News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Kasus Superflu Muncul di Indonesia, Seberapa Bahayanya?

Seberapa bahaya superflu? IDI dan Menkes tegaskan superflu tak lebih parah dari flu biasa meski cepat menular. Waspada tanpa panik.
Jumat, 9 Januari 2026 - 20:10 WIB
Aktif Bekerja, Simak 5 Cara Pencegahan Penularan Super Flu
Sumber :
  • Pexels/Andrea Piacquadio

Jakarta, tvOnenews.com — Istilah superflu belakangan ramai diperbincangkan publik dan memicu kekhawatiran di tengah masyarakat. Penyebarannya yang cepat membuat sebagian warga khawatir penyakit ini berpotensi berbahaya seperti Covid-19. Namun, Ikatan Dokter Indonesia (IDI) menegaskan bahwa tingkat bahayanya tidak melebihi influenza biasa.

Ketua Dewan Penasihat IDI, Daeng M Faqih, menjelaskan bahwa superflu sejatinya bukan istilah medis. Dalam dunia kedokteran, virus yang dimaksud adalah Influenza A strain H3N2 subclade K, yang telah lama dikenal dan dipantau oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Centers for Disease Control and Prevention (CDC) Amerika Serikat, serta Kementerian Kesehatan RI.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Superflu itu istilah masyarakat ya, istilah populer, bukan istilah medis,” kata Daeng, Rabu (7/1/2026).

Tidak Lebih Berbahaya dari Influenza Umum

Daeng menegaskan, meski penamaannya terdengar mengkhawatirkan, tidak ada bukti ilmiah yang menunjukkan virus ini lebih berbahaya dibandingkan virus influenza pada umumnya.

Berdasarkan laporan WHO, tingkat keparahan infeksi Influenza A H3N2 subclade K tidak melebihi influenza musiman yang selama ini beredar.

“Kalau tingkat berbahayanya, sudah ada laporan dari WHO bahwa tidak ditemukan tingkat keparahan yang melebihi virus influenza biasa,” ujar Daeng.

Karena itu, IDI meminta masyarakat tidak panik berlebihan. Menurut Daeng, membandingkan superflu dengan Covid-19 juga tidak tepat karena keduanya berasal dari kelompok virus yang berbeda.

“Covid itu golongan Coronavirus. Ini virus Influenza tipe A, H3N2. Sama-sama virus, tapi beda jenis dan karakter,” jelasnya.

Cepat Menular, Tapi Tidak Mematikan

Meski tidak lebih mematikan, Daeng mengakui bahwa Influenza A H3N2 subclade K memiliki tingkat penularan yang cepat. Inilah yang membuat kasusnya terdeteksi di berbagai daerah dalam waktu relatif singkat.

Sejumlah pasien dilaporkan mengalami gejala yang terasa lebih berat dibanding flu biasa, meskipun tidak mengarah pada kondisi fatal.

Gejala yang sering dikeluhkan antara lain:

  • Nyeri tenggorokan

  • Nyeri punggung

  • Nyeri tulang dan otot

  • Demam dan lemas

“Karena ada gejala-gejala seperti itu dan penyebarannya cepat, masyarakat tetap harus waspada, tapi tidak perlu takut berlebihan,” ujar Daeng.

Menkes: Bukan Virus Baru

Penjelasan IDI sejalan dengan pernyataan Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin. Ia menegaskan bahwa superflu bukanlah virus baru dan bukan ancaman serius seperti Covid-19 varian Delta yang pernah memicu krisis global.

“Ini sama seperti flu biasa, bukan seperti Covid-19 dulu yang varian Delta mematikan,” kata Budi.

Menurut Budi, Influenza A (H3N2) telah lama dikenal dan sering muncul secara musiman, terutama di negara-negara dengan empat musim. Meski penularannya cepat, angka kematiannya sangat rendah.

“Dia penularannya cepat, tapi kematiannya sangat rendah. Ini selalu terjadi di musim-musim tertentu,” ujarnya.

Di Indonesia, Budi menyebutkan bahwa jumlah kasus masih terbatas dan mayoritas dapat sembuh dengan pengobatan standar.

