Kronologi dan Motif Wanita Cantik Nekat Nyamar Jadi Pramugari Batik Air, Beli Seragam dari Online
- ist
Jakarta, tvOnenews.com – Media sosial dihebohkan oleh aksi seorang wanita muda berinisial Khairun Nisya yang ketahuan menyamar sebagai pramugari maskapai Batik Air dalam penerbangan rute Palembang–Jakarta. Peristiwa ini terjadi pada Selasa (6/1/2026) malam dan menjadi sorotan publik setelah videonya viral.
Dalam rekaman yang beredar, Khairun Nisya tampak percaya diri mengenakan seragam pramugari Batik Air berwarna merah dengan kebaya putih ketat.
Rambutnya dicepol rapi, lengkap dengan koper dan dua tas layaknya awak kabin yang hendak bertugas. Bahkan, gerak-geriknya dinilai menyerupai pramugari profesional.
Berdasarkan keterangan yang diunggah akun Instagram @jabodetabek24info, Khairun Nisya sempat melintasi fast track atau jalur khusus awak kabin di Bandara Palembang. Namun, kecurigaan muncul saat ia sudah berada di dalam pesawat.
Awak kabin yang bertugas kemudian melakukan pengecekan. Meski Khairun Nisya mengenakan tanda pengenal, corak batik pada seragam yang dikenakannya berbeda dengan seragam resmi pramugari Batik Air.
Setelah pesawat mendarat di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, awak kabin langsung berkoordinasi dengan petugas Aviation Security (Avsec) untuk mengamankan yang bersangkutan.
“Dia mendapatkan seragam itu secara online. Ketahuannya karena beda corak,” ungkap Kasat Reskrim Polres Bandara Soekarno-Hatta, Kompol Yandri Mono, Kamis (8/1/2026).
Motif Khairun Nisya Menyamar Jadi Pramugari
Dalam pemeriksaan, Khairun Nisya mengaku tidak memiliki niat melakukan tindak kejahatan. Aksinya mengenakan seragam pramugari ternyata didorong oleh rasa malu kepada keluarga.
Kompol Yandri menjelaskan, Khairun Nisya sebelumnya merantau dari Palembang ke Jakarta untuk melamar pekerjaan sebagai pramugari. Namun, upaya tersebut tidak membuahkan hasil. Demi menjaga kepercayaan keluarga, Khairun Nisya nekat mengaku telah diterima bekerja di Batik Air.
“Dulu merantau dari Palembang ke Jakarta minta izin ke keluarga untuk lamar kerja sebagai pramugari, namun gagal. Karena malu, yang bersangkutan tetap ngaku ke keluarga telah diterima dan bekerja di Batik Air, faktanya tidak,” jelas Yandri.
Saat kembali ke Jakarta, Khairun Nisya sebenarnya berniat mengganti pakaian di bandara. Namun karena waktu keberangkatan yang mepet, ia tidak sempat berganti busana dan akhirnya tetap mengenakan seragam pramugari hingga naik pesawat.
Load more