News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Diancam Imbas Kasus Rumah Nenek Elina di Surabaya, Armuji Tepis Tudingan Instruksi Demo ke Ormas Madas

Wakil Wali Kota Surabaya, Armuji respons video pengancam terkait tudingan anak buahnya memperintahkan demo ke ormas Madas imbas kasus rumah nenek Elina Widjajanti.
Senin, 29 Desember 2025 - 14:23 WIB
Wakil Wali Kota Surabaya, Armuji saat sidak ke rumah nenek Elina Widjajanti yang dihancurkan diduga oleh oknum ormas Madas
Sumber :
  • Tangkapan layar YouTube Armuji

Surabaya, tvOnenews.com - Wakil Wali Kota Surabaya Armuji membantah tuduhan dari video viral seorang pria. Anak buah Armuji dituding menginstruksikan demonstrasi kepada organisasi masyarakat Madura Asli (Madas).

Tuduhan itu sebagai respons keras akibat ormas Madas terseret dalam kasus rumah Nenek Elina Widjajanti (80). Akibatnya, ormas tersebut belakangan ini menjadi sasaran amukan masyarakat.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Pria itu mendesak agar perintah demo tersebut segera dihentikan. Ia mengancam apabila tidak melakukannya, maka Armuji akan berurusan dengan ormas Madas.

"Tolong bilang sama anak buahnya sampean, suruh stop demo-demonya," kata pria dalam video viral diunggah melalui akun TikTok @Pasanggigi, Senin (29/12/2025).

"Kalau sampean atau anak buahnya sampean ngotot, kalau sampai Madas Nusantara atau Madas Rumpun yang kena imbasnya tidak akan tinggal diam, Armuji ya," lanjut pria tersebut sambil mengancam.

Reaksi Armuji atas Tuduhan Perintahkan Demo ke Ormas Madas

Armuji tanggapi pengancaman akibat dituduh memperintahkan demo ke ormas Madas
Armuji tanggapi pengancaman akibat dituduh memperintahkan demo ke ormas Madas
Sumber :
  • Instagram/@cakj1

Armuji langsung membuat video klarifikasi atas tuduhan tersebut. Ia mengunggah pernyataan resmi melalui Instagram pribadinya.

Cak Ji sapaan akrabnya, menjelaskan dalam sebuah video viral di media sosial terdapat seseorang ikut sidak ke rumah nenek Elina. Ia menegaskan, sosok tersebut bukanlah anak buahnya.

"Saya ingin memberikan penjelasan kepada Bapak yang mem-posting video di TikTok, bahwa telah mengatakan orang yang di samping saya itu adalah anak buah saya pada saat saya kunjungan dan sidak di wilayah tempat nenek Elina," ujar Armuji.

Ia mengatakan, sosok yang menemaninya adalah seorang wartawan. Ia tidak merasa pria tersebut sebagai bawahannya.

"Sekali lagi, yang di sebelah saya itu bukan anak buah saya. Kalau nggak salah sebut, itu adalah wartawan media sosial," tegas dia.

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

Lebih lanjut, ia menyampaikan Rumah Aspirasi selalu dibuka setiap hari Selasa. Tujuannya untuk mengumpulkan berbagai keluhan dan pengaduhan masyarakat khususnya di Surabaya.

Pemerintah mengeksekusi kumpulan keluhan dari warga. Dalam momen itu, wartawan kerap kali ikut datang untuk melakukan liputan.

"Itu penuh dengan wartawan, termasuk media online maupun media sosial wartawan di sana. Bukan di setiap Selasa mereka hadir, tapi kadang kala mereka hadir mengikuti keluhan warga yang disampaikan ke saya," jelasnya.

Cak Ji bertanya-tanya terkait tuduhan yang menyasar kepada dirinya. Ia tidak membatasi ruang para wartawan untuk meliput kegiatan berbasis keluhan dari masyarakat.

"Masa kalau ada orang mau meliput kegiatan saya, tidak diperbolehkan karena rumah aspirasi ini adalah boleh untuk siapa saja," terangnya.

Sidak ke Rumah Nenek Elina Diikuti Wartawan

Wakil Wali Kota Surabaya, Armuji saat sidak ke rumah nenek Elina Widjajanti dirobohkan Samuel dan rombongan diduga oknum ormas Madas
Wakil Wali Kota Surabaya, Armuji saat sidak ke rumah nenek Elina Widjajanti dirobohkan Samuel dan rombongan diduga oknum ormas Madas
Sumber :
  • tangkapan layar YouTube Armuji

Ia menyampaikan saat proses sidak ke rumah Nenek Elina, wartawan juga inisiatif mengikuti kegiatannya. Ia sama sekali tidak melarang lantaran kasus itu berbasis aduan dari masyarakat.

"Ya tentunya, saya tidak boleh melarang dong. Mereka kan juga ingin mendapatkan liputan," ucapnya.

Ia berharap publik tidak selalu menganggap sosok mengikuti dirinya adalah bawahan. Pandangan menggeneralisasi orang yang muncul di sekitarnya harus dihentikan sedari sekarang.

"Terus ada orang foto sama saya atau ke-shoot di pinggir saya, jangan langsung diasumsikan digeneralisir bahwa itu anak buah saya, itu salah kaprah. Ya, tolong dipahami secara baik bahwa itu bukan anak buah saya 1000 persen," paparnya.

Bicara Ormas Madas di Kasus Nenek Elina

Lanjut Cak Ji, nama ormas Madas belakangan ini ikut terseret di kasus penghancuran rumah nenek Elina. Sebab puluhan orang dibawa Samuel diduga berasal dari Madas.

Cak Ji menegaskan, ia tidak menyebut dari gerombolan tersebut sebagai anggota. Ia melainkan sekelompok orang itu hanyalah oknum.

"Saya juga tidak menyalahkan, tetapi saya bilangnya oknum," sebutnya.

Ia mengatakan kasus nenek Elina saat ini sudah dieksekusi aparat Kepolisian. Kasus tersebut mengingat sangat viral akibat seorang nenek usia 80 tahun diusir paksa.

Nenek Elina melaporkan insiden tersebut ke Polda Jawa Timur. Hingga kini, polisi tengah mengesekusi kasus dialami nenek Elina.

"Harapan saya semua tetap kondusif, semua menjaga ketertiban, dan yang pasti hukum akan berjalan dengan baik secara transparan," pesannya.

Ia menambahkan, puluhan oknum tersebut sebagai eksekutor. Pihak paling bertanggung jawab di kasus jual beli rumah nenek Elina adalah pihak pembeli, Samuel Ardi Kristanto.

Sebelumnya, Ketua Umum DPP Madas, Moh Taufik membantah ormas Madas terlibat dalam kasus rumah nenek Elina di Dukuh Kuwukan, Kelurahan Lontar, Kecamatan Sambikerep, Surabaya pada 6 Agustus 2025.

Ia justru prihatin apa yang dialami nenek Elina. Kasus tersebut menggerakkan beberapa perwakilan Madas menyambangi sekaligus memberikan santunan kepada Elina.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Yang kemarin viral di Surabaya itu, harus diproses hukum. Meskipun itu anggota Madas pun, tetap harus diproses hukum," ujar Taufik dalam tayangan KompasTV.

(hap)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Herri Pras Lapor Polisi setelah Dirinya Viral Digeruduk oleh Sekelompok OTK

Herri Pras Lapor Polisi setelah Dirinya Viral Digeruduk oleh Sekelompok OTK

Konten kreator Herri Pras melaporkan peristiwa dirinya digeruduk hingga diduga mendapat aksi provokasi oleh sekelompok orang tidak dikenal (OTK) ke polisi.
Ahli Waris Korban Meninggal Kecelakaan Maut di Bekasi Terima Santunan

Ahli Waris Korban Meninggal Kecelakaan Maut di Bekasi Terima Santunan

PT Jasa Raharja (Persero) pun menyerahkan santunan kepada ahli waris dua korban meninggal dunia yakni Siti Habibah dan anaknya Adisha Raiqa Shafiya.
Ada Eks Polri hingga TNI, 58 WNI Jadi Korban TPPO Modus Tentara Bayaran di Rusia

Ada Eks Polri hingga TNI, 58 WNI Jadi Korban TPPO Modus Tentara Bayaran di Rusia

Menurut Brigjen Pol Nurul Azizah selaku Dirtipid PPA-PPO Bareskrim Polri ada 58 WNI yang menjadi korban TPPO bahkan tak sedikit dari mantan TNI hingga Polisi.
YouTuber Herri Pras Ceritakan Kronologi Digerebek Sekelompok OTK hingga Diduga Diintimidasi di Kediamannya

