungan juga menemukan 36 (tiga puluh enam) kardus berwarna cokelat pada tangki bahan bakar bagian bawah kapal. 

Sehingga total keseluruhan barang bukti yang ditemukan di kapal Sea Dragon Tarawa berjumlah 67 (enam puluh tujuh) kardus berisi 2.000 (dua ribu) bungkus sabu dengan total berat 2 toh.

Dalam pengungkapan kasus ini diamankan enam orang tersangka yang terdiri dari empat orang warga negara Indonesia (WNI), yakni HS, LC, FR, dan RH. 

Sementara ada dua warga negara asing (WNA) asal Thailand, berinisial WP dan TL.

Belakangan nama Dewi Astutik muncul karena diduga tiket dari tangan tersangka dipesan orang yang berhubungan dengan Dewi Astutik.

Selain itu, Dewi Astutik diketahui telah bergabung dengan jaringan narkoba internasional, Golden Triangle.

Dalam organisasi itu, Dewi Astutik memiliki peran signifikan dalam hal peredaran narkoba.

Ia merupakan pemimpin sekaligus perekrut kurir-kurir yang kebanyakan berasal dari Indonesia.

Jajak Singkat aringan Golden Triangle

Golden Triangle atau dalam Bahasa Indonesianya berarti Segitiga Emas mengacu pada negara Thailand, Laos, dan Myanmar.

Kantor Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk Narkoba dan Kejahatan (UNODC) melaporkan pada Mei 2025, produksi dan perdagangan gelap narkoba sintetis dari Segitiga Emas telah meningkat secara eksponensial beberapa tahun terakhir.

Pertumbuhan pesat ini telah menyebabkan rekor jumlah penyitaan metamfetamin di Asia Timur dan Tenggara, dengan total 236 ton, menandai peningkatan 24 persen dibandingkan tahun 2023.

"236 ton tersebut hanya mewakili jumlah yang disita, sebenarnya jauh lebih banyak metamfetamin yang masuk ke pasar," ujar Benedikt Hofmann, Pelaksana Tugas Perwakilan Regional UNODC untuk Asia Tenggara dan Pasifik, dikutip dari unodc.org. 

"Meskipun penyitaan ini sebagian mencerminkan keberhasilan upaya penegakan hukum, kami jelas melihat tingkat produksi dan perdagangan metamfetamin yang belum pernah terjadi sebelumnya dari Segitiga Emas, khususnya Negara Bagian Shan (Myanmar)," tambahnya.

Benedikt menyebut, meningkatnya perdagangan narkoba karena krisis yang sedang berlangsung di Myanmar.

"Kombinasi konflik dan stabilitas ini telah menciptakan kondisi yang menguntungkan bagi perluasan produksi narkoba, yang berdampak pada negara-negara di kawasan ini dan sekitarnya," katanya.

Di saat yang sama, kelompok-kelompok penyelundup narkoba transnasional semakin memanfaatkan rute-rute perdagangan yang baru muncul untuk menghindari deteksi penegak hukum.

“Rute perdagangan manusia yang menghubungkan Kamboja dengan Myanmar, terutama melalui Republik Demokratik Rakyat Laos, telah berkembang pesat,” tambah Inshik Sim, Analis Utama Kantor Regional UNODC untuk Asia Tenggara dan Pasifik.

“Koridor lain yang semakin signifikan melibatkan rute perdagangan manusia laut yang menghubungkan Malaysia, Indonesia, dan Filipina, dengan Sabah di Malaysia sebagai pusat transit utama," lanjutnya.

Kelompok-kelompok ini telah menunjukkan kelincahan yang luar biasa dalam merespons tekanan penegak hukum, sebagaimana dibuktikan oleh meluasnya lokasi produksi ketamin dan bahan kimia prekursor terkait, yang kini telah menjangkau sebagian besar negara-negara di hilir Sungai Mekong. 

Baru-baru ini, pihak berwenang di Vietnam membongkar sebuah fasilitas berskala industri pada Maret 2025.

Contoh lain adalah meningkatnya produksi ilegal produk farmasi, terutama etomidate dan analognya, yang dirancang untuk menghindari pengawasan zat-zat baru. 

Laporan ini juga menggarisbawahi meningkatnya penggunaan teknologi di seluruh rantai kejahatan terkait narkoba, mulai dari perencanaan, koordinasi, dan pelaksanaan perdagangan hingga transaksi keuangan dan pencucian uang yang terkait dengan perdagangan narkoba sintetis.

"Dengan melonjaknya produksi dan perdagangan narkoba sintetis di kawasan ini, sebagian besar negara melaporkan peningkatan penggunaan metamfetamin dan ketamin secara keseluruhan," ujar Hofmann. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Namun, di beberapa negara, kami melihat penurunan jumlah pengguna narkoba muda yang dirawat di fasilitas perawatan, yang mungkin disebabkan oleh kampanye pencegahan penyalahgunaan narkoba yang menyasar populasi muda," tambahnya. 

"Peningkatan investasi dalam strategi pencegahan dan pengurangan pasokan akan menjadi kunci bagi kawasan ini." beber Hofmann. (aag)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Harga Emas Antam Hari Ini 3 November 2026 Naik Jadi Rp2.541.000 per Gram, Pertimbangkan Jika Mau Menjual

Harga Emas Antam Hari Ini 3 November 2026 Naik Jadi Rp2.541.000 per Gram, Pertimbangkan Jika Mau Menjual

Harga emas Antam hari ini 3 November 2026 terpantau mengalami kenaikan jadi Rp2.541.000 per gram. Pertimbangkan jika berencana menjual.
Cristiano Ronaldo Absen dalam Laga Tandang Al Nassr di ACL, Ini Alasannya

Cristiano Ronaldo Absen dalam Laga Tandang Al Nassr di ACL, Ini Alasannya

Cristiano Ronaldo dipastikan absen saat Al Nassr menghadapi Pakhtakor di Liga Champions Asia. Keputusan ini muncul di tengah meningkatnya kekhawatiran keamanan.
Kejar Target Swasembada Gula Dua Tahun, Peremajaan Sistem Ratoon Tebu Diperluas ke Jatim‑Jateng

Kejar Target Swasembada Gula Dua Tahun, Peremajaan Sistem Ratoon Tebu Diperluas ke Jatim‑Jateng

Salah satu langkah utama yang digenjot adalah program peremajaan sistem ratoon tebu, yang kini diperluas ke sentra‑sentra produksi di Jawa Timur dan Jawa Tengah, dengan pelaksanaan terbaru di Kabupaten Klaten.
Mangkir Dua Kali, KPK "Belum Berniat" Layangkan Panggilan Ulang ke Nusron Wahid

Mangkir Dua Kali, KPK "Belum Berniat" Layangkan Panggilan Ulang ke Nusron Wahid

KPK belum berniat melakukan pemanggilan ulang terhadap Menteri ATR/BPN Nusron Wahid. Juru Bicara KPK Budi Prasetyo menjelaskan saat ini KPK hanya tengah melakukan analisis terkait alasan Nusron Wahid tak memenuhi dua panggilan pemeriksaannya sebagai saksi.
Wardatina Mawa Pertanyakan Niat Inara Rusli Beri Kado untuk Anaknya: Untuk Apa?

Wardatina Mawa Pertanyakan Niat Inara Rusli Beri Kado untuk Anaknya: Untuk Apa?

Wardatina Mawa menanggapi Inara Rusli beri kado untuk anaknya. Ia mempertanyakan maksud pemberian tersebut dan menyinggung soal permintaan maaf.
Megawati Hangestri Berpeluang Cetak Rekor Sempurna di Liga Voli Korea, IBK Altos Jadi Ujian Pertama Bersama Hyundai Hillstate

Megawati Hangestri Berpeluang Cetak Rekor Sempurna di Liga Voli Korea, IBK Altos Jadi Ujian Pertama Bersama Hyundai Hillstate

Megawati Hangestri berpeluang mencatatkan rekor saat debut bersama Hyundai Hillstate di Liga Voli Korea 2026-2027. Catatan impresif tersebut bisa ia bukukan saat laga perdana melawan IBK Altos pada Selasa (3/11/2026) pukul 17.00 WIB.

Trending

PKS Berduka, Perancang Logo Baru Partai Ndang Sutisna Meninggal Dunia

PKS Berduka, Perancang Logo Baru Partai Ndang Sutisna Meninggal Dunia

PKS sampaikan pesan belasungkawa atas meninggalnya Ndang Sutisna, perancang logo baru partai yang karyanya menjadi identitas visual PKS.
Herri Pras Lapor Polisi setelah Dirinya Viral Digeruduk oleh Sekelompok OTK

Herri Pras Lapor Polisi setelah Dirinya Viral Digeruduk oleh Sekelompok OTK

Konten kreator Herri Pras melaporkan peristiwa dirinya digeruduk hingga diduga mendapat aksi provokasi oleh sekelompok orang tidak dikenal (OTK) ke polisi.
Siapa Yudi Cahyadi? Petarung MMA yang Diduga Terlibat dalam Aksi Intimidasi terhadap Herri Pras

Siapa Yudi Cahyadi? Petarung MMA yang Diduga Terlibat dalam Aksi Intimidasi terhadap Herri Pras

Nama Yudi Cahyadi mendadak jadi perbincangan setelah atlet MMA itu diduga terlibat dalam aksi intimidasi serta kekerasan terhadap konten kreator Herri Pras.
Kabar Duka, Hakim Pengadilan Negeri Koto Baru Mercy Monica Yolanda Meninggal Dunia

Kabar Duka, Hakim Pengadilan Negeri Koto Baru Mercy Monica Yolanda Meninggal Dunia

Kabar duka datang dari lingkungan peradilan di Indonesia. Hakim Pengadilan Negeri Koto Baru, Mercy Monica Yolanda, S.H., M.Kn., dikabarkan meninggal dunia.
DPR Desak Kapolri Copot Kapolda Jateng, Buntut Polemik Penggeledahan Ponpes Putri di Sukoharjo

DPR Desak Kapolri Copot Kapolda Jateng, Buntut Polemik Penggeledahan Ponpes Putri di Sukoharjo

Anggota Komisi III DPR RI Fraksi PKB, Abdullah mendesak Kapolri agar tidak segan memberhentikan pejabat kepolisian yang bertanggung jawab atas operasi tersebut.
Postingan Terbaru Herri Pras Usai Rumahnya Didatangi Sekelompok OTK: Kutip Hadis Nabi

Postingan Terbaru Herri Pras Usai Rumahnya Didatangi Sekelompok OTK: Kutip Hadis Nabi

Setelah mendapat intimidasi dari OTK, Herri Pras mengutip hadis Bukhari Muslim soal definisi orang kuat yang mampu menahan amarahnya, bukan yang jago bertarung.
Hasil Pemain Timnas Indonesia di Mancanegara: Jay Idzes Akhirnya Bawa Kabar Superbahagia untuk John Herdman

Hasil Pemain Timnas Indonesia di Mancanegara: Jay Idzes Akhirnya Bawa Kabar Superbahagia untuk John Herdman

Kapten Timnas Indonesia, Jay Idzes, akhirnya membawakan kabar yang sangat membahagiakan untuk John Herdman. Sebab, sang bek tengah kini sudah pulih dan kembali bermain.
Selengkapnya

Viral