Strategi Kadin Gaet Investasi Barat Lewat WEF Davos 2026, Trump hingga 70 Pemimpin Dunia Bakal Hadir
- tim tvOnenews - abdul gani
Jakarta, tvOnenews.com - Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia menilai keikutsertaan Indonesia pada World Economic Forum (WEF) 2026 di Davos, Swiss, akan menjadi momentum strategis untuk memperluas penetrasi investasi dan perdagangan ke kawasan Barat.
Selain menjadi panggung diplomasi ekonomi, WEF tahun ini juga disebut akan dihadiri sekitar 70 pemimpin dunia, termasuk Presiden Amerika Serikat Donald Trump.
Ketua Umum Kadin Indonesia, Anindya Bakrie, mengungkapkan bahwa Presiden RI, Prabowo Subianto, dikabarkan akan menyampaikan agenda Indonesia pada sesi pleno WEF Davos, yang disebutnya akan memiliki bobot setara dengan pidato diplomatik di forum internasional.
“Nah yang kami tau tentunya masih liquid ya bahwa tanggal 22 (Januari) Pak Presiden itu akan menyampaikan di plenary, di plenum. Jadi mirip kayak waktu United Nations untuk diplomat, nah ini untuk pengusaha-pengusaha,” ujar Anindya usai menggelar Rapat Pengurus Harian di Menara Kadin, Jakarta Selatan, Jumat (9/1/2026).
Pada malam sebelumnya, akan digelar acara Indonesian Night yang disiapkan sebagai wadah pertemuan informal dengan para pengambil keputusan investasi dan perdagangan global. Kadin bertindak sebagai co-host bersama Danantara di bawah koordinasi Kementerian Investasi.
“Nah (tanggal) 21-nya, malam sebelumnya itu ada Indonesian Night yang akan dibikin sangat meriah dan yang datang itu adalah pembuat keputusan untuk tadi investasi dan perdagangan. Nah Kadin ini sebagai co-host bersama dengan Danantara di bawah kepemimpinan tadi Kementerian Investasi,” jelasnya.
Menurut Anindya, daftar peserta WEF Davos tahun ini menjanjikan potensi diplomasi ekonomi besar. Kehadiran puluhan kepala negara disebut menjadi katalis penting bagi kampanye promosi Indonesia di sektor bisnis dan investasi.
“Dan di situ saya dengar ada sekitar 70 pemimpin negara yang hadir. Salah satunya Presiden Trump, jadi saya rasa sangat bagus sekali,” ucapnya.
Ia juga mengaitkan rangkaian agenda luar negeri pemerintah Indonesia pada awal 2026 sebagai bagian dari strategi terintegrasi untuk memperluas relasi ekonomi dengan Barat.
“Dan saya rasa ini akan pas benar karena dengar-dengar sebelumnya mungkin ada kunjungan ke Inggris oleh pemerintah atau Presiden. Dan sehabis itu mungkin ada kunjungan ke Amerika dalam waktu dekat,” imbuhnya.
Load more