GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Klarifikasi Ormas MADAS soal Pengusiran Nenek Elina di Surabaya: Tegaskan Bukan Anggota Mereka

Ormas MADAS klarifikasi kasus pengusiran Nenek Elina di Surabaya. Tegaskan pelaku bukan anggotanya dan akan terus mendukung proses hukum.
Sabtu, 27 Desember 2025 - 12:01 WIB
Apa Itu Ormas MADAS yang Viral Gegara Usir Nenek Elina dan Siapa Pendirinya?
Sumber :
  • Istimewa

Surabaya, tvOnenews.com — Organisasi kemasyarakatan (Ormas) Madura Asli (MADAS) memberikan klarifikasi terkait kasus dugaan pengusiran paksa terhadap Nenek Elina (80) di Surabaya, Jawa Timur, yang sempat viral di media sosial. MADAS menegaskan bahwa peristiwa tersebut bukan dilakukan oleh anggota organisasi mereka, melainkan oleh kelompok lain yang mengatasnamakan ormas.

Klarifikasi ini disampaikan saat perwakilan Ormas MADAS mendatangi langsung Nenek Elina pada Jumat (26/12/2025). Kunjungan tersebut turut dikonfirmasi oleh Bhabinkamtibmas Polsek Tandes, Aiptu Rosuli Amri Naim.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Dari pihak MADAS ada iktikad baik menemui Ibu Elina, sekaligus menyampaikan klarifikasi bahwa kejadian kemarin itu bukan dari MADAS, tapi dari kelompok lain, dari ormas lain,” ujar Rosuli, seperti dipantau dari tayangan YouTube KompasTV.

MADAS Tegaskan Tidak Membenarkan Perampasan Hak

Koordinator MADAS, Muhammad Yasin, menegaskan bahwa organisasinya tidak pernah membenarkan tindakan perampasan hak, apalagi terhadap warga lanjut usia. Ia pun mengimbau seluruh anggota MADAS di Indonesia untuk menjunjung nilai kemanusiaan.

“Saya berpesan kepada seluruh anggota MADAS di Indonesia, marilah kita melakukan kebaikan. Jangan sampai menyakiti orang lain, apalagi merampas hak orang lain,” kata Yasin.

Ia juga menyatakan dukungan penuh terhadap proses hukum yang sedang berjalan. Menurut Yasin, siapa pun yang terlibat dalam dugaan tindak pidana harus diproses secara hukum, tanpa pandang bulu.

“Yang kemarin viral di Surabaya itu harus diproses hukum. Meskipun itu anggota MADAS pun, tetap harus diproses hukum,” tegasnya.

Yasin menambahkan, MADAS dibentuk untuk membantu masyarakat, bukan untuk melakukan intimidasi atau kekerasan.

Kasus Tetap Diproses Hukum

Sementara itu, kuasa hukum Nenek Elina, Wellem Mintaraja, memastikan pihaknya telah melaporkan kasus tersebut ke Polda Jawa Timur. Laporan awal terkait dugaan pengeroyokan, dan akan disusul laporan lain, termasuk dugaan pencurian serta penggunaan surat palsu.

“Kami sudah melaporkan dugaan pengeroyokan secara bersama-sama. Laporan akan kami lakukan bertahap, termasuk dugaan pencurian dengan pemberatan dan penggunaan surat palsu,” ujar Wellem dalam program Kompas Petang KompasTV.

Menurut Wellem, pengusiran paksa terjadi pada 6 Agustus 2025 oleh sekelompok orang yang mengaku sebagai pembeli rumah Nenek Elina. Mereka mengklaim telah membeli rumah tersebut pada 2014 dari Elisa, saudara kandung Nenek Elina yang telah meninggal dunia pada 2017.

“Jeda waktunya terlalu lama. Selain itu, objek tanah masih berupa letter C dan diduga telah terjadi pencoretan. Ini juga akan kami laporkan,” ungkapnya.

Pemkot Surabaya Turun Tangan

Wakil Wali Kota Surabaya, Armuji, turut menjelaskan kronologi kejadian berdasarkan pengakuan korban. Ia menyebut, rumah Nenek Elina pertama kali didatangi seseorang bernama Samuel pada 4 Agustus 2025, lalu kembali pada 6 Agustus 2025 hingga terjadi pengusiran paksa.

“Setelah nenek keluar dari rumah, beberapa hari kemudian rumah itu dikosongkan menggunakan alat berat. Barang-barang dan dokumen resmi ikut hilang,” kata Armuji, seperti disampaikan dalam Kompas Petang KompasTV.

Armuji menegaskan, hingga kini pihak yang mengaku membeli rumah tersebut belum dapat menunjukkan bukti sah kepemilikan atau jual beli.

Penegasan MADAS

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dengan klarifikasi ini, Ormas MADAS berharap masyarakat tidak menyamaratakan tindakan oknum tertentu dengan organisasi mereka secara keseluruhan. MADAS menegaskan komitmennya untuk mendukung penegakan hukum serta menjaga nilai kemanusiaan dan keadilan sosial.

