GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Dewi Astutik: Berawal Jualan Nasi, Ikut Scamming Hingga Jadi Gembong Narkoba

Gembong narkoba, Dewi Astutik (42) alias Paryatin alias Mami kini menjadi perbincangan publik. Hal ini karena, ia merupakan gembong narkoba jenis sabu 2 Ton
Sabtu, 6 Desember 2025 - 17:19 WIB
Dewi Astutik: Berawal Berjualan Nasi, Ikut Samming Hingga Jadi Gembong Narkoba
Sumber :
  • istimewa - Doc BNN

Jakarta, tvOnenews.com - Gembong narkoba, Dewi Astutik (42) alias Paryatin alias Mami kini menjadi perbincangan publik. Hal ini karena, ia merupakan gembong narkoba jenis sabu 2 Ton senilai Rp5 Triliun, yang dibekuk BNN di Kamboja.

Bahkan, usai Dewi Astutik ditangkap BNN, nama aslinya pun terungkap. Bahkan jejak perjalanannya menggeluti bisnis haram tersebut.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Jejak itu, dibeberkan oleh Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Komjen Suyudi Ario Seto, yang menceritakan awal mula Dewi Astutik menjadi bandar narkoba.

Ia menceritakan bahwa  Dewi sebenarnya hanya Tenaga Kerja Wanita (TKW) biasa pada awalnya. Sebelum di Kamboja, Dewi pernah bekerja di Taiwan dan Hongkong.

Licinnya Pergerakan Gembong Narkoba Dewi Astutik, Kepala BNN: Bagian dari Jaringan Internasional
Licinnya Pergerakan Gembong Narkoba Dewi Astutik, Kepala BNN: Bagian dari Jaringan Internasional
Sumber :
  • istimewa
  

"Keberadaan PAR alias Dewi pernah menjadi TKW di Taiwan dan Hong Kong. Maka sebelum di Kamboja tahun 2023, PAR alias Dewi belum memiliki rekam jejak kriminal," ungkap Suyudi, Jumat (5/12/2025).

Ia kemudian pamit kepada keluarganya di Ponorogo hendak kembali bekerja sebagai TKW pada 2023.

Saat tiba di Kamboja pada 2023, Dewi terjerumus ke bisnis ilegal karena tergiur mendapatkan uang secara cepat.

Bahkan, Dewi Astutik sempat ikut dalam sindikat scamming atau penipuan di Kamboja saat modus tersebut merebak.

"PAR alias Dewi awalnya menjadi TKW di Kamboja, lalu mulai bersentuhan dengan fenomena scamming yang marak di Kamboja karena cepat menghasilkan uang," kata Suyudi.

Dewi baru berkenalan dengan bisnis narkoba internasional setelah bertemu warga negara (WN) Nigeria berinisial DON pada awal 2024.

Selama keduanya di Kamboja, DON menjadi caretaker dan godfather DA.

Bisnis narkoba itu berkembang hingga menjadi jaringan internasional Asia-Afrika.

"DON inilah yang menjadi caretaker dan godfather PAR alias Dewi Astutik selama di Kamboja dan memulai merambah ke bisnis narkotika, dan PAR bertugas merekrut para kurir," ungkap Suyudi.

"Di Kamboja, Dewi merasa bisa kendalikan semua jaringan dengan uang," imbuhnya.

Sejak berkenalan dengan DON, Dewi berperan sebagai rekruter kurir narkoba.

Ia mengincar warga negara Indonesia (WNI) yang menganggur di Kamboja.

Mereka kemudian ditawari Dewi untuk menjadi kurir narkoba dengan sejumlah negara sasaran di wilayah Asia-Afrika.

"Berdasar pendalaman Paryatin (Dewi), khusus merekrut WNI yang jobless (penganggur) di Kamboja, serta kawan-kawan kurir yang bersedia bergabung," beber Suyudi.

"Daerah operasi (pengedaran) berdasarkan hasil pendalaman dan analisa, yaitu Indonesia, Kamboja, Laos, Hongkong, Korea Selatan, Brasil, Ethiopia," jelasnya.

Detik-detik Penangkapan Gembong Narkoba 2 Ton Sabu Dewi Astutik di Kamboja: Bermula 17 November
Detik-detik Penangkapan Gembong Narkoba 2 Ton Sabu Dewi Astutik di Kamboja: Bermula 17 November
Sumber :
  • istimewa

Terpisah, Kepala Dusun Tenun, Desa Broto, Kecamatan Slahung, Kabupaten Ponorogo, Didik Harirawan, mengungkap sosok Dewi Astutik. Dia adalah salah seorang warga yang bertempat tinggal di lingkungan tersebut.

