Belum Tidur, Bolehkah Shalat Tahajud? Begini Penjelasan Syekh Ali Jaber
- Pexels/Michael Burrows
tvOnenews.com - Shalat tahajud selama ini identik dengan ibadah yang dilakukan setelah tidur.Â
Banyak umat Muslim meyakini bahwa seseorang harus terlelap terlebih dahulu sebelum menunaikan shalat malam ini.Â
Namun dalam praktiknya, tidak semua orang memiliki kesempatan untuk tidur lebih awal.
Lalu muncul pertanyaan yang cukup sering dibahas: jika belum tidur, apakah tetap boleh melaksanakan shalat tahajud?
Almarhum Syekh Ali Jaber pernah memberikan penjelasan terkait hal tersebut.Â
Dalam salah satu ceramahnya, beliau menegaskan bahwa shalat tahajud sangat fleksibel dan menyesuaikan kemampuan masing-masing.

- Ilustrasi AI
"Kalau Anda merasa jika shalat tahajud 8 rakaat bangun jam 2 tidak kuat, maka kembali kepada kemampuan. Tahajud tidak harus 8 rakaat. Tahajud 2 rakaat itu sudah tahajud," ujar Syekh Ali Jaber.
Beliau juga meluruskan pemahaman yang berkembang di masyarakat bahwa tahajud wajib diawali dengan tidur.
"Tahajud pun shalat malam tidak harus tidur dulu," ujar Syekh Ali Jaber.
Menurutnya, anggapan bahwa seseorang harus tidur walau hanya sebentar agar sah disebut tahajud bukanlah ketentuan baku dalam syariat.
"Ada orang yang bilang harus tidur, walaupun tutup mata sebentar terus buka lagi. Ini ilmu baru di Indonesia," lanjutnya.
Syekh Ali Jaber menjelaskan bahwa memang tidur terlebih dahulu lalu bangun di sepertiga malam memiliki nilai keutamaan tersendiri.Â
Namun kondisi setiap orang berbeda. Jika seseorang khawatir tidak mampu bangun setelah tidur, maka tetap diperbolehkan melaksanakan shalat malam tanpa harus tidur terlebih dahulu.
Beliau menguatkan pendapat tersebut dengan hadits shahih yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah RA.
"Dan ini bukan kata saya, dan bukan kata ulama, tapi kata Rasulullah SAW di hadits yang shahih, Abu Hurairah RA berkata 'Pernah Rasulullah mewasiatkan aku, untuk jaga witir sebelum tidur'," terang Syekh Ali Jaber.

- Pexels/Michael Burrows
Hadits tersebut menunjukkan bahwa shalat malam, termasuk witir, dapat dilakukan sebelum tidur.Â
Dengan demikian, seseorang tetap memiliki kesempatan meraih keutamaan ibadah malam meskipun belum beristirahat.
"Berarti Rasulullah memerintahkan kita melaksanakan ibadah shalat malam di antaranya witir, sebelum tidur," tambahnya.
Load more