GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Kronologi Lengkap Aksi Viral Ormas Madas Usir Paksa Nenek Elina hingga Rumah Dibongkar di Surabaya

Kronologi lengkap aksi viral ormas Madas mengusir paksa nenek Elina hingga rumahnya dibongkar di Surabaya, Pemkot dan polisi turun tangan.
Sabtu, 27 Desember 2025 - 08:53 WIB
Kronologi Lengkap Aksi Viral Ormas Madas Usir Paksa Nenek Elina hingga Rumah Dibongkar di Surabaya
Sumber :
  • Istimewa

Surabaya, tvOnenews.com — Aksi pengusiran paksa terhadap seorang nenek berusia 80 tahun bernama Elina Wijayanti di Dukuh Kuwukan, Kelurahan Lontar, Kecamatan Sambikerep, Surabaya, viral di media sosial dan menuai kecaman luas. Peristiwa tersebut tak hanya berujung pada pengusiran, tetapi juga pembongkaran rumah secara paksa menggunakan alat berat.

Video yang beredar memperlihatkan detik-detik ketika Elina diseret keluar dari rumahnya oleh sejumlah orang yang diduga berasal dari organisasi masyarakat (ormas) Madas. Dalam rekaman itu, Elina terdengar memprotes sambil menunjukkan klaim kepemilikan rumah.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Ini rumahnya siapa? Ini rumahnya saya. Mana suratnya? Saya kan sudah tunjukkan surat saya,” ujar Elina dengan nada tinggi sebelum akhirnya dipaksa keluar dari rumah di Jalan Kuwukan, Sambikerep.

Awal Mula Pengusiran

Cucu keponakan Elina, Iwan, menjelaskan kronologi kejadian kepada Wakil Wali Kota Surabaya Armuji saat inspeksi mendadak di lokasi. Iwan menyebut peristiwa bermula pada 4 Agustus 2025, ketika sekelompok orang tiba-tiba datang ke rumah tersebut dan mengklaim bahwa properti itu telah dijual kepada seseorang bernama Samuel.

Keluarga Elina menolak klaim tersebut karena merasa tidak pernah menjual rumah yang telah lama ditempati. Mereka pun bertahan dan menolak meninggalkan kediaman.

Namun situasi memanas dua hari kemudian. Pada 6 Agustus 2025, kelompok yang sama kembali datang dan masuk ke rumah secara paksa. Elina beserta anggota keluarga lainnya diusir keluar dari rumah tanpa proses hukum yang jelas.

“Orang-orang itu datang lagi, masuk ke rumah secara paksa dan mengusir Bu Elina dan kami semua,” kata Iwan, Rabu (24/12/2025).

Rumah Dibongkar, Barang Dilaporkan Hilang

Puncak konflik terjadi pada 9 Agustus 2025. Rumah Elina dibongkar paksa menggunakan alat berat jenis excavator. Proses pembongkaran tersebut dilakukan tanpa adanya putusan pengadilan.

Pasca kejadian, keluarga melaporkan sejumlah barang hilang. Barang-barang tersebut meliputi pakaian, peralatan dapur, kendaraan, hingga surat-surat berharga. Hingga kini, keberadaan barang-barang tersebut belum diketahui secara pasti.

Ketua RT setempat, Leo, mengungkapkan bahwa berdasarkan data administrasi di kelurahan hingga Agustus 2025, lahan tersebut masih tercatat atas nama Elisabeth, yang merupakan saudara kandung Elina. Fakta ini memperkuat klaim keluarga bahwa kepemilikan rumah masih sah secara administrasi.

Klaim Pihak Pembeli

Di sisi lain, Samuel selaku pihak yang mengaku sebagai pembeli rumah menyatakan telah membeli properti tersebut secara sah sejak tahun 2014. Ia mengaku sudah berulang kali meminta Elina untuk meninggalkan rumah tersebut.

“Saya sudah beberapa kali menyampaikan ke Bu Elina untuk keluar karena ini sudah rumah yang saya beli. Tapi beliaunya tidak percaya. Akhirnya mau tidak mau saya lakukan secara paksa,” ujar Samuel.