Kata dia, Dewi Astutik, pernah pulang ke Ponorogo, Jawa Timur. Ketika itu, dia berjualan nasi bungkus. Selama berada di Ponorogo, Dewi Astutik tinggal di rumah orangtua, Nyoimen-Kusni.

“Waktu pulang 2023 lalu jalan nasi bungkus keliling. Jadi setahu saya di rumah buka pemancingan juga. Terus kalau ada wayang reog itu buka lapang jalan nasi,” ungkap Didik Harirawan pada Rąbu (3/12/2025).

Sementara, sang suami Dewi Astutik alias Pariyatin, Sarno ceritakan, bahwa istrinya bekerja ke luar negeri sebagai Pekerja Migran Indonesia (PMI)  dari masih single.

Kemudian menikah dengan dirinya tahun 2009 dan berangkat lagi ke Taiwan 2013 lalu.

Dia merasa syok setelah mengetahui kabar penangkapan.

“Iya kemarin waktu pulang setahun sebelum pamit ke Taiwan ternyata ke Kamboja, istri saya (Dewi Astutik alias Paryatin) jualan nasi,” pungkasnya.

Sarno, mengaku syok dan pasrah dengan kondisi yang ada.

"Saya syok, tapi saya pasrah. Lihat di foto benar itu istri saya (Dewi Astutik alias Pariyatin),” jelasnya.

Kemudian, saat disinggung Dewi Astutik dibekuk BNN, suaminya terkejut. 

“Sebelum puasa, tahun 2024. Pamitnya ke rumah bosnya yang dulu di Taiwan,” kata Sarno.

Namun, Dewi Astutik malah ditangkap di Kamboja sebagai Gembong Narkoba Internasional. Beda negara dengan Dewi Astutik yang pamit kepada Sarno, suaminya 

“Ya pamitnya kayak gitu (berangkat ke Taiwan). Aku ngga tau sama sekali. Katanya ke rumah majikan yang dulu. Sudah itu gak tau kemana-mana,” jelasnya.

Sarno mengaku syok ketika muncul berita ditangkapnya Dewi Astutik. Diyakinkan lagi dengan foto yang ada.

“Di media ada fotonya, saya syok dan kaget. Tapi saya pasrah. Di rumah saja susah didiknya. Tapi ya gimana,” jelasnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Ditanya perihal sepak terjang istrinya tentang Gembong Narkoba Internasional? Sarno mengklaim tidak mengetahui apa-apa.

“Soal gembong narkoba? Saya tidak tahu, soal sepak terjangnya gak tahu saya. Tahunya kerja sebagai TKW, pembantu rumah tangga,” bebernya. (aag)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Truk Pengangkut Sapi Terguling di Cikaledong Bandung, Tiga Ekor Sapi Kabur dan Ada Korban Tewas

Truk Pengangkut Sapi Terguling di Cikaledong Bandung, Tiga Ekor Sapi Kabur dan Ada Korban Tewas

Sebuah truk pengangkut sapi terguling di tanjakan Cikaledong, Kabupaten Bandung, pada Rabu (18/3/2026) pagi.
Lonjakan Pemudik Capai 70 Persen, Pelabuhan Tobaku Tambah Jadwal Penyeberangan

Lonjakan Pemudik Capai 70 Persen, Pelabuhan Tobaku Tambah Jadwal Penyeberangan

3 hari jelang Hari Raya Idul Fitri, arus mudik Pelabuhan Penyeberangan Tobaku melonjak signifikan. Otoritas pelabuhan catat penumpang meningkat hingga 70 persen
Naik Rp8.000, Harga Emas Antam Hari Ini 18 Maret 2026 Berada di Angka Rp2.996.000 per Gram

Naik Rp8.000, Harga Emas Antam Hari Ini 18 Maret 2026 Berada di Angka Rp2.996.000 per Gram

Naik Rp8.000, harga emas Antam hari ini 18 Maret 2026 berada di angka Rp2.996.000 per gram.
Teks Khutbah Idul Fitri 1447 H: Menghidupkan Nilai-Nilai Ramadhan di Bulan Syawal

Teks Khutbah Idul Fitri 1447 H: Menghidupkan Nilai-Nilai Ramadhan di Bulan Syawal

Berikut teks khutbah khusus Idul Fitri. Semoga kebiasaan baik di Ramadhan bisa diteruskan di bulan Syawal
Mendagri Tito: Kolaborasi Kunci Atasi Backlog Perumahan Nasional

