Mengenal Fase Bulan Baru 19 Januari 2026, BMKG Ingatkan Pasang Maksimum Air Laut Potensi Banjir Rob di Pesisir
- Tim Tvone/ Ilham Zulfikar
Bulan akan menunjukkan perubahan bentuk saat terjadinya revolusi. Perubahan tersebut lantaran matahari dan bulan membentuk sudut saat bulan melakukan revolusi atau mengelilingi bumi.
Karena itu, sisi bulan yang menghadap ke bagian bumi terlihat gelap sama sekali. Sementara, sisi bulan mengarah ke bagian matahari tetap terlihat terang.
Merujuk dari Oseanografi karya Widya Prasikeslan, bulan baru menunjukkan posisinya sebagai penghalang cahaya matahari saat menyinari bumi. Tak ayal, bulan tidak akan terlihat karena sebagiannya tidak terkena pancaran sinar matahari.
Dari fenomena ini, bulan baru dikenal bulan hitam atau bulan mati. Fenomena astronomi tersebut juga menyebabkan adanya gerhana matahari walaupun tidak terlalu berdampak secara signifikan.
Sementara, periodik fase bulan baru diperkirakan selalu terjadi di setiap bulannya atau sekitar 29,5 hari. Walau tidak mempengaruhi cuara di bumi, namun fenomena ini sangat berdampak pada pasang-surut air laut, baik di pelabuhan maupun pesisir.
Kenapa Fase Bulan Baru Potensi Banjir Rob atau Pesisir?
Berdasarkan keterangan dari BMKG, fase bulan baru berpotensi adanya pasang maksimum di wilayah pesisir akibat penguatan dari gaya tarik gravitasi bulan dan matahari.
Pasang air laut secara maksimum akan menunjukkan adanya peningkatan pada ketinggian permukaan air laut. Akibatnya, air rob akan meluap ke daratan memicunya adanya banjir rob.
Akan tetapi, dampak banjir rob di setiap daerah memiliki perbedaan masing-masing. BMKG mengatakan, hal itu dipengaruhi oleh topografi pantai, cuaca regional, serta pasang-surut lokal.
BMKG mengimbau agar masyarakat tetap memantau peringatan resmi dari BMKG. Tujuannya untuk mengurangi atauu menghindari risiko dari banjir rob.
Laman BMKG yang memberikan informasi resmi terkait banjir rob di pesisir pantai atau pelabuhan, bisa melalui maritim.bmkg.go.id, media sosial Instagram dan X resmi @BMKGmaritim, serta call center BMKG di nomor 196 atau 021-6546315/18.
(hap)
Load more