Kasus dugaan pengusiran Nenek Elina sendiri masih terus bergulir dan menjadi perhatian publik, seiring proses hukum yang kini ditangani aparat kepolisian. (nsp)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Bukan Langsung di Makan, Praktisi Kesehatan ini Bagikan Cara Makan Kurma Lebih Sehat Khususnya Bagi Penderita Diabetes

Bukan Langsung di Makan, Praktisi Kesehatan ini Bagikan Cara Makan Kurma Lebih Sehat Khususnya Bagi Penderita Diabetes

Berikut cara makan kurma yang lebih sehat dianjurkan oleh Praktisi Kesehatan. Sebaiknya gunakan bahan-bahan ini
Satgas Operasi Damai Cartenz Beberkan Sejarah Kekerasan KKB Meno Kogoya di Yahukimo

Satgas Operasi Damai Cartenz Beberkan Sejarah Kekerasan KKB Meno Kogoya di Yahukimo

KKB Meno Kogoya terlibat sejumlah kasus kekerasan di Papua, di antaranya pembunuhan dua pendulang emas hingga penembakan pesawat Hercules
Perang di Timur Tengah akan Lama, Pengamat Minta Indonesia Harus Antisipasi Lintas Kementerian

Perang di Timur Tengah akan Lama, Pengamat Minta Indonesia Harus Antisipasi Lintas Kementerian

Pemerintah tak bisa menunggu, segera mengambil langkah strategis lintas kementerian untuk mengantisipasi dampak dinamika geopolitik global terhadap stabilitas ekonomi nasional khususnya dampak perang AS-Israel. Demikian pendapat pengamat ekonomi regional Dr. James Adam. 
Cedera Belum Pulih, Slot Akui Situasi Florian Wirtz Masih 'Ketat' Jelang Lawan Wolves

Cedera Belum Pulih, Slot Akui Situasi Florian Wirtz Masih 'Ketat' Jelang Lawan Wolves

Pelatih Liverpool, Arne Slot, buka suara soal peluang gelandang Florian Wirtz dimainkan melawan Wolverhampton Wanderers pada pekan ke-29 Liga Inggris 2025/2026, Rabu (4/3/2026).
Kecewa Kepemimpinan Wasit, Bojan Hodak Ogah Komentari Pertandingan Persib Bandung Kontra Persebaya

Kecewa Kepemimpinan Wasit, Bojan Hodak Ogah Komentari Pertandingan Persib Bandung Kontra Persebaya

Pelatih Persib Bandung, Bojan Hodak kecewa dengan kepemimpinan wasit pada laga pekan ke-24 melawan Persebaya.
Muhammadiyah sebut Serangan AS-Israel ke Iran Langgar HAM dan Hukum Internasional

Muhammadiyah sebut Serangan AS-Israel ke Iran Langgar HAM dan Hukum Internasional

Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah menyebutkan bahwa serangan Amerika Serikat (AS) dan Israel ke Iran melanggar hak asasi manusia (HAM) dan hukum internasional.

Trending

Persib di WO usai Lakukan 6 Pergantian Pemain di Laga Kontra Persebaya? Begini Menurut I.League

Persib di WO usai Lakukan 6 Pergantian Pemain di Laga Kontra Persebaya? Begini Menurut I.League

Persib Bandung menahan imbang 2-2 dari Persebaya Surabaya di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, Senin (2/3/2026). Dalam laga ini pun menyedot perhatian publik setelah berbagai kejanggalan atas keputusan wasit. 
Video Nizam Sakit di Dalam Rumah Beredar, Ketua RW Ungkap Warga Sempat Dengar Keributan

Video Nizam Sakit di Dalam Rumah Beredar, Ketua RW Ungkap Warga Sempat Dengar Keributan

​​​​​​​Video Nizam sakit di dalam rumah beredar, Ketua RW ungkap warga sempat dengar keributan dan kondisi rumah ibu tiri di Jampang Kulon kini kosong.
Ramalan Keuangan Zodiak Besok, 4 Maret 2026: Leo Banjir Rezeki, Capricorn Waspada Merugi

Ramalan Keuangan Zodiak Besok, 4 Maret 2026: Leo Banjir Rezeki, Capricorn Waspada Merugi

​​​​​​​Ramalan keuangan zodiak besok, 4 Maret 2026 memprediksi Leo dibanjiri rezeki dan peluang cuan, sementara Capricorn perlu waspada agar tak merugi.
4 Shio yang Akan Dibanjiri Rezeki pada 4 Maret 2026: Macan Hoki Besar, Monyet Waspada Salah Langkah

4 Shio yang Akan Dibanjiri Rezeki pada 4 Maret 2026: Macan Hoki Besar, Monyet Waspada Salah Langkah

​​​​​​​Ramalan shio 4 Maret 2026 memprediksi 4 shio dibanjiri rezeki. Shio Macan hoki besar, sementara Shio Monyet perlu waspada potensi rugi dan salah langkah.
Pemerintah Iran Ungkap Israel Punya Bom Atom Ilegal

Pemerintah Iran Ungkap Israel Punya Bom Atom Ilegal

Pemerintah Iran menyatakan bahwa Israel memiliki bom atom secara ilegal. Kepemilikan itu di luar dari pengawasan lembaga internasional terkait nuklir dan
Terpopuler Konflik AS-Israel-Iran: Kantor PM Israel Netanyahu Diserang Rudal Iran, Hingga Penutupan Selat Hormuz

Terpopuler Konflik AS-Israel-Iran: Kantor PM Israel Netanyahu Diserang Rudal Iran, Hingga Penutupan Selat Hormuz

Kantor Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, terkena hantaman serangan rudal Iran. Tanggapan Dubes Republik Islam Iran terkait penutupan Selat hormuz
Dulu Melatih Timnas, Pelatih Kelahiran Brazil ini mulai Membangun Pemain Sepakbola Perempuan Indonesia

Dulu Melatih Timnas, Pelatih Kelahiran Brazil ini mulai Membangun Pemain Sepakbola Perempuan Indonesia

Eks Pelatih timnas Indonesia ini sekarang membangun pemain sepakbola perempuan. Berikut penjelasannya
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT