News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

KPK Periksa Anggota DPRD Bekasi Terkait Kasus Suap Bupati Nonaktif Ade Kuswara

KPK memeriksa anggota DPRD Bekasi Iin Farihin sebagai saksi kasus suap yang menjerat Bupati Bekasi nonaktif Ade Kuswara Kunang.
Selasa, 13 Januari 2026 - 13:38 WIB
Bupati Bekasi Ade Kuswara Kunang
Sumber :
  • ANTARA

Jakarta, tvOnenews.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus mengembangkan penyidikan kasus dugaan suap proyek di Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Terbaru, penyidik memeriksa anggota DPRD Kabupaten Bekasi, Iin Farihin (IF), sebagai saksi dalam perkara yang menjerat Bupati Bekasi nonaktif Ade Kuswara Kunang (ADK).

Pemeriksaan terhadap Iin Farihin dilakukan pada Selasa (13/1/2026) di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta. Informasi tersebut disampaikan langsung oleh Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Pemeriksaan bertempat di Gedung Merah Putih KPK atas nama IF selaku anggota DPRD Kabupaten Bekasi,” ujar Budi Prasetyo.

Pemeriksaan saksi ini menjadi bagian dari upaya KPK untuk mendalami aliran dana serta peran berbagai pihak dalam kasus dugaan suap yang berkaitan dengan proyek di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bekasi.

Enam Saksi Lain Turut Dipanggil

Selain Iin Farihin, KPK juga memanggil enam saksi lainnya dalam penyidikan perkara tersebut. Para saksi berasal dari unsur swasta maupun aparatur pemerintahan daerah.

Enam saksi yang diperiksa antara lain:

  • SUG, YS, RYB, dan RG selaku pihak swasta

  • HRD selaku Kepala Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Pengelola Tata Bangunan Wilayah III Lenggahjaya

  • DWA selaku sopir

Pemeriksaan terhadap para saksi ini dilakukan untuk melengkapi alat bukti serta memperjelas konstruksi perkara dugaan suap yang melibatkan kepala daerah dan sejumlah pihak lainnya.

KPK menegaskan pemeriksaan saksi bertujuan menggali informasi dan memastikan peran masing-masing pihak dalam perkara tersebut.

OTT KPK di Bekasi Akhir 2025

Kasus ini bermula dari operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan KPK di Kabupaten Bekasi pada 18 Desember 2025. OTT tersebut menjadi operasi senyap kesepuluh yang dilakukan KPK sepanjang tahun 2025.

Dalam operasi tersebut, KPK mengamankan total sepuluh orang dari berbagai unsur. Sehari setelah OTT, tepatnya pada 19 Desember 2025, KPK membawa delapan dari sepuluh orang yang diamankan ke Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, untuk menjalani pemeriksaan intensif.

Dua di antara delapan orang tersebut adalah Bupati Bekasi saat itu, Ade Kuswara Kunang, serta ayahnya, HM Kunang. Keduanya menjalani pemeriksaan sebagai bagian dari proses penyelidikan awal KPK.

KPK Sita Uang Ratusan Juta Rupiah

Masih pada 19 Desember 2025, KPK mengumumkan telah menyita uang tunai senilai ratusan juta rupiah. Uang tersebut diduga berkaitan dengan praktik suap proyek yang tengah diselidiki di Kabupaten Bekasi.

Penyitaan uang ini menjadi salah satu bukti awal yang menguatkan dugaan adanya tindak pidana korupsi dalam proyek yang melibatkan pihak-pihak tertentu di lingkungan pemerintah daerah.

KPK belum merinci secara detail asal-usul maupun peruntukan uang tersebut, namun memastikan penyitaan dilakukan sesuai prosedur hukum yang berlaku.

Ade Kuswara dan HM Kunang Jadi Tersangka

Pada 20 Desember 2025, KPK secara resmi mengumumkan penetapan tersangka dalam kasus tersebut. Tiga orang ditetapkan sebagai tersangka, yakni:

  • Ade Kuswara Kunang (ADK), Bupati Bekasi nonaktif

  • HM Kunang (HMK), ayah Ade Kuswara sekaligus Kepala Desa Sukadami, Kecamatan Cikarang Selatan

  • Sarjan (SRJ), pihak swasta

Dalam perkara ini, KPK menyatakan Ade Kuswara dan HM Kunang berstatus sebagai tersangka dugaan penerima suap. Sementara itu, Sarjan ditetapkan sebagai tersangka dugaan pemberi suap.

Penetapan tersangka ini menandai peningkatan status perkara dari penyelidikan ke tahap penyidikan, sekaligus membuka peluang pemanggilan saksi-saksi tambahan untuk mendalami aliran dana dan mekanisme suap.

Penyidikan Masih Terus Dikembangkan

KPK menegaskan penyidikan kasus dugaan suap proyek di Kabupaten Bekasi masih terus berjalan. Pemeriksaan terhadap anggota DPRD Kabupaten Bekasi dan saksi lainnya menunjukkan bahwa penyidik mendalami keterlibatan berbagai pihak dalam perkara ini.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Komisi antirasuah memastikan akan menelusuri seluruh fakta hukum secara menyeluruh, termasuk kemungkinan adanya pihak lain yang turut menerima atau memfasilitasi aliran dana suap.

KPK juga menegaskan komitmennya untuk menindak tegas praktik korupsi di lingkungan pemerintah daerah demi menjaga integritas penyelenggaraan pemerintahan dan kepercayaan publik. (nsp)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Tak Mau Kecolongan di GBK, Media Mozambik Beberkan Deretan Pemain Timnas Indonesia yang Paling Berbahaya

Tak Mau Kecolongan di GBK, Media Mozambik Beberkan Deretan Pemain Timnas Indonesia yang Paling Berbahaya

Timnas Indonesia kembali menjadi perhatian menjelang laga kedua FIFA Matchday melawan Mozambik yang akan digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK).
KPK Angkat Bicara Soal Nama Raffi Ahmad Disebut di Kasus Bea Cukai

KPK Angkat Bicara Soal Nama Raffi Ahmad Disebut di Kasus Bea Cukai

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengonfirmasi soal terdapat nama Utusan Khusus Presiden Bidang Pembinaan Generasi Muda dan Pekerja Seni, Raffi Ahmad dalam kasus dugaan suap importasi barang di Ditjen Bea dan Cukai.
Erick Thohir Update Proses Naturalisasi Dua Calon Pemain Timnas Indonesia Luke Vickery dan Mitchell Baker

Erick Thohir Update Proses Naturalisasi Dua Calon Pemain Timnas Indonesia Luke Vickery dan Mitchell Baker

Baik Luke Vickery dan Mitchell Baker telah bergabung dengan Timnas Indonesia sejak pemusatan latihan untuk skuad Piala AFF pada akhir Mei lalu. 
DPRD Surabaya Soroti Banyak Jalan Gelap, Kebutuhan PJU Masih Capai 20 Ribu Titik

DPRD Surabaya Soroti Banyak Jalan Gelap, Kebutuhan PJU Masih Capai 20 Ribu Titik

Keluhan terkait PJU masih mendominasi aspirasi warga dalam reses anggota DPRD Surabaya. Wakil Ketua Komisi C DPRD Surabaya Aning Rahmawati menyebut lebih dari 70 persen keluhan yang diterimanya berasal dari persoalan minimnya penerangan jalan di berbagai wilayah.
Megawati Hangestri Hingga Yolla Yuliana Masuk Nominasi Penghargaan AVC Gala 2026

Megawati Hangestri Hingga Yolla Yuliana Masuk Nominasi Penghargaan AVC Gala 2026

Konfederasi Bola Voli Asia (AVC) secara resmi mengadakan AVC Gala 2026, di mana sejumlah pevoli Indonesia seperti Megawati Hangestri hingga Yolla Yuliana masuk nominasi.
Erick Thohir Klarifikasi Interaksi Bersama Elkan Baggot yang Viral, Bek Timnas Indonesia Disebut Ketinggian

Erick Thohir Klarifikasi Interaksi Bersama Elkan Baggot yang Viral, Bek Timnas Indonesia Disebut Ketinggian

Erick Thohir sempat menyapa para pemain Timnas Indonesia sebelum menghadapi Oman di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Jumat (5/6/2026) lalu dan mengunggahnya di akun Instagram pribadi. 

