News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Marwah Hukum Internasional Dinilai Sudah Luntur, Penangkapan Maduro oleh Trump Jadi Contoh Politik Kekuatan

Pengamat Hukum Internasional UI, Hikmahanto Juwana, menyebut bahwa aksi koboi AS ke Venezuela adalah bukti nyata bahwa marwah hukum internasional telah direndahkan.
Senin, 5 Januari 2026 - 16:27 WIB
Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Presiden Venezuela Nicolas Maduro.
Sumber :
  • Istimewa

Jakarta, tvOnenews.com - Klaim penangkapan Presiden Venezuela, Nicolás Maduro oleh Amerika Serikat dinilai menjadi gambaran nyata bagaimana hukum internasional semakin tersingkir di tengah pertarungan kepentingan global.

Pakar hukum internasional dari Universitas Indonesia (UI), Hikmahanto Juwana, menyebut bahwa hukum kini kerap dijadikan alat pembenaran, bukan lagi instrumen utama menjaga ketertiban dunia.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Hikmahanto menilai, langkah ekstrem seperti penangkapan kepala negara berdaulat menunjukkan bahwa hukum internasional kerap dikalahkan oleh kepentingan kekuatan besar.

Menurutnya, membawa Presiden Maduro yang masih menjabat ke pengadilan di New York merupakan pelanggaran serius terhadap prinsip kedaulatan negara.

“Pengambilan Maduro yang masih Presiden dan dihadapkan di pengadilan New York pun merupakan suatu pelanggaran,” ucap Hikmahanto kepada tvonenews.com, Senin (5/1/2025).

“Kalau pelanggaran tentu melanggar,” imbuhnya.

Sebab, ia menjelaskan, Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) secara tegas melarang penggunaan kekerasan terhadap negara lain.

“Soalnya Pasal 2 ayat 4 Piagam PBB mewajibkan negara anggota untuk melakukan penggunaan kekerasan dan ancaman kekerasan terhadap teritorial integritas negara lain,” kata Hikmahanto.

Meski demikian, Hikmahanto memprediksi Amerika Serikat akan tetap mencari pembenaran hukum atas tindakannya.

“Tapi AS pasti akan melakukan pembelaan atas dasar Pasal 51 Piagam PBB yaitu hak untuk membela diri,” katanya.

Namun, pembelaan tersebut justru memperlihatkan kondisi hukum internasional yang semakin terdegradasi.

“Hukum internasional sudah tidak dijadikan instrumen untuk menjaga ketertiban kalau berbicara soal keamanan dan perdamaian internasional,” ucap Hikmahanto.

Ia menambahkan, hukum internasional kini sering ditempatkan hanya sebagai legitimasi formal.

“Hukum internasional direndahkan posisinya hanya untuk membenarkan tindakan sebuah negara,” katanya.

Lebih jauh menurut Hikmahanto, konflik Venezuela–Amerika Serikat tidak bisa dipandang sebagai persoalan hukum semata.

Ada kepentingan strategis besar yang membayangi, mulai dari pengaruh geopolitik hingga perebutan sumber daya energi.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Tidak semata isu hukum. Tapi isu minyak, isu Monroe Doctrine, dimana AS ingin agar di benua Amerika tidak ada negara lain yang ada seperti China, Iran, Rusia, dan satu lagi pergantian rezim (regime change),” ujar Hikmahanto.

Ia menjelaskan, sejak lama Amerika Serikat memegang Doktrin Monroe yang menegaskan kawasan Amerika sebagai wilayah pengaruhnya.

Halaman Selanjutnya :

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Prof Mas’ud Apresiasi Program Khofifah, 123 Mahasiswa Jatim Kuliah di Al Azhar dan Raih Prestasi

Prof Mas’ud Apresiasi Program Khofifah, 123 Mahasiswa Jatim Kuliah di Al Azhar dan Raih Prestasi

Program beasiswa Pemerintah Provinsi Jawa Timur untuk mahasiswa yang menempuh pendidikan di Universitas Al Azhar, Kairo, Mesir, telah memfasilitasi 123 mahasiswa sejak 2021.
John Herdman Ingin SUGBK Jadi 'Neraka' buat Malaysia: Ini Rumah Kita, Mereka Harus Melindunginya

John Herdman Ingin SUGBK Jadi 'Neraka' buat Malaysia: Ini Rumah Kita, Mereka Harus Melindunginya

Pelatih Timnas Indonesia, John Herdman, ingin atmosfer Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) menjadi tempat yang menyeramkan bagi Malaysia.
Kualitas Timnas Indonesia Diakui Lawan, Pilar Malaysia Ingatkan Harimau Malaya Jangan Lengah Lawan Garuda

Kualitas Timnas Indonesia Diakui Lawan, Pilar Malaysia Ingatkan Harimau Malaya Jangan Lengah Lawan Garuda

Timnas Indonesia mendapat pengakuan dari pemain Malaysia jelang pertemuan kedua tim di FIFA ASEAN Cup 2026. Faisal Halim menilai Skuad Garuda terorganisasi.
John Herdman Bandingkan Timnas Indonesia dengan Kanada soal Ekspektasi Suporter: Ini Adalah Proses

John Herdman Bandingkan Timnas Indonesia dengan Kanada soal Ekspektasi Suporter: Ini Adalah Proses

Pelatih Timnas Indonesia, John Herdman, meminta suporter Skuad Garuda tetap realistis terhadap proses yang sedang dibangun timnya.
Belum Juga Keluar Keringat, Media Malaysia Sebut Harimau Malaya Dapat Kabar Baik Jelang Hadapi Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026

Belum Juga Keluar Keringat, Media Malaysia Sebut Harimau Malaya Dapat Kabar Baik Jelang Hadapi Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026

Timnas Indonesia akan menghadapi Malaysia pada matchday kedua Grup A FIFA ASEAN Cup 2026. Harimau Malaya datang dengan modal positif sebelum duel di Jakarta.
Harga Pangan Hari Ini 28 September 2026: Cabai Rawit Rp113.750 per Kilogram hingga Telur Ayam Rp29.400 per Kilogram

Harga Pangan Hari Ini 28 September 2026: Cabai Rawit Rp113.750 per Kilogram hingga Telur Ayam Rp29.400 per Kilogram

Inilah daftar harga pangan hari ini 28 September 2026 dilansir dari Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Nasional.

Trending

Joey Pelupessy Soroti Para Pemain Debutan Timnas Indonesia, Luke Vickery Dapat Pujian Usai Cetak Assist ‎

Joey Pelupessy Soroti Para Pemain Debutan Timnas Indonesia, Luke Vickery Dapat Pujian Usai Cetak Assist ‎

‎Timnas Indonesia berjaya mengawali FIFA ASEAN Games 2026 dengan hasil positif. Kemenangan 2-0 atas Singapura berhasil diamankan dalam laga perdana pada Jumat (25/9/2026).
Jadwal Siaran Langsung Timnas Indonesia Vs Malaysia di FIFA ASEAN Cup 2026: Garuda Terancam Tanpa Dua Pemain

Jadwal Siaran Langsung Timnas Indonesia Vs Malaysia di FIFA ASEAN Cup 2026: Garuda Terancam Tanpa Dua Pemain

Timnas Indonesia akan melakoni laga derbi melawan Malaysia di FIFA ASEAN Cup 2026. Sayangnya, John Herdman terancam tanpa dua pemain andalannya.
Top 3 Voli: Megawati Hangestri Dapat Peringatan, Kesan Pemilik Nomor di Hillstate soal Megatron, hingga Kim Hee-jin Pevoli Senior

Top 3 Voli: Megawati Hangestri Dapat Peringatan, Kesan Pemilik Nomor di Hillstate soal Megatron, hingga Kim Hee-jin Pevoli Senior

Redaksi tvOnenews.com telah memilih tiga artikel terpopuler yang paling banyak dibaca seputar Megawati Hangestri di musim ketiga hingga wejangan para seniornya.
Dapat Panggilan Kesayangan dari Megawati Hangestri, Lee Min-young Malah 'Ngambek'

Dapat Panggilan Kesayangan dari Megawati Hangestri, Lee Min-young Malah 'Ngambek'

Rookie Hyundai Hillstate menolak panggilan yang disematkan Megawati Hangestri kepadanya. Momen lucu ini terjadi saat mereka sedang liburan singkat di Pulau Jeju
Timnas Indonesia Lawan Malaysia Jelang Piala Asia 2027, John Herdman Berterima Kasih kepada Erick Thohir

Timnas Indonesia Lawan Malaysia Jelang Piala Asia 2027, John Herdman Berterima Kasih kepada Erick Thohir

Pelatih Timnas Indonesia, John Herdman, menyampaikan ucapan terima kasihnya kepada Erick Thohir dan jajaran PSSI. Sebab, FIFA ASEAN Cup 2026 membantu mereka persiapkan diri jelang Piala Asia 2027.
Jadwal Asian Games 2026, Senin 28 September: 4 Pebulu Tangkis Pastikan Raih Medali, Timnas Voli Indonesia Main

Jadwal Asian Games 2026, Senin 28 September: 4 Pebulu Tangkis Pastikan Raih Medali, Timnas Voli Indonesia Main

Jadwal Asian Games 2026 hari ini, Senin (28/9/2026). Tim Indonesia sudah memastikan medali usai empat pebulu tangkis tanah air tampil di semifinal. Sedangkan Timnas Voli Indonesia akan kembali berjuang.
Jadwal Voli Asian Games 2026, Senin 28 September: Timnas Voli Indonesia Lawan Kirgistan Pagi Ini

Jadwal Voli Asian Games 2026, Senin 28 September: Timnas Voli Indonesia Lawan Kirgistan Pagi Ini

Jadwal voli Asian Games 2026 hari ini, Senin (28/9/2026). Timnas Voli Indonesia akan kembali unjuk gigi, kali ini wajib menang saat melawan Kirgistan.
Selengkapnya

Viral