“Laporan terakhir masih puluhan kasus dan tidak parah. Dengan pengobatan biasa, bisa sembuh,” kata Menkes.

Data Kasus di Indonesia

Kementerian Kesehatan RI mencatat terdapat 62 kasus influenza A (H3N2) subclade K hingga akhir Desember 2025. Kasus tersebut tersebar di delapan provinsi.

Direktur Penyakit Menular Kemenkes RI, Prima Yosephine, menyebutkan provinsi dengan kasus terbanyak antara lain:

  • Jawa Timur

  • Kalimantan Selatan

  • Jawa Barat

Mayoritas kasus terjadi pada perempuan dan kelompok usia anak.

Waspada Tanpa Panik

Meski tidak berbahaya seperti Covid-19, pemerintah dan tenaga medis tetap mengingatkan pentingnya kewaspadaan. Menjaga daya tahan tubuh menjadi kunci utama pencegahan.

Menkes Budi mengimbau masyarakat untuk:

  • Makan bergizi seimbang

  • Istirahat cukup

  • Rutin berolahraga

  • Mencuci tangan secara teratur

  • Menggunakan masker saat berada di lingkungan dengan banyak orang sakit

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Kalau imunitas kita bagus, insya Allah virus seperti ini bisa dilawan tubuh,” ujar Budi.

Kesimpulannya, superflu memang perlu diwaspadai karena cepat menular, namun tidak tergolong penyakit mematikan. Masyarakat diimbau tetap tenang, menjaga kesehatan, dan tidak terjebak kepanikan. (nsp)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Viral Pungutan Liar di Jembatan Banyuasin–OKI, Ini Kata Camat Muara Sugihan

Viral Pungutan Liar di Jembatan Banyuasin–OKI, Ini Kata Camat Muara Sugihan

Video dugaan pungutan liar di jembatan penghubung Kabupaten Banyuasin dan Ogan Komering Ilir (OKI) viral di media sosial. Dalam rekaman tersebut, pengendara dis
Respons Dedi Mulyadi usai Siswi SMKN 1 Babelan Curhat Bangunan Sekolah Mangkrak 11 Tahun hingga Jadi Sarang Ular

Respons Dedi Mulyadi usai Siswi SMKN 1 Babelan Curhat Bangunan Sekolah Mangkrak 11 Tahun hingga Jadi Sarang Ular

Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi (KDM) menyikapi video viral 2 siswi SMKN 1 Babelan, Kabupaten Bekasi ungkap kondisi bangunan sekolah yang terbengkalai 11 tahun.
LBH Tani Polisikan Feri Amsari Terkait Kritik Keberhasilan Swasembada Pangan, Diduga Sebarkan Berita Bohong

LBH Tani Polisikan Feri Amsari Terkait Kritik Keberhasilan Swasembada Pangan, Diduga Sebarkan Berita Bohong

Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Tani Nusantara melaporkan Pakar Hukum Tata Negara, Feri Amsari ke Polda Metro Jaya, pada Jumat (17/4/2026) terkait dugaan penyebaran berita bohong.
Terpopuler News: Mahasiswa FH UI Terduga Pelaku Pelecehan Seksual Hanya Diskors, hingga Pesan Dedi Mulyadi untuk Warga Jabar

Terpopuler News: Mahasiswa FH UI Terduga Pelaku Pelecehan Seksual Hanya Diskors, hingga Pesan Dedi Mulyadi untuk Warga Jabar

Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Indonesia (FH UI) pelaku pelecehan seksual mendapat skors. Pesan untuk warga Jawa Barat dari Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi
Shin Tae-yong Bongkar Caranya Pilih Susunan Pemain Terbaik saat Masih di Timnas Indonesia

Shin Tae-yong Bongkar Caranya Pilih Susunan Pemain Terbaik saat Masih di Timnas Indonesia

Setelah lebih dari setahun posisinya digantikan, Shin Tae-yong baru buka-bukaan soal metode yang diterapkan saat memilih susunan pemain terbaik Timnas Indonesia
Tingkatkan Peran di Pertumbuhan Ekonomi, GAPKI Singgung Soal Kontribusi Industri Kelapa Sawit

Tingkatkan Peran di Pertumbuhan Ekonomi, GAPKI Singgung Soal Kontribusi Industri Kelapa Sawit

Industri kelapa sawit memiliki komitmen kuat untuk mewujudkan ekonomi hijau dengan secara aktif meningkatkan peran di pertumbuhan ekonomi, pelestarian lingkungan, serta kontribusi sosial.