Samuel juga membantah tudingan penghilangan barang. Ia mengklaim telah mengirimkan satu mobil pikap berisi barang-barang milik keluarga Elina kepada salah satu anggota keluarga sebelum pembongkaran dilakukan.

Pemkot dan Aparat Turun Tangan

Kasus ini langsung mendapat perhatian Pemerintah Kota Surabaya. Wakil Wali Kota Surabaya Armuji turun langsung ke lokasi dan mendengarkan keterangan dari kedua belah pihak.

Armuji menegaskan bahwa eksekusi lahan tidak boleh dilakukan secara sepihak, apalagi dengan melibatkan preman atau ormas tanpa adanya putusan pengadilan yang berkekuatan hukum tetap.

“Tindakan brutal ini, kalau sampai membawa preman, meskipun punya surat sah, tetap bisa dikecam satu Indonesia,” tegas Armuji yang akrab disapa Cak Ji.

Ia juga meminta kepolisian bertindak tegas terhadap oknum ormas Madas yang terlibat dalam aksi pengusiran tersebut. Menurutnya, penegakan hukum penting dilakukan demi keadilan dan rasa aman warga Surabaya.

Armuji memastikan proses hukum saat ini tengah berjalan. Laporan kasus telah ditangani Polda Jawa Timur dan masih dalam tahap penyelidikan, dengan pengawalan dari Satreskrim Polrestabes Surabaya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Saya akan terus mengawal kasus ini agar tidak ada lagi kejadian serupa di Surabaya,” tulis Armuji dalam unggahan di akun Instagram pribadinya.

Kasus pengusiran nenek Elina kini menjadi sorotan nasional dan memicu desakan publik agar aparat penegak hukum mengusut tuntas dugaan aksi kekerasan dan main hakim sendiri yang melibatkan ormas. (nsp)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Catat Clean Sheet untuk yang ke-15 Kalinya, Bung Ropan Akui Heran Teja Paku Alam Tak Dipanggil Timnas Indonesia

Catat Clean Sheet untuk yang ke-15 Kalinya, Bung Ropan Akui Heran Teja Paku Alam Tak Dipanggil Timnas Indonesia

Bung Ropan, pengamat senior mengatakan bahwa penjaga gawang Persib Bandung Teja Paku Alam semestinya layak dipanggil Timnas Indonesia oleh pelatih John Herdman.
Bobotoh Persib Berbondong-bondong Geruduk Instagram Timnas Indonesia, Teja Paku Alam Diminta Masuk Skuad John Herdman

Bobotoh Persib Berbondong-bondong Geruduk Instagram Timnas Indonesia, Teja Paku Alam Diminta Masuk Skuad John Herdman

Keputusan pelatih Timnas Indonesia John Herdman, yang merilis daftar 41 pemain untuk FIFA Series 2026 menuai beragam reaksi publik. Nama Teja Paku Alam disorot.
Bursa Transfer Inter Milan: Cari Suksesor Mkhitaryan, Langkah Nerazzurri Boyong Leon Goretzka Dihadang Arsenal

Bursa Transfer Inter Milan: Cari Suksesor Mkhitaryan, Langkah Nerazzurri Boyong Leon Goretzka Dihadang Arsenal

Perebutan Leon Goretzka mulai memanas jelang bursa transfer musim panas. Kabar terbaru menyebut Arsenal kini berada di posisi terdepan menyalip Inter Milan.
Dipanggil Timnas Indonesia, Jay Idzes Bikin Pengakuan Jujur usai Sassuolo Menderita Kekalahan di Liga Italia

Dipanggil Timnas Indonesia, Jay Idzes Bikin Pengakuan Jujur usai Sassuolo Menderita Kekalahan di Liga Italia

Kapten Timnas Indonesia, Jay Idzes, membuat pengakuan jujur akibat kiprah Sassuolo di Liga Italia. I Neroverdi menderita kekalahan dengan skor 1-2 dari Lazio.
Bocah 2 Tahun Tercebur di Irogasi Karawang, Tim Gabungan Masih Lakukan Percarian

Bocah 2 Tahun Tercebur di Irogasi Karawang, Tim Gabungan Masih Lakukan Percarian

Tim gabungan melakukan pencarian seorang bocah berusia 2 tahun yang diduga tercebur ke saluran irigasi di wilayah Kecamatan Batujaya, Kabupaten Karawang, Jawa Barat.
Derita Beruntun Inter Milan: Gagal Menang di Derby, Dua Pilar Utama Nerazzurri Terancam Absen Lawan Atalanta

Derita Beruntun Inter Milan: Gagal Menang di Derby, Dua Pilar Utama Nerazzurri Terancam Absen Lawan Atalanta

Inter Milan kembali dihantui kabar kurang menyenangkan setelah kekalahan dari AC Milan dalam Derby della Madonnina.

Trending

Daftar 18 Pemain Timnas Indonesia yang Diprediksi akan Dicoret John Herdman untuk FIFA Series 2026, Siapa Saja?

Daftar 18 Pemain Timnas Indonesia yang Diprediksi akan Dicoret John Herdman untuk FIFA Series 2026, Siapa Saja?

Sebanyak 18 pemain diprediksi dicoret John Herdman dari skuad sementara Timnas Indonesia jelang FIFA Series 2026 di Jakarta. Sejumlah nama besar bisa tersingkir
Media Belanda Tak Habis Pikir Lihat Jay Idzes, Bisa-bisanya Kini Jadi Pemain Termahal dalam Sejarah Timnas Indonesia

Media Belanda Tak Habis Pikir Lihat Jay Idzes, Bisa-bisanya Kini Jadi Pemain Termahal dalam Sejarah Timnas Indonesia

Media Belanda menyoroti lonjakan karier Jay Idzes bersama Sassuolo di Serie A. Bek Timnas Indonesia itu kini disebut sebagai pemain paling berharga dalam sejarah sepak bola Indonesia
Resmi! AFC Umumkan Hasil Sidang Komite Disiplin dan Etik Terbaru, Apakah Persib Bandung Lolos dari Sanksi Usai Kericuhan Lawan Ratchaburi di ACL 2?

Resmi! AFC Umumkan Hasil Sidang Komite Disiplin dan Etik Terbaru, Apakah Persib Bandung Lolos dari Sanksi Usai Kericuhan Lawan Ratchaburi di ACL 2?

AFC merilis hasil sidang Komite Disiplin terbaru. Apakah sanksi untuk Persib Bandung setelah kericuhan di laga ACL 2 melawan Ratchaburi sudah keluar?
Setahun Berpisah dengan Megawati Hangestri, Ko Hee-jin Kini Berada Diambang Pintu Keluar Red Sparks

Setahun Berpisah dengan Megawati Hangestri, Ko Hee-jin Kini Berada Diambang Pintu Keluar Red Sparks

Hampir satu tahun setelah pamitan bercampur haru dengan Megawati Hangestri, pelatih Ko Hee-jin kini bawa kabar sedang berada diambang pemecatan dari Red Sparks.
Tak Dihubungi John Herdman, Pelatih Persik Kediri Sebut Panggilan Timnas Indonesia Layak untuk Ezra Walian

Tak Dihubungi John Herdman, Pelatih Persik Kediri Sebut Panggilan Timnas Indonesia Layak untuk Ezra Walian

Ezra Walian menjadi salah satu dari total 41 nama yang dipanggil John Herdman untuk tampil di FIFA Series 2026.
Di Balik Prestasinya, Yolla Yuliana Punya Kisah Cinta dengan Atlet Basket dan Artis Terkenal

Di Balik Prestasinya, Yolla Yuliana Punya Kisah Cinta dengan Atlet Basket dan Artis Terkenal

Di balik prestasinya di lapangan voli, Yolla Yuliana juga memiliki kisah asmara menarik. Dari atlet hingga artis, beberapa pria ternama pernah mengisi hatinya.
Viral Oklin Fia Blak-blakan Ungkap Pemain Sepak Bola yang Diduga Ajak Check-in di Hotel, Label Timnas Indonesia?

Viral Oklin Fia Blak-blakan Ungkap Pemain Sepak Bola yang Diduga Ajak Check-in di Hotel, Label Timnas Indonesia?

Selebgram Oklin Fia menghebohkan fans Timnas Indonesia dan sepak bola Tanah Air. Ia cerita dirinya diduga diajak check-in di hotel oleh pesepak bola viral.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT