News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Pengembangan Infrastruktur Pasar Karbon Indonesia Kian Strategis, Terhubung ke Jaringan Global

Indonesia perkuat infrastruktur pasar karbon dengan dukungan pemerintah dan jaringan global, menghubungkan negara kaya karbon ke modal institusional dunia.
Selasa, 16 Desember 2025 - 19:36 WIB
Jejak Karbon Berkurang, Produktivitas Naik: Pemanfaatan Energi Terbarukan Bantu Wujudkan Pertanian Berkelanjutan
Sumber :
  • Istockphoto

Jakarta, tvOnenews.com - Pengembangan infrastruktur pasar karbon di Indonesia memasuki fase krusial seiring meningkatnya peran negara berkembang dalam agenda pembiayaan iklim global.

Indonesia, yang dikenal memiliki kekayaan karbon dari sektor kehutanan, energi, dan kelautan, kini berada di posisi strategis untuk menghubungkan potensi tersebut dengan modal institusional global melalui sistem pasar karbon yang transparan dan terintegrasi.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Komitmen penguatan pasar karbon ini tercermin dalam penyelenggaraan Carbon Digital Conference (CDC) 2025 yang digelar pada 8–9 Desember di Bandung, Jawa Barat. Konferensi ini menjadi forum internasional yang membahas pengembangan infrastruktur pasar karbon lintas negara, termasuk Indonesia dan lebih dari 70 negara lainnya. Acara tersebut didukung langsung oleh pemerintah Indonesia melalui Kementerian Lingkungan Hidup, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, Kementerian Kehutanan, serta Kementerian Kelautan dan Perikanan.

CDC 2025 menghadirkan lebih dari 400 pemimpin global dari berbagai sektor. Hadir dalam forum ini Menteri Lingkungan Hidup Indonesia Hanif Faisol Nurofiq, Wali Kota Bandung Muhammad Farhan, sejumlah duta besar dari Rusia, Korea, dan Inggris, serta delegasi pemerintah Provinsi Hainan, Tiongkok. Dari sektor korporasi dan lembaga internasional, peserta meliputi perwakilan BP, Shell, ExxonMobil, POSCO, Hyundai Engineering & Construction, World Bank IFC, KOTRA, hingga JETRO.

Salah satu fokus utama konferensi adalah pembangunan infrastruktur pasar karbon yang mampu menjembatani negara-negara berkembang yang kaya sumber daya karbon dengan investor institusional global. Infrastruktur ini mencakup sistem perdagangan digital, kepastian regulasi, standardisasi kredit karbon, serta mekanisme pembiayaan yang kredibel dan dapat dipertanggungjawabkan.

Dalam forum tersebut, EDENA Capital Nusantara, operator bursa efek digital, mengambil peran sebagai co-host bersama Indonesia Carbon Trade Association (IDCTA). Keterlibatan ini menegaskan posisi Indonesia sebagai pusat pengembangan pasar karbon di kawasan ASEAN, sekaligus bagian dari jaringan global yang lebih luas.

CEO EDENA Capital Nusantara, Wook Lee, menyampaikan bahwa pasar karbon global saat ini berada pada titik balik penting. Kredit karbon tidak lagi dipandang sekadar instrumen kepatuhan lingkungan, melainkan telah berkembang menjadi kelas aset yang memiliki nilai ekonomi nyata. Transformasi ini membuka peluang besar bagi negara-negara berkembang untuk menarik pembiayaan iklim berbasis pasar.

“Pasar karbon kini bergerak menuju sistem yang mengaitkan aksi lingkungan langsung dengan nilai ekonomi. Infrastruktur yang kuat dibutuhkan agar negara-negara kaya karbon dapat terhubung dengan modal institusional global secara efisien dan transparan,” ujar Wook Lee dalam sesi pembukaan konferensi.

Pada hari kedua konferensi, diskusi berlanjut dengan pembahasan kerangka regulasi pasar karbon Indonesia, perkembangan proyek Carbon Capture and Storage (CCS) dan Carbon Capture, Utilization, and Storage (CCUS), serta potensi kerja sama pasar karbon trilateral antara Indonesia, Korea, dan Jepang. Topik-topik ini dinilai krusial untuk memperkuat posisi Indonesia dalam ekosistem pasar karbon internasional.

Konferensi juga menghadirkan sesi Carbon Bazaar yang menampilkan 15 proyek karbon berskala besar dari berbagai sektor, mulai dari kehutanan, energi terbarukan, hingga solusi berbasis alam. Selain itu, sesi Business Matching mempertemukan langsung pengembang proyek karbon dengan calon investor, membuka ruang negosiasi konkret terkait pembiayaan dan kerja sama jangka panjang.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Indonesia dinilai memiliki keunggulan komparatif dalam pasar karbon global berkat kombinasi sumber daya alam, dukungan kebijakan pemerintah, serta meningkatnya kesiapan infrastruktur digital. Dengan dukungan lintas kementerian, pengembangan pasar karbon nasional diarahkan tidak hanya untuk memenuhi target penurunan emisi, tetapi juga sebagai instrumen ekonomi baru yang berkelanjutan.

Ke depan, penguatan infrastruktur pasar karbon di Indonesia diharapkan mampu mempercepat arus investasi hijau, meningkatkan daya saing proyek karbon nasional, serta memperkuat peran Indonesia sebagai penghubung antara negara berkembang dan pasar keuangan global. Langkah ini sekaligus menegaskan bahwa transisi menuju ekonomi rendah karbon dapat berjalan seiring dengan pertumbuhan ekonomi dan stabilitas investasi. (nsp)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Pemerintah Pangkas Jumlah BUMN Secara Drastis, Targetkan Efisiensi Rp50 Triliun

Pemerintah Pangkas Jumlah BUMN Secara Drastis, Targetkan Efisiensi Rp50 Triliun

Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto mulai melakukan restrukturisasi besar-besaran terhadap Badan Usaha Milik Negara (BUMN). 
Kisah Mualaf Christian Rontini, Pemain yang Mengenal Islam di Indonesia dan Kagumi Sosok Legenda Timnas

Kisah Mualaf Christian Rontini, Pemain yang Mengenal Islam di Indonesia dan Kagumi Sosok Legenda Timnas

Masih ingatkah anda dengan pemain bola, Christian Rontini? berikut kisah inspiratif dan perjalanan spiritualnya selama di i Indonesia.
Jadwal MotoGP Australia 2026: Balapan Terakhir di Phillip Island jadi Medan Pertarungan Jorge Martin vs Marc Marquez

Jadwal MotoGP Australia 2026: Balapan Terakhir di Phillip Island jadi Medan Pertarungan Jorge Martin vs Marc Marquez

Jadwal MotoGP Australia 2026 yang berlangsung akhir pekan ini di Sirkuit Phillip Island dan akan menjadi medan pertarungan antara Jorge Martin vs Marc Marquez.
Bukan Pengusaha atau Negara Tetangga, Bakom RI Ungkap Musuh Utama Indonesia dalam Kasus Karhutla

Bukan Pengusaha atau Negara Tetangga, Bakom RI Ungkap Musuh Utama Indonesia dalam Kasus Karhutla

Pemerintah secara tegas menyatakan musuh utama dalam penanganan karhutla bukanlah pihak-pihak, seperti pengusaha, kelompok masyarakat, maupun negara tetangga. 
Julian Nagelsmann Masuk Radar Manchester United, Nasib Carrick di Ujung Tanduk

Julian Nagelsmann Masuk Radar Manchester United, Nasib Carrick di Ujung Tanduk

Julian Nagelsmann masuk dalam bursa calon pelatih Manchester United di tengah tekanan yang semakin besar terhadap Michael Carrick akibat rentetan hasil buruk.
Diakui 11 Negara ASEAN, Wamen Investasi Raih Honorary Fellow Award di CAFEO 44 atas Kontribusi Hilirisasi

Diakui 11 Negara ASEAN, Wamen Investasi Raih Honorary Fellow Award di CAFEO 44 atas Kontribusi Hilirisasi

Wakil Menteri Investasi dan Hilirisasi/Wakil Kepala BKPM, Todotua Pasaribu, menerima penghargaan Honorary Fellow Award dalam ajang 44th CAFEO 44 yang digelar di Bandung. 

