Bocah 6 Tahun Diduga Sengaja Ditinggal Ayahnya di Pasar Kebayoran Lama, Mengaku Orang Ciranjang Cianjur
- Tangkapan Layar
Jakarta, tvOnenews.com - Seorang anak laki-laki berinisial N (6) yang diduga ditinggal ayahnya di Pasar Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, pada Kamis (1/1/2026) malam, tak kunjung dijemput oleh keluarganya.
Kasatgaspol PP Kelurahan Kebayoran Lama Utara Muhidin Khodijah, mengatakan usai ditemukan, awalnya anak tersebut dibawa ke kantor Satpol PP untuk diberi makan.
“Iya, setelah saya temukan lalu saya bawa dulu ke kantor untuk memberikan makan dan mendata,” ujar Muhidin, kepada wartawan, Sabtu (3/1/2025).
Kemudian, karena tidak kunjung dijemput oleh keluarganya, Muhidin akhirnya menyerahkan ke Dinas Sosial.
“Sudah kami serahkan ke Dinsos setelah menunggu sekitar 6 jam dari keluarga bersangkutan tidak ada yang datang,” tegas Muhidin.
Sebelumnya diberitakan, Satpol PP Kebayoran Lama mengamankan anak laki-laki berinisial N (6) yang ditinggal oleh ayahnya di Pasar Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, pada Kamis (1/1/2026) malam.
Hal ini dikonfirmasi Kepala Satpol PP Kebayoran Lama Dian Citra, Jumat (2/1/2026).
"Betul. Sang anak kami temukan di Kebayoran Lama. Saat ini kondisi anak baik," ujarnya.
Dian memastikan N dalam keadaan sehat dan sudah makan. Begitu juga dengan kesehatannya.
Kronologi
Terpisah, Kasatgaspol PP Kelurahan Kebayoran Lama Utara Muhidin Khodijah menjelaskan kronologi penemuan sang anak.
"Saat itu saya patroli jam 10.00 WIB, nemu anak ini, dan saat ditanyakan salah satu tukang ojek mengatakan dari malam di sini sampai pagi," terangnya.
Saat dimintai keterangan, N mengaku berasal dari Ciranjang, Cianjur. Dia dibawa ayahnya dengan menggunakan mobil. Dia bercerita bahwa ayahnya memiliki sifat galak.
Di hari itu mereka berhenti di jalan sekitar pasar dan Stasiun Kebayoran Lama.
Kemudian, sang ayah pamit untuk merokok sebentar sementara N ditinggal.
"Ayahnya bilang mau rokok sebentar, ditinggalin. Ditungguin enggak balik-balik. Karena lebih dari lima jam, karena butuh makan, mandi dan istirahat, jadi kami bawa," jelasnya. (ars/muu)
Load more