Buka Pintu Kerja Sama dengan PDIP Meski di Luar Pemerintahan, Prabowo: Saya Bukan Milik Satu Partai, Saya Milik Seluruh Bangsa
- Antara
Jakarta, tvOnenews.com — Presiden RI Prabowo Subianto menegaskan tidak mempermasalahkan sikap PDIP yang memilih berada di luar pemerintahan.
Menurut Prabowo, persatuan nasional tidak identik dengan keharusan seluruh kekuatan politik bergabung dalam kabinet, melainkan terletak pada kemauan untuk bekerja sama demi kepentingan bangsa.
Pernyataan tersebut disampaikan Prabowo dalam sebuah pidato di mana ia menekankan bahwa perbedaan posisi politik tidak seharusnya menghambat kolaborasi antara pemerintah dan partai di luar pemerintahan.
“Bersatu tidak berarti semua harus masuk pemerintah, tidak. PDIP boleh di luar, boleh. Tetapi kerja sama,” kata Prabowo.
Untuk menegaskan sikap tersebut, Prabowo mencontohkan dukungannya terhadap Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung yang diketahui merupakan kader PDIP.
Menurutnya, dukungan kepada kepala daerah tidak boleh dibatasi oleh perbedaan afiliasi politik.
Dalam kesempatan yang sama, Prabowo juga menyinggung pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Ia menegaskan program tersebut dijalankan secara merata di seluruh wilayah Indonesia tanpa mempertimbangkan peta dukungan politik pada Pemilihan Presiden 2024.
Prabowo menyebut Aceh dan Sumatera Barat sebagai contoh daerah yang tetap menerima program MBG, meskipun dirinya kalah di dua provinsi tersebut pada Pilpres 2024.
Saat itu, suara Prabowo dikalahkan oleh pasangan Anies Baswedan–Muhaimin Iskandar.
“Apakah MBG enggak sampai Sumatera Barat? Kan aku kalah di Sumatera Barat, berarti MBG jangan ke Sumatera Barat? Enggak ada. Apa saya larang MBG ke Aceh? Aku kalah juga di Aceh. Tidak, karena sekarang saya bukan milik satu partai, saya sekarang milik seluruh bangsa Indonesia,” pungkas Prabowo. (agr/nsi)
Load more