GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Psikolog Forensik Beberkan Kejanggalan-kejanggalan Penangkapan Pelaku Pembunuhan Anak Petinggi PKS

Psikolog Forensik, Reza Indragiri Amriel membeberkan kejanggalan-kejanggalan dalam penangkapan terduga pelaku pembunuhan anak sang politisi PKS Maman Suherman.
Minggu, 4 Januari 2026 - 14:59 WIB
Kondisi rumah mewah petinggi PKS Cilegon, Maman Suherman, yang anaknya diduga jadi korban pembunuhan
Sumber :
  • Tangkapan layar tvOne

Jakarta, tvOnenews.com - Penangkapan terduga pelaku pembunuhan bocah 9 tahun inisial MA, anak dari politisi PKS Maman Suherman, mendapat banyak sorotan dari masyarakat. Pasalnya, penangkapan tersebut dinilai janggal.

Psikolog Forensik, Reza Indragiri Amriel yang turut membeberkan kejanggalan-kejanggalan dalam penangkapan tersebut.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Pasalnya, Reza menilai kesimpulan polisi yang menyebut pelaku pencurian sebagai pelaku pembunuhan terlalu cepat dan menyisakan banyak kejanggalan.

Reza menyoroti perbedaan mencolok antara dua lokasi kejadian.

Reza Indragiri
Reza Indragiri
Sumber :
  • YouTube

"Di rumah anggota PKS yang menjadi tempat pembunuhan, polisi menyatakan tidak ada satu pun barang berharga yang hilang," ucap Reza kepada tvOnenews.com, Minggu (4/1/2026).

Namun, orang yang kini ditetapkan sebagai pelaku justru ditangkap saat berusaha mencuri di rumah anggota DPRD.

“Berarti, pelaku yang sama memiliki dua motif yang berbeda saat menyatroni dua rumah?” ujarnya.

Menurut Reza, di rumah anggota PKS, pelaku disebut datang tanpa motif instrumental atau keuntungan materi. Sebaliknya, di rumah anggota DPRD, pelaku jelas memiliki motif pencurian.

“Atau, jangan-jangan pelaku pencurian bukanlah pelaku pembunuhan?” tegasnya.

Ia juga mengkritik dasar penetapan pelaku yang dinilai lebih bertumpu pada pengakuan awal saat interogasi, bukan pada pembuktian ilmiah.

Reza menyebut, hingga kini tidak terlihat adanya upaya pembanding antara pelaku pencurian dengan pelaku pembunuhan.

“Indikasi itu didasarkan pada fakta bahwa tidak ada foto atau pun sketsa wajah pelaku pembunuhan untuk dibandingkan dengan wajah pelaku pencurian. Baik dari rekaman CCTV maupun deskripsi saksi-saksi yang sudah diperiksa polisi,” kata Reza.

Selain itu, polisi juga belum mengumumkan adanya kecocokan bukti forensik.

“Juga, belum ada pengecekan kesamaan DNA atau pun sidik jari si pencuri dengan DNA dan sidik jari di lokasi pembunuhan,” lanjutnya.

Reza kemudian menyoroti aspek psikologis pelaku pembunuhan. Kasus pembunuhan terhadap anak tersebut terjadi pada 16 Desember 2025, dengan puluhan luka tusuk dan luka lebam.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Menurutnya, kekerasan se-ekstrem itu lazimnya menimbulkan guncangan jiwa yang berat.

“Kekerasan seekstrim itu bisa membuat pelaku ketakutan, sehingga memilih kabur. Bisa pula membuat pelaku trauma, sehingga mengisolasi diri,” ujarnya.

Halaman Selanjutnya :

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

John Herdman Full Senyum! 2 Pilar Timnas Indonesia Bikin Sensasi di Eropa Jelang FIFA Series, Kapten Garuda Dapat Rating Mentereng

John Herdman Full Senyum! 2 Pilar Timnas Indonesia Bikin Sensasi di Eropa Jelang FIFA Series, Kapten Garuda Dapat Rating Mentereng

Pelatih Timnas Indonesia, John Herdman, punya alasan tersenyum lebar jelang debut resminya bersama Garuda. Dua pemain bertahannya di Eropa tampil impresif.
Kabar Daniel Klein: Kiper Jerman Berdarah Bali yang Sempat Yakin akan Dinaturalisasi Timnas Indonesia, Kini Promosi ke Bundesliga

Kabar Daniel Klein: Kiper Jerman Berdarah Bali yang Sempat Yakin akan Dinaturalisasi Timnas Indonesia, Kini Promosi ke Bundesliga

Tak ada kejelasan soal proses naturalisasinya ke Timnas Indonesia sejak ditawari pada awal 2024, kini Daniel Klein promosi ke tim senior Augsburg di Bundesliga.
BI Jatim Siapkan Rp24,6 Triliun Uang Layak Edar untuk Ramadhan dan Idulfitri 2026

BI Jatim Siapkan Rp24,6 Triliun Uang Layak Edar untuk Ramadhan dan Idulfitri 2026

Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Timur menyiapkan uang layak edar (ULE) sebesar Rp24,6 triliun untuk memenuhi kebutuhan uang rupiah selama Ramadan dan Idulfitri 1447 Hijriah.
Dugaan Penggelapan Dana KSP Tunas Harapan Mulai Diseldiki Polisi

Dugaan Penggelapan Dana KSP Tunas Harapan Mulai Diseldiki Polisi

Dugaan penggelapan dana Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Tunas Harapan di kabupaten Temanggung, mulai diselidiki oleh Polres Temanggung. Hla ini dilakukan menyusul laporan nasabah yang tidak dapat mencairkan dana mereka.
DPRD Surabaya Bahas Penonaktifan BPJS PBI JK dalam Audiensi dengan BPJS Kesehatan

DPRD Surabaya Bahas Penonaktifan BPJS PBI JK dalam Audiensi dengan BPJS Kesehatan

DPRD Kota Surabaya membahas penonaktifan kepesertaan BPJS Kesehatan segmen Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan (PBI JK) warga Surabaya dalam audiensi bersama BPJS Kesehatan.
Nasabah Kartu Kredit Laporkan Dugaan Premanisme Debt Collector ke Polrestabes Surabaya

Nasabah Kartu Kredit Laporkan Dugaan Premanisme Debt Collector ke Polrestabes Surabaya

Tan Yudianto Hartanu, 55 tahun, nasabah kartu kredit Bank Mega, melaporkan dugaan tindakan premanisme yang dialaminya kepada Polrestabes Surabaya.

Trending

PSSI Gigit Jari, Pemain yang Tolak Mentah-mentah Dinaturalisasi untuk Timnas Indonesia Ini Jadi Pembelian Terbaik Sepanjang Sejarah Klub Inggris

PSSI Gigit Jari, Pemain yang Tolak Mentah-mentah Dinaturalisasi untuk Timnas Indonesia Ini Jadi Pembelian Terbaik Sepanjang Sejarah Klub Inggris

PSSI berpotensi menyesal setelah Pascal Struijk menolak naturalisasi untuk perkuat Timnas Indonesia. Bek Leeds United itu kini jadi transfer terbaik klubnya.
Impor 105 Ribu Mobil Pikap India Buat Kopdes Merah Putih, DPR Ingatkan Produk Dalam Negeri

Impor 105 Ribu Mobil Pikap India Buat Kopdes Merah Putih, DPR Ingatkan Produk Dalam Negeri

Mencuat soal kabar terkait impor 105 ribu mobil pikap India buat Kopdes Merah Putih. Sontak hal ini menyedot dan menuai komentar dari Wakil Ketua Komisi VII DPR
Terkuak! Penyebab Plh Kapolres Bima Kota AKBP Catur Diganti, Polri Beberkan Riwayatnya

Terkuak! Penyebab Plh Kapolres Bima Kota AKBP Catur Diganti, Polri Beberkan Riwayatnya

Baru sepekan menjadi Plh Kapolres Bima Kota. AKBP Catur Erwin Setiawan sudag diganti polri. Kini, digantikan oleh AKBP Hariyanto, Wadansat Brimob Polda NTB.
Bukan Orang Sembarangan, Ini Sosok Dwi Sasetyaningtyas Alumni LPDP yang Viral Singgung Anaknya Bukan WNI

Bukan Orang Sembarangan, Ini Sosok Dwi Sasetyaningtyas Alumni LPDP yang Viral Singgung Anaknya Bukan WNI

Jagat media sosial heboh usai viralnya sebuah video yang melihatkan alumni penerima beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) Dwi Sasetyaningtyas atau Tyas.
Detik-detik Mengerikan Siswa di Tual Tewas Diduga Dianiaya Anggota Brimob Polda Maluku

Detik-detik Mengerikan Siswa di Tual Tewas Diduga Dianiaya Anggota Brimob Polda Maluku

Baru-baru ini beredar kabar detik-detik mengerikan seorang siswa di Tual tewas diduga dianiaya anggota Brimob. Sontak, insiden ini menuai komentar netizen di
AKBP Didik Akui Narkoba Sekoper Dapat saat Menjabat Wakasat Serse Jakarta Utara

AKBP Didik Akui Narkoba Sekoper Dapat saat Menjabat Wakasat Serse Jakarta Utara

Mantan Kapolres Bima Kota, AKBP Didik Putra Kuncoro mengakui narkoba sekoper miliknya dapat saat ia menjabat sebagai Wakasat Serse Polres Metro Jakarta Utara.
Thom Haye Gigit Jari, Timnas Indonesia Sudah Dekati Gelandang Jerman Berdarah Surabaya Rp43 Miliar

Thom Haye Gigit Jari, Timnas Indonesia Sudah Dekati Gelandang Jerman Berdarah Surabaya Rp43 Miliar

Performa impresif Laurin Ulrich di kompetisi Jerman kembali memantik spekulasi soal peluangnya membela Timnas Indonesia. Thom Haye gigit jari soal posisinya?
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT