Sutiyoso Cerita Perjalanan Proyek Monorel hingga Akhirnya Mangkrak
- Tim tvOnenews/Syifa Aulia
Jakarta, tvOnenews.com - Mantan Gubernur DKI Jakarta Sutiyoso alias Bang Yos menceritakan perjalanan proyek monorel yang dibangun saat dirinya aktif menjabat hingga akhirnya mangkrak.
Cerita tersebut dia bagikan saat menghadiri peresmian pembongkaran tiang monorel di kawasan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, Rabu (14/1/2026).
Dia mengatakan proyek monorel itu dia canangkan bertujuan untuk mengatasi kemacetan di ibu kota.
Dia mengaku telah berdiskusi dengan sejumlah pakar transportasi dari berbagai universitas untuk merancang jaringan transportasi di Jakarta.
Bang Yos juga menyebut pihaknya juga studi banding ke beberapa negara. Butuh waktu berbulan-bulan untuk merancang jaringan transportasi di Jakarta.
”Saya berhenti lama di Bogota, ibu kota Kolombia ya, karena situasinya sama dengan di Jakarta. Jadi akhirnya saya putuskan jaringan transportasi ibu kota itu terdiri dari empat moda ya,” jelasnya.
“Moda yang paling besar adalah MRT di bawah tanah ya. Terus ada monorel di atas, ada busway 15 koridor di bawah, dan ada alternatif namanya waterway,” sambung Bang Yos.
Namun, proyek monorel itu terkendala investor lantaran adanya peristiwa kerusuhan Mei 1998. Akhirnya, pihaknya berencana membangun TransJakarta yang tidak butuh investor.
“Karena saat itu kondisi sosial ekonomi kita belum mapan akibat kerusuhan Mei tahun sembilan delapan. Itu akibatnya amat panjang terutama kepercayaan investor terhadap Indonesia, lebih khusus lagi Jakarta,” kata dia.
“Oleh karena itu saya mulai dengan busway. Nah, untuk mengejar kecepatan menanggulangi kemacetan ini secara paralel kita bangun juga monorel,” lanjut Bang Yos.
Bang Yos menyebut proyek monorel itu kemudian juga dicanangkan oleh Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri pada 2004.
“Artinya saat dicanangkan presiden itu berarti segala sesuatunya itu sudah ada gitu. Rencananya jelas, investornya juga ada dari Cina gitu,” ungkapnya.
Namun, kata Bang Yos, masa jabatannya selesai pada 2007. Sampai akhirnya proyek monorel itu tidak dilanjutkan lagi dan diganti dengan proyek LRT.
“Tapi saya harus berhenti tahun 2007 kan. Nah, terus akibatnya saya tidak tahu terus mangkrak jadi besi tua seperti ini dan tahun 2014 monorel ini diganti dengan LRT yang tidak ada rencana sebelumnya,” ungkapnya.
Kendati begitu, Bang Yos tidak bisa protes mengapa proyek itu tidak dilanjutkan. Dia meyakini gubernur saat itu memiliki alasan yang kuat.
“Tentu gubernur waktu itu punya alasan yang saya tidak tahu ya. Nah, sejak itulah mangkrak total ini dari besi tua, jadi apa namanya barang seperti ini yang merusak estetika kota,” tandas Bang Yos. (saa/ree)
Load more