Mendagri Tito: Kolaborasi Kunci Atasi Backlog Perumahan Nasional

Mendagri Muhammad Tito Karnavian menegaskan bahwa kolaborasi lintas sektor menjadi kunci utama dalam mengatasi backlog perumahan nasional yang masih cukup besar.
Konflik Timur Tengah Memanas, Kemenhub Ungkap Nasib Dua Pesawat Beserta Penumpang yang Masih Tertahan di Indonesia

Konflik Timur Tengah Memanas, Kemenhub Ungkap Nasib Dua Pesawat Beserta Penumpang yang Masih Tertahan di Indonesia

Seiring membaiknya situasi, maskapai mulai mengaktifkan kembali layanan secara bertahap.

Trending

Resmi! AFC Umumkan Hasil Sidang Komite Disiplin dan Etik Terbaru, Sanksi untuk Persib Bandung Pasca Kericuhan di Laga ACL 2 Sudah Keluar?

Resmi! AFC Umumkan Hasil Sidang Komite Disiplin dan Etik Terbaru, Sanksi untuk Persib Bandung Pasca Kericuhan di Laga ACL 2 Sudah Keluar?

AFC kembali mengumumkan hasil sidang Komite Disiplin dan Etik Tebaru pada Selasa (17/3/2026). Apakah sanksi untuk Persib pasca kericuhan di ACL 2 sudah keluar?
Resmi! FIFA Kucurkan Cuan Fantastis dengan Nominal yang Bikin Melongo usai Putros Dipanggil Timnas Irak, Persib Bandung Ketiban Durian Runtuh

Resmi! FIFA Kucurkan Cuan Fantastis dengan Nominal yang Bikin Melongo usai Putros Dipanggil Timnas Irak, Persib Bandung Ketiban Durian Runtuh

Persib Bandung dipastikan menerima dana FIFA dengan nominal fantastis lewat program CBP setelah Frans Putros dipanggil Timnas Irak ke playoff Piala Dunia 2026.
Tiba-tiba Media AS dan Italia Soroti Sejumlah Penggawa Timnas Indonesia, Maarten Paes hingga Emil Audero

Tiba-tiba Media AS dan Italia Soroti Sejumlah Penggawa Timnas Indonesia, Maarten Paes hingga Emil Audero

Timnas Indonesia semakin mendapat perhatian dunia. Hal itu terlihat dari mulai seringnya para pemain skuad Garuda dibahas oleh media asing, mulai dari Amerika -
Dedi Mulyadi Singgung Jabatan Istri Kades Hoho, Akhirnya Terungkap Awal Mula Jadi Sekdes

Dedi Mulyadi Singgung Jabatan Istri Kades Hoho, Akhirnya Terungkap Awal Mula Jadi Sekdes

​​​​​​​Dedi Mulyadi menyinggung jabatan istri Kades Hoho yang menjadi sekdes. Terungkap sang istri sudah dulu menjabat sebelum Hoho Alkaf menjadi kepala desa.
Kontroversi Final! Senegal Dicoret, Maroko Resmi Juara Piala Afrika

Kontroversi Final! Senegal Dicoret, Maroko Resmi Juara Piala Afrika

Maroko resmi dinyatakan sebagai juara Piala Afrika setelah bandingnya dikabulkan Confederation of African Football (CAF) saat berhadapan dengan Senegal.
Update Arus Mudik: Macet Luar Biasa 29 Kilometer di Tol Jakarta-Cikampek, Tol Layang MBZ Sama Padatnya

Update Arus Mudik: Macet Luar Biasa 29 Kilometer di Tol Jakarta-Cikampek, Tol Layang MBZ Sama Padatnya

Memasuki hari yang diprediksi sebagai puncak arus mudik 2026, kemacetan panjang mulai menyergap para pengendara di Ruas Tol Jakarta-Cikampek arah Jawa Tengah. 
Jawab Keresahan, Gubernur KDM Bongkar Penyebab THR PPPK Paruh Waktu di Jabar Dibayar Kecil: Kebentur PP 9 Tahun 2026

Jawab Keresahan, Gubernur KDM Bongkar Penyebab THR PPPK Paruh Waktu di Jabar Dibayar Kecil: Kebentur PP 9 Tahun 2026

Gubernur Jawa Barat (Jabar), Dedi Mulyadi (KDM) mengupas alasan besar Tunjangan Hari Raya (THR) Lebaran 2026 PPPK (P3K) paruh waktu tidak bisa cair sepenuhnya.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT