Prabowo Kepada Siswa Sekolah Rakyat: Pemulung Lebih Mulia dari ‘Orang Pintar’ yang Korupsi
- dok. BPMI Istana Negara
Jakarta, tvOnenews.com - Presiden RI, Prabowo Subianto, menegaskan penghormatannya terhadap pekerja informal dan rakyat kecil yang bekerja keras, ketimbang kaum berpendidikan tinggi yang merebut hak publik melalui praktik korupsi.
Pernyataan tersebut disampaikan saat meresmikan 166 titik Sekolah Rakyat di Sekolah Rakyat Terpadu (SRT) 9 Banjarbaru, Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Senin (12/1/2026).
“Saya lebih hormat sama pemulung, saya lebih hormat dengan tukang becak yang kerja dengan keringat daripada mereka yang pintar-pintar tapi mencuri uang rakyat. Saya lebih hormat,” ucap Prabowo dalam pidatonya.
Prabowo meminta para siswa Sekolah Rakyat tidak merasa rendah diri dengan pekerjaan orang tua mereka. Menurut dia, pekerjaan seperti petani, buruh, maupun pemulung justru menjadi simbol kemuliaan karena dilakukan secara jujur.
“Jangan kau kecil hati. Jangan kau malu orang tuamu hanya buruh atau hanya petani miskin atau hanya pemulung, jangan kau malu. Mereka mulia. Mereka kerja keras halal bekerja dengan keringat untuk masa depanmu. Jangan pernah kecil hati,” tutur Prabowo.
Presiden menilai, profesi orang tua para murid di Sekolah Rakyat jauh lebih bermartabat dibandingkan para koruptor yang merusak bangsa.
“Jangan pernah kau malu. Mereka lebih mulia dari orang-orang pintar tapi koruptor-koruptor yang berkhianat kepada negara dan bangsa,” tegasnya.
Prabowo juga mengajak para siswa untuk menghormati orang tua mereka, sebagai bentuk penghargaan atas perjuangan keluarga menghadapi keterbatasan ekonomi.
“Hormati orang tuamu kalau perlu kau pulang, kau sungkem, kau cium kaki orang tuamu,” kata dia.
Lebih jauh, Prabowo mengakui masih adanya keterbatasan negara dalam memastikan kesejahteraan seluruh rakyat. Namun, ia menegaskan komitmen pemerintah untuk memperbaiki kondisi tersebut secara bertahap.
“Selalu hormati orang tuamu. Kalau dia belum mampu, bukan salah dia, bukan salah orang tuamu. Memang negara kita belum mampu memberi terbaik untuk semua rakyat,” ucapnya.
“Tapi kita akan berjuang keras, kita berjuang keras supaya kekayaan negara akan dirasakan oleh seluruh rakyat Indonesia,” imbuh dia. (agr/iwh)
Load more