TNI–Unhan Pasang Mesin Penjernih Air di Sumut, Ribuan Pengungsi Kini Akses Air Minum Layak
- ANTARA
Jakarta, tvOnenews.com — Upaya pemenuhan kebutuhan dasar korban bencana di Sumatra Utara terus diperkuat. Tentara Nasional Indonesia (TNI) bersama Universitas Pertahanan (Unhan) RI memasang mesin penjernih air di posko pengungsian Desa Batu Hula, Kecamatan Batangtoru, Sumatra Utara. Alat ini memungkinkan air kotor di sekitar lokasi bencana diolah menjadi air bersih yang aman untuk dikonsumsi para pengungsi.
Pemasangan mesin penjernih air tersebut menjadi solusi krusial di tengah keterbatasan akses air bersih yang kerap terjadi pascabencana. Kehadiran fasilitas ini diharapkan mampu menjaga kesehatan para pengungsi sekaligus mencegah munculnya penyakit akibat air yang tidak layak konsumsi.
Berdasarkan keterangan resmi yang diterima di Jakarta, Minggu (28/12), mesin penjernih air ini langsung dioperasikan di area posko pengungsian dan dimanfaatkan oleh warga terdampak yang masih bertahan di lokasi tersebut. Teknologi yang digunakan dirancang khusus agar dapat dioperasikan di lapangan dengan cepat dan efisien, terutama dalam kondisi darurat.
Kadet Program Studi Teknik Sipil Fakultas Teknik dan Teknologi Pertahanan (FTTP) Unhan, Sersan Mayor Dua Kadet Ronald Marcus Sihite, menjelaskan bahwa sistem penjernihan air ini merupakan hasil inovasi yang menitikberatkan pada kemudahan penggunaan serta efektivitas penyaringan.
Menurut Marcus, inti dari sistem tersebut menggunakan tabung filtrasi berbahan fiber reinforced plastic (FRP) yang kuat dan tahan terhadap kondisi ekstrem. Di dalam tabung FRP terdapat beberapa lapisan media penyaring dengan fungsi yang berbeda-beda.
Lapisan pertama menggunakan manganese ferrolit dan manganese zeolit yang berfungsi mengurangi kandungan logam berat serta menurunkan tingkat kekeruhan air. Tahap berikutnya memanfaatkan karbon aktif untuk menyerap bau, warna, serta zat pencemar organik yang berpotensi membahayakan kesehatan. Proses filtrasi kemudian disempurnakan dengan media silika guna memperhalus hasil penyaringan sehingga air menjadi lebih jernih.
“Air hasil filtrasi tersebut tidak berhenti sampai di situ. Kami memprosesnya kembali menggunakan teknologi reverse osmosis (RO), yang mampu menyaring partikel berukuran sangat kecil, termasuk garam terlarut dan berbagai kontaminan mikro,” ujar Marcus dalam keterangan resminya.
Untuk memastikan keamanan air minum, sistem ini juga dilengkapi dengan teknologi penyinaran ultraviolet (UV). Tahap UV berfungsi membunuh bakteri, virus, serta mikroorganisme berbahaya lainnya sehingga air yang dihasilkan benar-benar aman untuk dikonsumsi langsung oleh masyarakat.
Dari sisi kapasitas, mesin penjernih air ini dinilai sangat memadai untuk kebutuhan pengungsian skala besar. Sistem tersebut mampu memproduksi:
-
Lebih dari 20.000 liter air bersih per hari
-
Sekitar 4.000–5.000 liter air layak minum per hari
Dengan kapasitas tersebut, kebutuhan air ribuan pengungsi dapat terpenuhi secara berkelanjutan tanpa harus bergantung sepenuhnya pada distribusi air kemasan.
Marcus menambahkan, salah satu keunggulan utama teknologi ini terletak pada efisiensi biaya operasional serta kemampuan produksi yang tinggi. Hal ini menjadikannya solusi ideal untuk diterapkan di berbagai wilayah rawan bencana di Indonesia.
Apresiasi pun datang dari pemerintah desa setempat. Kepala Desa Batu Hula menyampaikan terima kasih kepada Kementerian Pertahanan dan TNI atas bantuan mesin penjernih air yang dinilai sangat membantu warganya.
“Alat ini sudah berfungsi dan airnya bisa langsung diminum. Ini sangat bermanfaat bagi kami, terutama bagi sekitar 1.700 jiwa pengungsi yang saat ini berada di desa kami,” ujarnya.
Bantuan ini menegaskan peran aktif TNI dan institusi pendidikan pertahanan dalam mendukung penanganan bencana, tidak hanya melalui pengerahan personel, tetapi juga lewat inovasi teknologi yang berdampak langsung bagi masyarakat. Ke depan, sinergi serupa diharapkan terus diperluas agar penanganan bencana di Indonesia semakin cepat, tepat, dan berkelanjutan. (nsp)
Load more