Trending

Erick Thohir Update Proses Naturalisasi Dua Calon Pemain Timnas Indonesia Luke Vickery dan Mitchell Baker

Erick Thohir Update Proses Naturalisasi Dua Calon Pemain Timnas Indonesia Luke Vickery dan Mitchell Baker

Baik Luke Vickery dan Mitchell Baker telah bergabung dengan Timnas Indonesia sejak pemusatan latihan untuk skuad Piala AFF pada akhir Mei lalu. 
Tak Mau Kecolongan di GBK, Media Mozambik Beberkan Deretan Pemain Timnas Indonesia yang Paling Berbahaya

Tak Mau Kecolongan di GBK, Media Mozambik Beberkan Deretan Pemain Timnas Indonesia yang Paling Berbahaya

Timnas Indonesia kembali menjadi perhatian menjelang laga kedua FIFA Matchday melawan Mozambik yang akan digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK).
KPK Angkat Bicara Soal Nama Raffi Ahmad Disebut di Kasus Bea Cukai

KPK Angkat Bicara Soal Nama Raffi Ahmad Disebut di Kasus Bea Cukai

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengonfirmasi soal terdapat nama Utusan Khusus Presiden Bidang Pembinaan Generasi Muda dan Pekerja Seni, Raffi Ahmad dalam kasus dugaan suap importasi barang di Ditjen Bea dan Cukai.
Megawati Hangestri Hingga Yolla Yuliana Masuk Nominasi Penghargaan AVC Gala 2026

Megawati Hangestri Hingga Yolla Yuliana Masuk Nominasi Penghargaan AVC Gala 2026

Konfederasi Bola Voli Asia (AVC) secara resmi mengadakan AVC Gala 2026, di mana sejumlah pevoli Indonesia seperti Megawati Hangestri hingga Yolla Yuliana masuk nominasi.
Review Film Dosa, Penebusan atau Pengampunan: Teror Hotel Angker yang Mengungkap Dosa Masa Lalu

Review Film Dosa, Penebusan atau Pengampunan: Teror Hotel Angker yang Mengungkap Dosa Masa Lalu

Film horor Dosa, Penebusan atau Pengampunan menghadirkan kisah teror psikologis tentang dosa, rasa bersalah, dan penebusan. Simak sinopsis serta fakta menarik film yang tayang 11 Juni 2026.
Selebgram Keanu Ngaku Ketemu Dirut Travel Umrah Hanania di Bali: Sempat Pikir-pikir Tawaran Endorse

Selebgram Keanu Ngaku Ketemu Dirut Travel Umrah Hanania di Bali: Sempat Pikir-pikir Tawaran Endorse

Selebgram Miftahul Huda alias Keanu Angelo diperiksa sebagai saksi terkait promosi travel umrah Hanania Group di Polda Metro Jaya, pada Senin (8/6/2026).
DPRD Surabaya Soroti Banyak Jalan Gelap, Kebutuhan PJU Masih Capai 20 Ribu Titik

DPRD Surabaya Soroti Banyak Jalan Gelap, Kebutuhan PJU Masih Capai 20 Ribu Titik

Keluhan terkait PJU masih mendominasi aspirasi warga dalam reses anggota DPRD Surabaya. Wakil Ketua Komisi C DPRD Surabaya Aning Rahmawati menyebut lebih dari 70 persen keluhan yang diterimanya berasal dari persoalan minimnya penerangan jalan di berbagai wilayah.
Selengkapnya

Viral