Prabowo Tegur Istilah ‘Uang Lelah’ untuk TNI: Tentara Tidak Boleh Lelah
- YouTube/Setpres
Jakarta, tvOnenews.com - Presiden RI, Prabowo Subianto, menegur penggunaan istilah “uang lelah” bagi prajurit TNI yang terlibat dalam pemulihan pascabencana di Sumatera.
Teguran itu disampaikan Presiden saat rapat koordinasi pemulihan bencana bersama kementerian dan lembaga di Aceh Tamiang, Kamis (1/1/2025).
Momen tersebut terjadi ketika Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Letjen TNI Suharyanto, memaparkan skema dukungan logistik bagi prajurit di lapangan.
Ia menyebut adanya pemberian uang makan dan uang lelah bagi personel TNI yang terlibat langsung dalam penanganan bencana.
“Para prajurit di lapangan mendapat uang makan dan uang lelah, Bapak, uang saku. Per orang Rp165.000,” kata Suharyanto.
Pernyataan itu langsung mendapat respons dari Presiden Prabowo. Kepala Negara menegaskan, istilah uang lelah tidak tepat disematkan kepada prajurit TNI.
“Kalau tentara jangan uang lelah, ya. Karena tentara enggak boleh lelah,” ujar Prabowo.
Menanggapi hal tersebut, Suharyanto segera meluruskan maksud pernyataannya dan menyebut dana tersebut sebagai uang saku.
“Uang saku, Bapak. Siap,” kata Suharyanto.
Namun, Presiden Prabowo kembali menegaskan pilihan istilah yang menurutnya lebih mencerminkan semangat pengabdian prajurit. Ia mengganti penyebutan dana tersebut menjadi “uang semangat”.
“Uang semangat. TNI tidak mengenal lelah. Berbakti kepada negara dan bangsa,” tutur Prabowo.
Pernyataan Prabowo menegaskan pandangan kepemimpinannya terhadap peran TNI dalam penanganan bencana, sekaligus menekankan nilai pengabdian dan semangat juang prajurit dalam melayani negara dan rakyat, khususnya di tengah situasi darurat pascabencana. (agr/rpi)
Load more