Kasus Superflu Muncul di Indonesia, Seberapa Bahayanya?
- Pexels/Andrea Piacquadio
Menkes: Bukan Virus Baru
Penjelasan IDI sejalan dengan pernyataan Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin. Ia menegaskan bahwa superflu bukanlah virus baru dan bukan ancaman serius seperti Covid-19 varian Delta yang pernah memicu krisis global.
“Ini sama seperti flu biasa, bukan seperti Covid-19 dulu yang varian Delta mematikan,” kata Budi.
Menurut Budi, Influenza A (H3N2) telah lama dikenal dan sering muncul secara musiman, terutama di negara-negara dengan empat musim. Meski penularannya cepat, angka kematiannya sangat rendah.
“Dia penularannya cepat, tapi kematiannya sangat rendah. Ini selalu terjadi di musim-musim tertentu,” ujarnya.
Di Indonesia, Budi menyebutkan bahwa jumlah kasus masih terbatas dan mayoritas dapat sembuh dengan pengobatan standar.
“Laporan terakhir masih puluhan kasus dan tidak parah. Dengan pengobatan biasa, bisa sembuh,” kata Menkes.
Data Kasus di Indonesia
Kementerian Kesehatan RI mencatat terdapat 62 kasus influenza A (H3N2) subclade K hingga akhir Desember 2025. Kasus tersebut tersebar di delapan provinsi.
Direktur Penyakit Menular Kemenkes RI, Prima Yosephine, menyebutkan provinsi dengan kasus terbanyak antara lain:
-
Jawa Timur
-
Kalimantan Selatan
-
Jawa Barat
Mayoritas kasus terjadi pada perempuan dan kelompok usia anak.
Waspada Tanpa Panik
Meski tidak berbahaya seperti Covid-19, pemerintah dan tenaga medis tetap mengingatkan pentingnya kewaspadaan. Menjaga daya tahan tubuh menjadi kunci utama pencegahan.
Menkes Budi mengimbau masyarakat untuk:
-
Makan bergizi seimbang
-
Istirahat cukup
-
Rutin berolahraga
-
Mencuci tangan secara teratur
-
Menggunakan masker saat berada di lingkungan dengan banyak orang sakit
“Kalau imunitas kita bagus, insya Allah virus seperti ini bisa dilawan tubuh,” ujar Budi.
Kesimpulannya, superflu memang perlu diwaspadai karena cepat menular, namun tidak tergolong penyakit mematikan. Masyarakat diimbau tetap tenang, menjaga kesehatan, dan tidak terjebak kepanikan. (nsp)
Load more