GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Kaleidoskop 2025: Perseteruan Hercules dengan Sutiyoso hingga Ormas GRIB Jaya di Kasus Sengketa Lahan BMKG

Peristiwa terpilih dalam Kaleidoskop 2025, yakni perseteruan Hercules-Purnawirawan TNI, Sutiyoso hingga ormas GRIB Jaya di kasus sengketa lahan BMKG di Pondok Aren, Tangerang Selatan. Simak di sini!
Minggu, 14 Desember 2025 - 19:50 WIB
Potret anggota Ormas GRIB Jaya Tangerang Selatan di kasus sengketa lahan BMKG & Momen Hercules Rosario Marshal cium tangan Purnawirawan TNI, Sutiyoso
Sumber :
  • Kolase Tim tvOnenews

Kaleidoskop 2025, tvOnenews.com - Sebentar lagi tahun 2025 akan berakhir dan mulai memasuki tahun 2026. Selama di tahun 2025, banyak peristiwa yang terjadi mengenai kasus perseteruan antara dua kelompok maupun antarindividu.

Di pertengahan 2025, kasus perseteruan antara Ketua Umum Ormas GRIB Jaya, Hercules Rosario Marshal dengan Purnawirawan TNI sekaligus mantan Gubernur Jakarta, Sutiyoso.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Tak berselang lama, ormas milik Hercules, GRIB Jaya kembali menuai sorotan. Pasalnya anak buah Hercules menduduki sengketa lahan milik Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

Kedua kasus ini saling erat karena membahas Hercules dan GRIB Jaya. Maka dari itu, kasus Hercules berseteru dengan Sutiyoso hingga ormas GRIB Jaya menguasai sengketa lahan BMKG terpilih dalam tema Kaleidoskop 2025.

Kronologi Hercules Berseteru dengan Sutiyoso

Letjen (Purn) TNI Sutiyoso dan Ketum GRIB Jaya, Hercules
Letjen (Purn) TNI Sutiyoso dan Ketum GRIB Jaya, Hercules
Sumber :
  • Kolase tvOnenews.com

Mulanya Letjen TNI (Purn.) Sutiyoso melontarkan pernyataan mendukung revisi Undang-Undang Ormas. Kala itu, ia meyinggung banyak keresahan akibat keberadaan ormas menggunakan seragam seperti militer dan baret merah ala Kopassus.

"Bahwa saya sangat mendukung Pak Tito Mendagri mau merevisi UU Ormas. Bukan tingkah laku mereka saja yang harus dievaluasi, tapi juga cara berpakaiannya," kata Sutiyoso dalam sebuah sesi wawancara pada April 2025 dikutip tvOnenews.com, Minggu (14/12/2025).

Hercules merasa sorotan dari Sutiyoso tertuju kepada Ormas GRIB Jaya. Ia langsung menyebut mantan Gubernur Jakarta itu "bau tanah" saat hadir di persidangan Razman Nasution di PN Jakarta Utara pada 29 April 2025.

"Kayak Pak Sutiyoso itu ngapain, Pak Sutiyoso itu nggak usahlah menyinggung ormas, sudahlah kalau saya bilang mulutmu sudah bau tanah. Nggak usah singgung kita," respons Hercules.

Gatot Nurmantyo Marah kepada Hercules

Ketua umum GRIB Jaya, Hercules Rosario Marshal dan Eks Panglima TNI, Gatot Nurmantyo.
Ketua umum GRIB Jaya, Hercules Rosario Marshal dan Eks Panglima TNI, Gatot Nurmantyo.
Sumber :
  • Kolase Tim tvOnenews

Mantan Panglima TNI, Jenderal (Purn.) Gatot Nurmantyo murka mendengar pernyataan Hercules. Ia menilai sikap mantan preman legendaris Tanah Abang itu telah di luar batas.

Gatot juga menyayangkan ucapan tersebut tidak sekadar merendahkan Sutiyoso, tetapi telah menyinggung Purnawirawan TNI lainnya.

"Hei, Pak Sutiyoso itu purnawirawan, baret merah dari Kopassus, bintang tiga Letnan Jenderal. Saya juga purnawirawan, tidak kau anggap, ngomong seenak perutmu saja kau," sentil Gatot Nurmantyo kepada Hercules saat berbincang dalam podcast bersama Refly Harun.

Gatot mengungkit masa lalu Hercules. Bagi Gatot, pentolan GRIB Jaya itu hanya seorang Tenaga Bantuan Operasi (TBO) dalam perang Timor Timur.

Hercules Mengalah kepada Sutiyoso dan Berseteru dengan Gatot

Hercules melunak dan meminta maaf kepada Sutiyoso. Akan tetapi, pria berusia 57 tahun itu justru mengecam keras Gatot.

Ia bertanya-tanya kenapa Gatot sebegitu marahnya. Padahal ia tidak pernah menyinggung mantan Panglima TNI itu.

Hercules Sambangi Rumah Sutiyoso

Hercules saat bertemu Sutiyoso
Hercules saat bertemu Sutiyoso
Sumber :
  • Youtube GRIB TV

Hercules bersama tim mendatangi kediaman mantan Kepala BIN itu di Kawasan Cibubur, Rabu (25/5/2025). Ia meminta maaf dengan tulus dan menganggap Sutiyoso sebagai orang tuanya sendiri.

"Mudah-mudahan Bapak terima. Karena saya anggap Bapak ini bapak saya sendiri. Kami ini dididik bapak-bapak dari baret merah, kami diajarin kesetiaan, diajari loyalitas," ucap Hercules sambil mencium tangan Sutiyoso.

Hingga pada akhirnya, Gatot turut meredam perseteruannya dan memaafkan Hercules setelah menyambangi rumah Sutiyoso.

Kasus GRIB Jaya Tangerang Selatan Kuasai Sengketa Lahan BMKG

Posko GRIB Jaya di lahan milik BMKG, Tangerang Selatan dirobohkan, Sabtu (24/5).
Posko GRIB Jaya di lahan milik BMKG, Tangerang Selatan dirobohkan, Sabtu (24/5).
Sumber :
  • tvOnenews.com/Julio Trisaputra

Tak berselang lama, Hercules kembali cobaan bertubi-tubi. Pada Sabtu, 24 Mei 2025, anak buah Hercules dari DPC Ormas GRIB Jaya Tangerang Selatan harus berurusan dengan polisi.

Kombes Ade Ary Syam Indradi yang saat itu menjabat sebagai Kabid Humas Polda Metro Jaya mengatakan, 11 dari 17 orang yang ditangkap merupakan anggota DPC Ormas GRIB Jaya Tangerang Selatan.

Polisi mengamankan beberapa barang bukti, seperti senjata tajam hingga bukti transfer seusai mengamankan belasan anggota DPC GRIB Jaya Tangerang Selatan.

"Ada beberapa atribut, ada rekapan parkir, karcis parkir dari ormas GRIB Jaya, kemudian ada atribut dan bendera ormas itu, ada juga ditemukan senjata tajam. Ada bukti transfer juga ya, dari kedua penyewa kepada Y," ujar Ade Ary.

Kasus saling merebutkan lahan ini bermula saat BMKG ingin melakukan pembangunan gedung arsip BMKG di Pondok Aren, Tangerang Selatan.

Sayangnya ormas yang menduduki lahan tersebut menolak keras adanya penggusuran. Sebab BMKG melaporkan anggota Ormas GRIB Jaya akibat penguasaan lahan seluas 12 hektare.

Alasan GRIB Jaya menduduki sengketa lahan tersebut karena mewakili pihak ahli waris. Ahli waris mengklaim tanah tersebut telah dimiliki keluarga mereka secara turun-menurun.

Para ahli waris mengaku sudah menang terhadap perkara kepemilikan lahan di pengadilan hingga Mahkamah Agung (MA). BMKG merasa pendudukan lahan tersebut telah terjadi selama hampir dua tahun.

BMKG merasa pembangunan gedung arsip di Pondok Aren, Tangerang Selatan terhambat. Sebab pihak GRIB Jaya diduga memaksa pekerja tidak melanjutkan aktivitas pembangunan sehingga harus mengundurkan alat berat.

Polda Metro Jaya bersama tim gabungan menggusur bangunan-bangunan dijadikan posko GRIB Jaya di sengketa lahan tersebut. Pembangunan posko ormas tersebut dinilai tanpa memiliki izin, sehingga 17 orang ditangkap oleh pihak Kepolisian.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Hingga kini, kasus sengketa lahan 12 hektare tersebut masih menjadi polemik yang mengambang. Kedua pihak mempunyai alasan dasar hukum mengenai kepemilikan lahan di Pondok Aren tersebut.

(hap)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Hyundai E&C Hillstate Gagal Pasangkan Vanja-Mega, Pelatih: Masih ada Waktu

Hyundai E&C Hillstate Gagal Pasangkan Vanja-Mega, Pelatih: Masih ada Waktu

Baru berusia 22 tahun, pelatih Hyundai E&C Hillstate, Kang Sung-hyung optimistis pasangan baru ini bisa membangun chemistry dalam waktu singkat.
Buntut Kasus Penitipan Bayi di Bidan Sleman, Polisi Periksa 6 Orangtua

Buntut Kasus Penitipan Bayi di Bidan Sleman, Polisi Periksa 6 Orangtua

Buntut kasus penitipan bayi ke bidan berinisial ORP di Pedukuhan Randu Wonokerso, Kalurahan Hargobinangun, Kapanewon Pakem, Kabupaten Sleman. Kini Polisi identi
Menkeu Purbaya Pastikan Utang Pemerintah RI Masih Aman, Rasio Baru 40,75 Persen dari PDB

Menkeu Purbaya Pastikan Utang Pemerintah RI Masih Aman, Rasio Baru 40,75 Persen dari PDB

Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa memastikan utang pemerintah RI masih aman. Rasio utang tercatat 40,75 persen dari PDB per Maret 2026.
Polisi Beberkan Fakta Baru dalam Kasus Praktik Penitipan Bayi oleh Bidan di Sleman

Polisi Beberkan Fakta Baru dalam Kasus Praktik Penitipan Bayi oleh Bidan di Sleman

Polisi beberkan fakta baru dalam kasus praktik penitipan bayi oleh bidan berinisial ORP yang diselidiki polisi di Kapanewon Gamping, Sleman. Kemudian polisi
Gara-gara Megawati Hangestri, Volimania Indonesia Serbu Hyundai Hillstate

Gara-gara Megawati Hangestri, Volimania Indonesia Serbu Hyundai Hillstate

Megawati Hangestri resmi gabung Hyundai Hillstate untuk V-League Korea 2026/2027. Pengumuman itu langsung buat volimania Indonesia ramai menyerbu medsos klub.
Kembali ke Piala Asia Setelah 40 Tahun, Singapura Pilih Tim yang Bisa Keluar dari Zona Nyaman pada FIFA Matchday Juni 2026

Kembali ke Piala Asia Setelah 40 Tahun, Singapura Pilih Tim yang Bisa Keluar dari Zona Nyaman pada FIFA Matchday Juni 2026

Singapura pun tak membuang sia-sia kesempatan tampil di ajang paling bergengsi di Asia ini. Termasuk dengan mempersiapkan lawan-lawan tanggung selama persiapan. 

Trending

Gerak-gerik Kiai Ashari Ternyata Sudah Lama Dinilai Janggal, Santriwati Sering Diajak Lakukan Ini saat Malam Hari

Gerak-gerik Kiai Ashari Ternyata Sudah Lama Dinilai Janggal, Santriwati Sering Diajak Lakukan Ini saat Malam Hari

Gerak-gerik Kiai Ashari pengasuh Ponpes Ndholo Kusumo, Pati, Jawa Tengah ternyata sudah lama dinilai janggal, santriwati sering diajak lakukan ini saat malam.
KDM Tak Habis Pikir, Sudah Ditawari Jadi Pegawai PU Jabar, Ribuan Eks Pekerja Tambang Bogor Tidak Ada yang Daftar

KDM Tak Habis Pikir, Sudah Ditawari Jadi Pegawai PU Jabar, Ribuan Eks Pekerja Tambang Bogor Tidak Ada yang Daftar

KDM mengaku telah menawarkan solusi agar para eks pekerja tambang tersebut beralih profesi menjadi tenaga kebersihan di bawah naungan Dinas Pekerjaan Umum Jabar
Mulai 1 Agustus 2026, TPST Bantargebang Hanya Terima Sampah Residu: Warga Jakarta Wajib Pilah dari Rumah

Mulai 1 Agustus 2026, TPST Bantargebang Hanya Terima Sampah Residu: Warga Jakarta Wajib Pilah dari Rumah

Mulai 1 Agustus 2026, Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang direncanakan hanya akan menampung sampah residu. 
Resmi! Hyundai Hillstate Rekrut Megawati Hangestri untuk Liga Voli Korea 2026-2027

Resmi! Hyundai Hillstate Rekrut Megawati Hangestri untuk Liga Voli Korea 2026-2027

Hyundai Hillstate akhirnya resmi mengumumkan telah merekrut Megawati Hangestri untuk tampil di Liga Voli Korea 2026-2027.
Sejak Awal Ponpes Berdiri, Orangtua Korban Sudah Curiga dengan Kelakuan Kiai Cabul: yang Diajak Selalu Santriwati

Sejak Awal Ponpes Berdiri, Orangtua Korban Sudah Curiga dengan Kelakuan Kiai Cabul: yang Diajak Selalu Santriwati

Oknum Kiai berinisial AS (51) atau Ashari ditetapkan sebagai tersangka. Korban merupakan santriwati Pondok Pesantren (Ponpes) Ndholo Kusumo, Pati, Jawa Tengah
Demi Lancarkan Aksi Bejatnya, Kiai Cabul Minta Santri Pijat hingga Tidur Bersama, Korban: Katanya Ajaran Guru

Demi Lancarkan Aksi Bejatnya, Kiai Cabul Minta Santri Pijat hingga Tidur Bersama, Korban: Katanya Ajaran Guru

Aksi bejat yang dilakukan Kiai Ashari di Ponpes Ndholo Kusumo, Pati, Jawa Tengah perlahan terbongkar oleh kesaksian para korban. Kini oknum telah jadi tersangka
Kesaksian Korban Ponpes di Pati Bikin Merinding, Mengaku Hanya Bisa Merem saat Tidur Sekamar dengan Pelaku

Kesaksian Korban Ponpes di Pati Bikin Merinding, Mengaku Hanya Bisa Merem saat Tidur Sekamar dengan Pelaku

Pengakuan korban Ponpes di Pati bikin merinding usai mengaku hanya bisa merem saat diajak tidur sekamar dengan dalih penyembuhan batin. Simak pengakuannya!
Selengkapnya

Viral