Trending

Jadwal Final Four Proliga 2026, Jumat 17 April: Waktunya Megawati Hangestri Cs Segel Tiket Terakhir ke Grand Final

Jadwal Final Four Proliga 2026, Jumat 17 April: Waktunya Megawati Hangestri Cs Segel Tiket Terakhir ke Grand Final

Jadwal Final Four Proliga 2026, Jumat 17 April yang merupakan hari kedua dari seri Semarang akan menyajikan dua pertandingan seru dari sektor putra dan putri.
Gresik Petrokimia Lolos ke Grand Final Proliga 2026, Fans Minta Duel Panas vs Jakarta Pertamina Enduro!

Gresik Petrokimia Lolos ke Grand Final Proliga 2026, Fans Minta Duel Panas vs Jakarta Pertamina Enduro!

Fans minta Gresik Petrokimia lawan Jakarta Pertamina Enduro di Final Proliga 2026. Gresik Petrokimia Ponska Plus memastikan diri sebagai tim pertama yang melaju ke grand final Proliga 2026.
Usai Tolak Mentah-mentah Bela Timnas Indonesia, Pascal Struijk Kini Jadi Rebutan 3 Klub Elite Premier League

Usai Tolak Mentah-mentah Bela Timnas Indonesia, Pascal Struijk Kini Jadi Rebutan 3 Klub Elite Premier League

Nama Pascal Struijk mencuri perhatian jelang dibukanya bursa transfer. Bek Leeds United itu jadi rebutan 3 klub Inggris usai tolak mentah bela Timnas Indonesia.
Reaksi Dedi Mulyadi Tiba-tiba Diajak Nikah Janda Anak Dua dari Bogor: Tolong KTP-nya Didata

Reaksi Dedi Mulyadi Tiba-tiba Diajak Nikah Janda Anak Dua dari Bogor: Tolong KTP-nya Didata

Reaksi kocak Dedi Mulyadi saat mendadak diajak nikah oleh seorang janda anak dua dari Bogor. Kang Dedi Mulyadi langsung minta data janda tersebut untuk didata.
Bukan Top Skor Final Four Proliga 2026, Megawati Hangestri Justru Buktikan Level Berbeda di Jakarta Pertamina Enduro

Bukan Top Skor Final Four Proliga 2026, Megawati Hangestri Justru Buktikan Level Berbeda di Jakarta Pertamina Enduro

Dalam laga penting Jakarta Pertamina Enduro di fase final four proliga 2026, Megawati Hangestri memperlihatkan kualitas elite yang sulit ditandingi. Service Ace Megatron
BPK Temukan Tujuh ASN Bangkalan Menerima Bansos PKH, BKPSDM Akan Panggil ASN yang Bersangkutan

BPK Temukan Tujuh ASN Bangkalan Menerima Bansos PKH, BKPSDM Akan Panggil ASN yang Bersangkutan

Tujuh ASN di Bangkalan, menerima bansos Program Keluarga Harapan (PKH). Pemkab Bangkalan segera melakukan pemanggilan terhadap ASN tersebut untuk klarifikasi.
Belum Resmi Gabung Timnas Indonesia, Striker Berdarah Depok Dean Zandbergen Sudah Kebanjiran Penghargaan di Belanda

Belum Resmi Gabung Timnas Indonesia, Striker Berdarah Depok Dean Zandbergen Sudah Kebanjiran Penghargaan di Belanda

Setelah diisukan merapat ke Timnas Indonesia, performa Dean Zandbergen kian menggila. Terbaru, sang striker dapat empat penghargaan hanya dalam waktu sepekan.
Selengkapnya

Viral