Diduga Ada Keterlibatan Anggota DPR di Kasus Korupsi Bupati Bekasi, KPK Beberkan Hal Ini
- Antara
Jakarta, tvOnenews.com - Kasus dugaan suap ijon proyek yang melibatkan Bupati Bekasi Ade Kuswara Kunang kian memanas. Terbaru, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tak segan untuk memeriksan siapapun yang terlibat dalam kasus ini.
Diketahui, santer diberitakan terdapat anggota DPR RI yang terlibat dalam kasus korupsi di wilayah pemerintahan Kabupaten Bekasi ini.
Menyikapi hal ini, KPK tidak menutup kemungkinan akan melakukan pemanggilan sosok tersebut agar kasus korupsi ini terang benderang.
"Nanti akan didalami oleh penyidik, seperti apa peran-peran yang bersangkutan," ucap Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, Senin (5/1/2026).
Budi menerangkan, sebagai Lembaga yang berkomitmen memberantas korupsi, KPK tak akan segan melakukan pemeriksaan ke depannya.
"Penyidik terbuka untuk melakukan pemanggilan kepada siapa saja guna melengkapi informasi, dan bukti-bukti yang dibutuhkan dalam proses penyidikan," ucapnya.
Kendati demikian, Budi mengungkapkan, bahwa saat ini pihaknya belum menjadwalkan pemanggilan terhadap yang bersangkutan.
"Sampai dengan saat ini belum ada pemeriksaan tersebut," ucapnya.
Sekedar informasi, KPK telah memeriksan mantan Sekdis Cipta Karya dan Tata Ruang Kabupaten Bekasi, Beni Saputra.
Beni diperiksa sebagai saksi atas kasus dugaan korupsi yang melibatkan Bupati Bekasi nonaktif, Ade Kuswara Kunang.
Budi Prasetyo mengungkapkan, pemeriksaan hari ini dilakukan untuk mengetahui apakah terdapat aliran dana yang masuk ke Beni dalam kasus ini.
"Dalam pemeriksaan hari ini, penyidik mendalami terkait dengan aliran uang, dimana saudara BS ini diduga menerima sejumlah aliran dari pihak ADK maupun HMK," katanya, Senin (5/1/2026).
Ia juga menyebut, bahwa KPK akan terus mendalami soal aliran dana apakah berhenti di Beni ataupun ada kiriman ke berbagai pihak lainnya.
"Akan terus menelusuri, mendalami terkait dengan dugaan penerimaan uang tersebut, peruntukannya untuk apa, apakah berhenti di saudara BS atau masih mengalir kembali," ungkapnya. (aha/aag)
Load more