Trending

Park Hang-seo Ungkap Alasan Thailand Terus Kalah dari Vietnam, Pernyataannya Picu Kontroversi

Park Hang-seo Ungkap Alasan Thailand Terus Kalah dari Vietnam, Pernyataannya Picu Kontroversi

Pemilik Kanchanaburi FC menegaskan dukungannya kepada Park Hang-seo di tengah kontroversi akibat kritik keras terhadap wasit Thailand. Ia memastikan posisi.
TJ Dillashaw Ungkap Kunci Kemenangan Petr Yan vs Merab Dvalishvili di UFC 333, Jagokan Siapa?

TJ Dillashaw Ungkap Kunci Kemenangan Petr Yan vs Merab Dvalishvili di UFC 333, Jagokan Siapa?

Mantan juara UFC, TJ Dillashaw, ungkap serangan ke tubuh dan pertahanan takedown sebagai kunci trilogi Petr Yan vs Merab Dvalishvili di UFC 333. Jagokan siapa?
Mantan Anggota TNI Dibacok Tetangga Gegara Renovasi Rumah di Cakung, Alami Luka di Kepala

Mantan Anggota TNI Dibacok Tetangga Gegara Renovasi Rumah di Cakung, Alami Luka di Kepala

Eks anggota TNI berinisial MF (49) luka-luka usai dibacok tetangganya, akibat masalah renovasi rumah di Perumahan JGC, Cakung, Jakarta Timur, Kamis (22/10).
Viral Penumpang KRL Tak Sengaja Tekan Tombol SOS, Gerbong Mendadak Panik!

Viral Penumpang KRL Tak Sengaja Tekan Tombol SOS, Gerbong Mendadak Panik!

Video penumpang KRL rute Bogor–Jakarta viral setelah tombol SOS tak sengaja tertekan. Simak penjelasan KAI Commuter, fungsi tombol darurat, dan cara menggunakannya.
Megawati Hangestri Pernah Bikin Pelatih GS Caltex Tak Berdaya, Sampai Akui Kehebatan Megatron

Megawati Hangestri Pernah Bikin Pelatih GS Caltex Tak Berdaya, Sampai Akui Kehebatan Megatron

Pelatih GS Caltex, Lee Young-taek, mengakui kehebatan Megawati Hangestri yang pernah membuat timnya kesulitan saat berlaga di Liga Voli Korea di musim 2024/2025
Terungkap, Modus Kepala SMK Swasta di Bantul Ini Diduga Korupsi Dana Bantuan Rp125 Juta

Terungkap, Modus Kepala SMK Swasta di Bantul Ini Diduga Korupsi Dana Bantuan Rp125 Juta

Oknum kepala SMK swasta berinisial W (44) ditangkap setelah diduga menyelewengkan dana bantuan pemerintah untuk Program SMK Pusat Keunggulan senilai Rp125 juta.
Berpeluang Rebut Puncak Klasemen di Phillip Island, Marc Marquez Pilih Santai Hadapi MotoGP Australia 2026

Berpeluang Rebut Puncak Klasemen di Phillip Island, Marc Marquez Pilih Santai Hadapi MotoGP Australia 2026

Juara bertahan musim ini, Marc Marquez memutuskan untuk menghadapi MotoGP Australia akhir pekan ini dengan santai dan tanpa beban.
Selengkapnya

Viral