YouTuber Herri Pras Ceritakan Kronologi Digerebek Sekelompok OTK hingga Diduga Diintimidasi di Kediamannya

YouTuber Herri Pras mengungkapkan awal mula insiden dirinya digeruduk hingga diduga mendapat tindak kekerasan fisik di rumahnya oleh orang tak dikenal (OTK).
14 Pendaki Gunung Merapi Dipulangkan, 11 Orang Akui Terhubung Medsos Open Trip Ilegal

14 Pendaki Gunung Merapi Dipulangkan, 11 Orang Akui Terhubung Medsos Open Trip Ilegal

Sebanyak 14 pendaki ilegal yang memasuki kawasan Gunung Merapi telah dipulangkan setelah sebelumnya diamankan oleh petugas.
Viral di Media Sosial, Ini 5 Fakta Pernikahan Wali Kota Malang Wahyu Hidayat, Terungkap Asal-usul Sang Istri

Viral di Media Sosial, Ini 5 Fakta Pernikahan Wali Kota Malang Wahyu Hidayat, Terungkap Asal-usul Sang Istri

Kabar bahagia datang dari Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat yang resmi menikah lagi dengan perempuan bernama Septhelena Maria Yosepha. Berikut 5 faktanya.

Trending

Herri Pras Lapor Polisi setelah Dirinya Viral Digeruduk oleh Sekelompok OTK

Herri Pras Lapor Polisi setelah Dirinya Viral Digeruduk oleh Sekelompok OTK

Konten kreator Herri Pras melaporkan peristiwa dirinya digeruduk hingga diduga mendapat aksi provokasi oleh sekelompok orang tidak dikenal (OTK) ke polisi.
Ahli Waris Korban Meninggal Kecelakaan Maut di Bekasi Terima Santunan

Ahli Waris Korban Meninggal Kecelakaan Maut di Bekasi Terima Santunan

PT Jasa Raharja (Persero) pun menyerahkan santunan kepada ahli waris dua korban meninggal dunia yakni Siti Habibah dan anaknya Adisha Raiqa Shafiya.
Viral Nasabah Bank Swasta Keluhkan Tarik Tunai Dibatasi Rp2 Juta per Hari: Transfer hingga QRis Gak Bisa Semua

Viral Nasabah Bank Swasta Keluhkan Tarik Tunai Dibatasi Rp2 Juta per Hari: Transfer hingga QRis Gak Bisa Semua

Melalui unggahannya di Threads, netizen tersebut mengungkapkan kekecewaannya lantaran transaksi tarik tunai dari rekening miliknya dibatasi sepihak oleh bank.
Profil Prof. Endang Warsiki yang Meninggal Dunia, Guru Besar IPB University dengan Segudang Prestasi

Profil Prof. Endang Warsiki yang Meninggal Dunia, Guru Besar IPB University dengan Segudang Prestasi

Prof. Endang Warsiki, Guru Besar IPB University, meninggal dunia pada 2 November 2026. Simak profil, pendidikan, perjalanan hidup, dan kontribusinya di bidang agroindustri.
Viral Video Herri Pras Digeruduk Kelompok Bela Diri Usai Tantang 'Fight Sampai Mati'

Viral Video Herri Pras Digeruduk Kelompok Bela Diri Usai Tantang 'Fight Sampai Mati'

YouTuber Herri Pras digeruduk dan ditendang oleh sekelompok orang dari komunitas bela diri di kediamannya usai menyebarkan konten viral tantangan bertarung.
Siapa Herri Pras? YouTuber Asal Jember yang Digeruduk Sekelompok Pria usai Tantang Duel sampai Mati

Siapa Herri Pras? YouTuber Asal Jember yang Digeruduk Sekelompok Pria usai Tantang Duel sampai Mati

Nama YouTuber Herri Pras tengah menjadi sorotan setelah sebuah video memperlihatkan dirinya didatangi sekelompok pria bela diri. Ini profilnya.
Viral Nakes RSUD Mampang Prapatan Disebut Tak Sigap Tangani Pasien di IGD: Pasien Kritis tapi Santai Banget, Tutup Aja Lah

Viral Nakes RSUD Mampang Prapatan Disebut Tak Sigap Tangani Pasien di IGD: Pasien Kritis tapi Santai Banget, Tutup Aja Lah

Seorang netizen meluapkan kekecewaannya terhadap lambatnya respons para nakes di RSUD Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, saat menangani pasien gawat darurat.
Selengkapnya

Viral