Megawati Buka Suara Soal Bencana di Sumatera, Kritik Tajam Pemerintah
- Antara
Jakarta, tvOnenews.com - Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri, melontarkan kritik tajam terhadap pemerintah terkait akar penyebab rentetan bencana alam di wilayah Sumatera.
Pernyataan tersebut disampaikan Megawati dalam pidato pembukaan Rakernas PDI Perjuangan di Beach City International Stadium, Jakarta Utara, Sabtu (10/1).
Ia menyoroti kerusakan ekosistem di wilayah hulu sebagai pemicu utama bencana di Provinsi Aceh, Sumatera Utara, hingga Sumatera Barat.
Menurut Presiden ke-5 RI ini, banjir bandang dan tanah longsor yang terjadi belakangan ini bukanlah sekadar fenomena alam biasa. Baginya, itu adalah konsekuensi nyata dari alih fungsi lahan penyangga yang kini dieksploitasi secara besar-besaran.
Ia menekankan bahwa pembukaan hutan secara masif untuk perkebunan monokultur telah merusak daya serap tanah terhadap air.
Dampak terparah dari kebijakan ini justru dirasakan oleh rakyat kecil di kawasan hilir yang selama ini tidak pernah dilibatkan dalam proses pengambilan keputusan pembangunan.
"Atas nama pembangunan, rakyat disingkirkan dan alam dikorbankan. Ini bukan pembangunan, melainkan pembangunan tanpa keadilan dan tanpa peradaban," tegas Megawati di hadapan para kader.
Lebih lanjut, Megawati menyatakan bahwa PDI Perjuangan secara tegas menolak model pembangunan yang mengabaikan keadilan ekologis.
Ia menilai praktik eksploitasi alam saat ini merupakan sebuah kemunduran bagi nilai-nilai kemanusiaan dan kebangsaan Indonesia.
Sebagai informasi, kritik ini disampaikan di tengah momentum peringatan HUT ke-53 PDI Perjuangan dan Rakernas I.
Dalam acara tersebut, partai berlambang banteng ini mengusung tema besar ‘Satyam Eva Jayate’ dengan sub-tema “Di Sanalah Aku Berdiri, untuk Selama-lamanya”.
Slogan 'Satyam Eva Jayate' sendiri berasal dari bahasa Sanskerta yang memiliki arti "Kebenaran akan Menang".
Sementara sub-tema yang diambil dari lirik lagu kebangsaan Indonesia Raya karya W.R. Supratman tersebut melambangkan semangat ketangguhan dan daya tahan partai dalam memperjuangkan kebenaran. (ant/dpi)
Load more