GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Rocky Gerung dan Partai Bekas Jokowi Sejalan, Tegas Tolak Kepala Daerah Dipilih DPRD

Polemik akan wacana Pemerintah Indonesia terkait kepala daerah yang dipilih oleh DPRD terus bergulir.
Rabu, 7 Januari 2026 - 07:00 WIB
Ilustrasi Pilkada 2024.
Sumber :
  • Antara

Jakarta, tvOnenews.com - Penolakan wacana Pemerintah Indonesia terkait kepala daerah yang dipilih oleh DPRD terus bergulir diantaranya partai bekas Joko Widodo (Jokowi) yakni PDIP.

Anggota Komisi X DPR RI Fraksi PDIP, Andreas Hugo Pariera, menolak wacana pemilihan kepala daerah melalui DPRD (Dewan Perwakilan Rakyat Daerah).

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Andreas Hugo menilai langkah tersebut bertentangan dengan prinsip dasar demokrasi dan berpotensi memicu kemarahan publik.

Menurut Andreas, dalam sistem demokrasi terdapat prinsip yang tidak boleh dilanggar, yakni hak yang telah diberikan kepada rakyat tidak boleh ditarik kembali.

“Dalam sistem demokrasi berlaku hukum yang tidak tertulis apa yang sudah diberikan kepada rakyat, pantang untuk diambil kembali’,” kata Andreas Hugo Pariera kepada tvOnenews.com, Selasa (6/1/2026).

Ia menjelaskan, Indonesia telah mengalami perubahan besar dalam sistem pemilihan, dari mekanisme tidak langsung pada masa Orde Baru menjadi pemilihan langsung setelah reformasi.

“Perubahan sistem pemilihan kita, memang cenderung cepat, dari tidak langsung oleh DPRD pada massa otoritarian Soeharto Orde Baru menjadi pemilihan langsung oleh rakyat, setelah massa reformasi,” ujarnya.

Perubahan tersebut, lanjut Andreas, juga berlaku untuk pemilihan presiden yang kini dipilih langsung oleh rakyat setelah amandemen Undang-Undang Dasar 1945.

“Nah, sekarang hak demokrasi yang sudah diberikan kepada rakyat ini mau diambil kembali?” katanya.

Andreas menilai, jika wacana tersebut dipaksakan, rakyat berpotensi bereaksi keras karena hak politiknya ditarik kembali oleh elite.

“Saya kira rakyat akan marah, karena hak yang sudah diberikan kepada rakyat ini akan diambil lagi oleh elit-elitnya yang ingin melanggengkan kekuasaannya,” ujarnya.

Ia menegaskan, langkah yang lebih tepat adalah memperbaiki kualitas pemilihan langsung, bukan menghapusnya.

“Menurut saya, lebih baik kita benahi sistem pemilihan langsung ini untuk menjadi lebih berkualitas secara demokratis, ketimbang mengambil kembali apa yang sudah diberikan kepada rakyat,” kata Andreas.

Menurutnya, biaya politik yang harus dibayar akibat menarik hak rakyat jauh lebih mahal dibandingkan biaya penyelenggaraan pemilu.

“Lebih mahal harga politik yang dibayar dengan mengambil kembali hak rakyat, ketimbang biaya pemilu yang harus dikeluarkan,” tandasnya.

Di sisi lain, akademisi sekaligus pengamat politik, Rocky Gerung menyoroti wacana perubahan mekanisme pemilihan kepala daerah dalam Rancangan Undang-Undang (RUU) Pemilu yang mengarah pada pemilihan melalui DPRD.

Menurut Rocky, prinsip dasar pemilu demokratis tidak boleh menghilangkan peran langsung rakyat dalam menentukan pemimpinnya.

“Pemilu demokratis artinya, suara rakyat tak boleh pakai joki,” kata Rocky Gerung kepada tvOnenews.com, Selasa (6/1/2026).

Pernyataan tersebut disampaikan Rocky saat dimintai pandangan terkait wacana Pilkada yang dipilih melalui DPRD, yang dinilai sebagian kalangan berpotensi menjadi kemunduran demokrasi.

Sebelumnya, wacana agar pemilihan kepala daerah dilakukan oleh Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD), bukan secara langsung oleh rakyat, kembali disuarakan oleh Presiden RI, Prabowo Subianto.

“Jadi, saya sendiri condong, saya akan mengajak kekuatan politik, ayo marilah kita berani, berani memberi solusi kepada rakyat kita, demokratis tapi jangan buang-buang uang,” kata Prabowo.

Menurut Prabowo, jika DPRD sudah dipilih rakyat, maka lembaga tersebut dapat sekaligus memilih gubernur hingga bupati dan wali kota.

“Kalau sudah sekali memilih DPRD kabupaten, DPRD provinsi, ya kenapa enggak langsung saja pilih gubernurnya dan bupatinya, selesai,” ujar dia. Prabowo menyebut, sistem tersebut sudah dipakai sejumlah negara, mulai dari Malaysia, India, Inggris hingga Kanada dan Australia.

“Negara terkaya di dunia pakai sistem politik yang murah,” ucap dia.

Wacana ini sejatinya bukan barang baru. Sejak awal menjadi presiden Prabowo pernah menggulirkannya saat berpidato dalam HUT ke-60 Partai Golkar, di Bogor, Kamis (12/12/2024).

Ketika itu, dia menyoroti tingginya biaya pilkada langsung yang disebut menghabiskan anggaran negara, maupun biaya politik kandidat hingga triliunan rupiah hanya dalam satu hingga dua hari.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Ketum Partai Golkar salah satu partai besar, tapi menyampaikan perlu ada pemikiran memperbaiki sistem partai politik. Apalagi ada Mbak Puan kawan-kawan dari PDI-P, kawan-kawan partai lain, mari kita berpikir, mari kita tanya, apa sistem ini, berapa puluh triliun habis dalam 1-2 hari. Dari negara maupun dari tokoh politik masing-masing," ujar Prabowo, dalam acara HUT ke-60 Golkar di Bogor, Kamis (12/12/2024).

Dia pun membandingkan sistem pemilu Indonesia dengan negara tetangga yang dinilai lebih efisien, karena hanya menggelar satu kali pemilihan legislatif daerah. Para anggota DPRD selanjutnya yang memilih kepala daerah.(rpi/raa)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Terpojok, Trump Bakal Hadapi Penyelidikan Kongres Terkait Serangan Hantam Sekolah di Iran, Senator: Bodoh!

Terpojok, Trump Bakal Hadapi Penyelidikan Kongres Terkait Serangan Hantam Sekolah di Iran, Senator: Bodoh!

Serangan yang menghantam sebuah sekolah perempuan di kota Minab, Iran mengundang sejumlah senator Partai Demokrat Amerika Serikat (AS), Senin (9/3) untuk melakukan penyelidikan.
Ancaman Besar Timnas Irak! Konflik Timur Tengah Bisa Gagalkan Mimpi ke Piala Dunia

Ancaman Besar Timnas Irak! Konflik Timur Tengah Bisa Gagalkan Mimpi ke Piala Dunia

Timnas Irak menghadapi ancaman besar jelang babak play-off kualifikasi Piala Dunia 2026.
Indonesia Gagal Capai Target di All England 2026, PBSI Sampaikan Permintaan Maaf untuk Masyarakat Tanah Air

Indonesia Gagal Capai Target di All England 2026, PBSI Sampaikan Permintaan Maaf untuk Masyarakat Tanah Air

PBSI menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat Indonesia setelah tim bulutangkis nasional gagal memenuhi target meraih satu gelar di All England 2026.
Sehebat Apa Tim Geypens sampai Masuk Garuda Calling Timnas Indonesia dan Saingi Verdonk dan Dean James?

Sehebat Apa Tim Geypens sampai Masuk Garuda Calling Timnas Indonesia dan Saingi Verdonk dan Dean James?

