BMKG Ungkap Gelombang Panas Jakarta Tembus 35,4°C Dipicu Radiasi Matahari: Tutupan Awan Berkurang
- tvOnenews - Abdul Gani Siregar
Jakarta, tvOnenews.com - Gelombang panas mulai terasa di wilayah Jakarta, Bogor, Tangerang, Depok, Bekasi (Jabodetabek) dalam beberapa hari terakhir.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat suhu udara di Jakarta bahkan sempat menembus 35,4°C, memicu rasa gerah yang semakin terasa di tengah aktivitas masyarakat.
Ketua Tim Kerja Prediksi dan Peringatan Dini Cuaca BMKG Ida Pramuwardani menjelaskan suhu maksimum tersebut tercatat di wilayah Jakarta Timur dalam beberapa hari terakhir.
“Dalam beberapa hari terakhir suhu udara maksimum yang terukur di wilayah Jakarta mencapai 35.4°C, tepatnya di wilayah Jakarta Timur,” ujar Ida saat dihubungi, Minggu (15/3/2026).
- dok.ilustrasi freepik
Menurutnya, kondisi udara yang terasa lebih panas diperkirakan masih akan berlangsung dalam beberapa hari ke depan, terutama pada siang hari ketika intensitas radiasi matahari meningkat.
“Kondisi suhu udara yang terasa lebih panas diperkirakan masih dapat terjadi dalam beberapa hari ke depan, terutama pada siang hari ketika tutupan awan berkurang sehingga radiasi matahari dapat memanaskan permukaan secara lebih optimal,” jelasnya.
Meski demikian, BMKG menilai kondisi atmosfer di sebagian besar wilayah Indonesia masih berada pada fase akhir musim hujan atau masa transisi menuju musim kemarau.
Situasi ini membuat pembentukan awan masih cukup tinggi sehingga pada waktu tertentu dapat meredam intensitas panas yang dirasakan di permukaan.
“Namun demikian, secara umum sebagian besar wilayah Indonesia saat ini masih berada pada periode akhir musim hujan atau masa transisi menuju musim kemarau, sehingga potensi pembentukan awan masih cukup tinggi yang pada waktu tertentu dapat mengurangi pemanasan atau radiasi yang mencapai permukaan,” kata Ida.
BMKG menambahkan fenomena suhu udara yang terasa lebih panas merupakan kondisi yang umum terjadi pada masa peralihan musim atau pancaroba, ketika langit cenderung lebih cerah dan tutupan awan berkurang.
“Fenomena suhu udara yang terasa lebih panas umumnya lebih sering terjadi pada masa peralihan musim (pancaroba), dan juga dirasakan pada periode musim kemarau,” ujarnya.
Load more