News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

TNI–Unhan Pasang Mesin Penjernih Air di Sumut, Ribuan Pengungsi Kini Akses Air Minum Layak

TNI dan Unhan pasang mesin penjernih air di posko pengungsian Sumut. Alat ini mampu produksi ribuan liter air minum layak bagi korban bencana.
Minggu, 28 Desember 2025 - 07:53 WIB
Ilustrasi air minum dalam kemasan
Sumber :
  • ANTARA

Jakarta, tvOnenews.com — Upaya pemenuhan kebutuhan dasar korban bencana di Sumatra Utara terus diperkuat. Tentara Nasional Indonesia (TNI) bersama Universitas Pertahanan (Unhan) RI memasang mesin penjernih air di posko pengungsian Desa Batu Hula, Kecamatan Batangtoru, Sumatra Utara. Alat ini memungkinkan air kotor di sekitar lokasi bencana diolah menjadi air bersih yang aman untuk dikonsumsi para pengungsi.

Pemasangan mesin penjernih air tersebut menjadi solusi krusial di tengah keterbatasan akses air bersih yang kerap terjadi pascabencana. Kehadiran fasilitas ini diharapkan mampu menjaga kesehatan para pengungsi sekaligus mencegah munculnya penyakit akibat air yang tidak layak konsumsi.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Berdasarkan keterangan resmi yang diterima di Jakarta, Minggu (28/12), mesin penjernih air ini langsung dioperasikan di area posko pengungsian dan dimanfaatkan oleh warga terdampak yang masih bertahan di lokasi tersebut. Teknologi yang digunakan dirancang khusus agar dapat dioperasikan di lapangan dengan cepat dan efisien, terutama dalam kondisi darurat.

Kadet Program Studi Teknik Sipil Fakultas Teknik dan Teknologi Pertahanan (FTTP) Unhan, Sersan Mayor Dua Kadet Ronald Marcus Sihite, menjelaskan bahwa sistem penjernihan air ini merupakan hasil inovasi yang menitikberatkan pada kemudahan penggunaan serta efektivitas penyaringan.

Menurut Marcus, inti dari sistem tersebut menggunakan tabung filtrasi berbahan fiber reinforced plastic (FRP) yang kuat dan tahan terhadap kondisi ekstrem. Di dalam tabung FRP terdapat beberapa lapisan media penyaring dengan fungsi yang berbeda-beda.

Lapisan pertama menggunakan manganese ferrolit dan manganese zeolit yang berfungsi mengurangi kandungan logam berat serta menurunkan tingkat kekeruhan air. Tahap berikutnya memanfaatkan karbon aktif untuk menyerap bau, warna, serta zat pencemar organik yang berpotensi membahayakan kesehatan. Proses filtrasi kemudian disempurnakan dengan media silika guna memperhalus hasil penyaringan sehingga air menjadi lebih jernih.

“Air hasil filtrasi tersebut tidak berhenti sampai di situ. Kami memprosesnya kembali menggunakan teknologi reverse osmosis (RO), yang mampu menyaring partikel berukuran sangat kecil, termasuk garam terlarut dan berbagai kontaminan mikro,” ujar Marcus dalam keterangan resminya.

Untuk memastikan keamanan air minum, sistem ini juga dilengkapi dengan teknologi penyinaran ultraviolet (UV). Tahap UV berfungsi membunuh bakteri, virus, serta mikroorganisme berbahaya lainnya sehingga air yang dihasilkan benar-benar aman untuk dikonsumsi langsung oleh masyarakat.

Dari sisi kapasitas, mesin penjernih air ini dinilai sangat memadai untuk kebutuhan pengungsian skala besar. Sistem tersebut mampu memproduksi:

  • Lebih dari 20.000 liter air bersih per hari

  • Sekitar 4.000–5.000 liter air layak minum per hari

Dengan kapasitas tersebut, kebutuhan air ribuan pengungsi dapat terpenuhi secara berkelanjutan tanpa harus bergantung sepenuhnya pada distribusi air kemasan.

Marcus menambahkan, salah satu keunggulan utama teknologi ini terletak pada efisiensi biaya operasional serta kemampuan produksi yang tinggi. Hal ini menjadikannya solusi ideal untuk diterapkan di berbagai wilayah rawan bencana di Indonesia.

Apresiasi pun datang dari pemerintah desa setempat. Kepala Desa Batu Hula menyampaikan terima kasih kepada Kementerian Pertahanan dan TNI atas bantuan mesin penjernih air yang dinilai sangat membantu warganya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Alat ini sudah berfungsi dan airnya bisa langsung diminum. Ini sangat bermanfaat bagi kami, terutama bagi sekitar 1.700 jiwa pengungsi yang saat ini berada di desa kami,” ujarnya.

Bantuan ini menegaskan peran aktif TNI dan institusi pendidikan pertahanan dalam mendukung penanganan bencana, tidak hanya melalui pengerahan personel, tetapi juga lewat inovasi teknologi yang berdampak langsung bagi masyarakat. Ke depan, sinergi serupa diharapkan terus diperluas agar penanganan bencana di Indonesia semakin cepat, tepat, dan berkelanjutan. (nsp)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Timnas Indonesia Kalah 0-3 dari Vietnam di Piala AFF 2026, Erick Thohir: Bukan Berarti Kita Mengalah! 

Timnas Indonesia Kalah 0-3 dari Vietnam di Piala AFF 2026, Erick Thohir: Bukan Berarti Kita Mengalah! 

‎Timnas Indonesia harus mengakui keunggulan Vietnam dengan skor 0-3. Pertandingan berlangsung di Stadion Pakansari, Bogor, Jawa Barat, Senin (3/8/2026) malam WIB.
Kalah Telak dari Vietnam, Apakah Timnas Indonesia Masih Punya Kesempatan Berebut 1 Tiket di Semifinal Piala AFF 2026?

Kalah Telak dari Vietnam, Apakah Timnas Indonesia Masih Punya Kesempatan Berebut 1 Tiket di Semifinal Piala AFF 2026?

Timnas Indonesia kalah telak dari Vietnam dengan skor 0-3 dalam laga yang digelar Senin (3/8/2026). Apakah mereka bisa mengamankan satu tiket menuju semifinal?
Kapolri Mulai Pembangunan Musala di Bogor, Warga: Sudah 10 Tahun Kami Tidak Bisa Tarawih Berjamaah

Kapolri Mulai Pembangunan Musala di Bogor, Warga: Sudah 10 Tahun Kami Tidak Bisa Tarawih Berjamaah

Pembangunan Mushola Presisi merupakan bagian dari kegiatan sosial yang melibatkan Polri bersama Masyarakat Pecinta Polisi Indonesia.
Mengenal Kimpul, Umbi-Umbian Lokal Potensial Pengganti Nasi yang Viral di TikTok

Mengenal Kimpul, Umbi-Umbian Lokal Potensial Pengganti Nasi yang Viral di TikTok

Media sosial diramaikan dengan kimpul hingga konten kreator yang dijuluki sebagai "Duta Ketahanan Pangan", karena kerap mengolah bahan tersebut. Apa itu kimpul?
Terdampak Kekeringan, Ratusan Warga di Dompu NTB Terima Bantuan Gerakan Air Bersih

Terdampak Kekeringan, Ratusan Warga di Dompu NTB Terima Bantuan Gerakan Air Bersih

Musim kemarau yang melanda wilayah Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat (NTB) berdampak terhadap warga dalam mengakses air bersih.
Perusahan Pengolahan Limbah asal Amerika Tertarik Olah Sampah di Soloraya, Kapasitas 1.000 Ton per Hari

Perusahan Pengolahan Limbah asal Amerika Tertarik Olah Sampah di Soloraya, Kapasitas 1.000 Ton per Hari

Perusahaan pengolahan limbah asal Amerika Serikat, Energy Three International (E3i), menyatakan minat berinvestasi untuk membangun fasilitas waste to fuel di kawasan aglomerasi Soloraya. 

Trending

Link Video Viral “Yang Wes Yang” Tersebar Luas: Polisi Telusuri Penyebar

Link Video Viral “Yang Wes Yang” Tersebar Luas: Polisi Telusuri Penyebar

Link video viral “Yank Wes Yank” ramai diperbincangkan di media sosial. Seorang pelajar SMK muncul memberi klarifikasi dan meminta maaf tersebarnya
Hasil Pertandingan Timnas Indonesia Abroad Sepekan Penuh: Elkan Baggott Main Rutin di Klub Baru Hingga Kevin Diks Pakai Ban Kapten 

Hasil Pertandingan Timnas Indonesia Abroad Sepekan Penuh: Elkan Baggott Main Rutin di Klub Baru Hingga Kevin Diks Pakai Ban Kapten 

Timnas Indonesia abroad memang berkurang jauh setelah masifnya pemain yang bergabung dengan klub Super League seperti Sandy Walsh dan Ragnar Oratmangoen ke Persib Bandung serta Tim Geypens ke Bali United. 
Rekaman CCTV Lagi Marah Besar ke Ruben Onsu Viral, Sarwendah Akhirnya Ungkap Pemicu yang Sebenarnya

Rekaman CCTV Lagi Marah Besar ke Ruben Onsu Viral, Sarwendah Akhirnya Ungkap Pemicu yang Sebenarnya

Rekaman CCTV yang memperlihatkan Sarwendah sedang marah kepada Ruben Onsu masih menjadi perbincangan setelah cuplikan tersebut diungkap oleh pihak mantan suaminya.
Tak Tahan Lagi, Sarwendah Akhirnya Bongkar Kejadian Sebenarnya di Balik Rekaman CCTV Marah Besar ke Ruben Onsu

Tak Tahan Lagi, Sarwendah Akhirnya Bongkar Kejadian Sebenarnya di Balik Rekaman CCTV Marah Besar ke Ruben Onsu

Tak tahan lagi, Sarwendah akhirnya bongkar kejadian sebenarnya di balik rekaman CCTV marah besar ke Ruben Onsu yang jadi penyebab keretakan rumah tangganya.
Motif Nenek di Cakung Dirampok Tetangganya Sendiri Diungkap Polisi

Motif Nenek di Cakung Dirampok Tetangganya Sendiri Diungkap Polisi

Sebelumnya diberitakan, Seorang wanita paruh baya berinisial H (61) mendatangi Polsek Cakung dengan kondisi mulut dilakban dan masih memakai mukena.
Kronologi Nelayan Batang Dua Ternate yang Menghilang Hampir Sebulan dan Ditemukan Selamat, Videonya Viral di Medsos

Kronologi Nelayan Batang Dua Ternate yang Menghilang Hampir Sebulan dan Ditemukan Selamat, Videonya Viral di Medsos

Viral di medsos X, ada nelayan itu dari Desa Bido, Kec. Pulau Batang Dua, Ternate, Maluku Utara. Ia diselematkan oleh Kapal LNG Berbendera Prancis.
Pemerintah Didesak Membuka Kembali Penempatan PMI ke Negara-negara Timur Tengah

Pemerintah Didesak Membuka Kembali Penempatan PMI ke Negara-negara Timur Tengah

Para peserta menilai moratorium yang diberlakukan melalui Keputusan Menteri Ketenagakerjaan Nomor 260 Tahun 2015 telah kehilangan makna. 
Selengkapnya

Viral