Pelatih anyar Timnas Indonesia John Herdman telah merilis daftar pemain yang dipanggil untuk menghadapi ajang FIFA Series 2026. Total terdapat 41 pemain yang ..
Babak 16 Besar Liga Champions Dimulai, Big Match Real Madrid vs Manchester City Jadi Sorotan

Babak 16 Besar Liga Champions Dimulai, Big Match Real Madrid vs Manchester City Jadi Sorotan

16 besar Liga Champions musim 2025/2026 resmi dimulai pada tengah pekan ini.
Jelang Lawan Newcastle, Hansi Flick Beberkan Ancaman Besar yang Menanti Barcelona

Jelang Lawan Newcastle, Hansi Flick Beberkan Ancaman Besar yang Menanti Barcelona

Pelatih FC Barcelona, Hansi Flick menegaskan timnya siap menghadapi tantangan besar saat bertandang ke markas Newcastle United di Stadion St James' Park pada leg pertama babak 16 besar Liga Champions.

Trending

Resmi! AFC Umumkan Hasil Sidang Komite Disiplin dan Etik Terbaru, Apakah Persib Bandung Lolos dari Sanksi Usai Kericuhan Lawan Ratchaburi di ACL 2?

Resmi! AFC Umumkan Hasil Sidang Komite Disiplin dan Etik Terbaru, Apakah Persib Bandung Lolos dari Sanksi Usai Kericuhan Lawan Ratchaburi di ACL 2?

AFC merilis hasil sidang Komite Disiplin terbaru. Apakah sanksi untuk Persib Bandung setelah kericuhan di laga ACL 2 melawan Ratchaburi sudah keluar?
Daftar 18 Pemain Timnas Indonesia yang Diprediksi akan Dicoret John Herdman untuk FIFA Series 2026, Siapa Saja?

Daftar 18 Pemain Timnas Indonesia yang Diprediksi akan Dicoret John Herdman untuk FIFA Series 2026, Siapa Saja?

Sebanyak 18 pemain diprediksi dicoret John Herdman dari skuad sementara Timnas Indonesia jelang FIFA Series 2026 di Jakarta. Sejumlah nama besar bisa tersingkir
Tak Dihubungi John Herdman, Pelatih Persik Kediri Sebut Panggilan Timnas Indonesia Layak untuk Ezra Walian

Tak Dihubungi John Herdman, Pelatih Persik Kediri Sebut Panggilan Timnas Indonesia Layak untuk Ezra Walian

Ezra Walian menjadi salah satu dari total 41 nama yang dipanggil John Herdman untuk tampil di FIFA Series 2026.
Detik-detik Menegangkan KPK Gelar OTT di Rejang Lebong Bengkulu, Rumah Pejabat Disegel

Detik-detik Menegangkan KPK Gelar OTT di Rejang Lebong Bengkulu, Rumah Pejabat Disegel

Baru-baru ini mencuat kabar detik-detik menegangkan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) diduga melakukan OTT di wilayah Rejang Lebong, Bengkulu Senin (9/3/2026)
Penuh Haru, Ayah Vidi Aldiano Sebut Doanya Dikabulkan Tuhan Saat Melepas Kepergian Sang Anak

Penuh Haru, Ayah Vidi Aldiano Sebut Doanya Dikabulkan Tuhan Saat Melepas Kepergian Sang Anak

Ayah Vidi Aldiano, Harry Kiss, mengungkap doa yang dikabulkan Tuhan saat melepas kepergian sang anak. Pesannya menyentuh hati banyak orang.
Bak Petir di Siang Bolong! Persib Bandung Langsung Dihantam Kabar Buruk Usai Pesta Gol ke Gawang Persik Kediri, Ada Masalah Apa?

Bak Petir di Siang Bolong! Persib Bandung Langsung Dihantam Kabar Buruk Usai Pesta Gol ke Gawang Persik Kediri, Ada Masalah Apa?

Persib Bandung menang 3-0 atas Persik Kediri dan tetap di puncak klasemen. Namun Bojan Hodak mendapat kabar buruk karena Patricio Matricardi dipastikan absen.
Makin Depresi Ditinggal Megawati Hangestri? Pelatih Red Sparks Ungkap Kekecewaan Berat pada Sosok Ini

Makin Depresi Ditinggal Megawati Hangestri? Pelatih Red Sparks Ungkap Kekecewaan Berat pada Sosok Ini

Setelah ditinggal Megawati Hangestri, Red Sparks mengalami penurunan performa di V-League 2025/2026. Kondisi tersebut membuat pelatih Ko Hee-jin mengkritik.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT