Buntut Kasus Pengusiran Nenek Elina oleh Oknum Ormas Madas, Pemkot Surabaya Bentuk Satgas Anti Premanisme
- tvOneNews
Nenek Elina menegaskan dirinya tidak pernah merasa menjual rumah tersebut. Rumah itu bahkan merupakan warisan dari kakak kandungnya itu sendiri.
Eri menjelaskan Samuel kembali datang pada 6 Agustus 2025. Ia juga membawa puluhan orang diduga oknum anggota Madas agar menyeret nenek Elina keluar dari kediamannya.
Ironisnya, rumah tersebut juga disegel dan diberi palang oleh Samuel Cs. Selepas itu sebuah alat berat berupa excavator merobohkan seluruh bangunan milik nenek Elina.
Nenek Elina sempat mengalami terluka di bagian hidung, bibir, dan pipinya. Luka tersebut akibat dari insiden pengusiran hingga diseret oleh Samuel Cs.
"InsyaAllah adanya Satgas Anti-Premanisme ini kita akan sampaikan dan saya berharap warga Surabaya ketika ada kejadian ini langsung bisa menghubungi Satgas. Kami sudah bersiap dengan TNI-Polri yang ada di Kota Surabaya," pungkasnya.
(hap)
Load more