News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Keterlaluan! Ada Daerah Habiskan Rp 1 Miliar Sehari untuk Makan dan Minum, Rapat Sekali Dibuat 10 Kali

Berdasarkan hasil pemantauan Kementerian Dalam Negeri, anggaran makan dan minum di satu daerah bahkan disebut bisa mencapai Rp1 miliar hanya dalam satu hari.
Kamis, 15 Januari 2026 - 10:02 WIB
Mendagri Tito Karnavian
Sumber :
  • dok.Setpres

Jakarta, tvOnenews.com – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian mengungkap temuan adanya alokasi anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) yang dinilai boros, khususnya untuk pos belanja makanan dan minuman. 

Berdasarkan hasil pemantauan Kementerian Dalam Negeri, anggaran makan dan minum di satu daerah bahkan disebut bisa mencapai Rp1 miliar hanya dalam satu hari.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Temuan tersebut diketahui saat Kemendagri melakukan peninjauan terhadap APBD sejumlah daerah. Tito menegaskan, anggaran yang dinilai tidak wajar langsung dilakukan pemangkasan demi efisiensi belanja.

“Kami melakukan review APBD mereka. Kita lihat mana yang kira-kira ini boros, masa ada makan minuman satu daerah dulu, itu satu hari bisa Rp1 miliar, ini kan keterlaluan. (Langsung) potong, jadi kita hematkan,” kata Tito dikutip Kamis (15/1/2026)

Kemendagri Pantau APBD Provinsi

Tito menjelaskan, pemantauan APBD di tingkat provinsi dilakukan langsung oleh Kementerian Dalam Negeri. Sementara itu, pengawasan APBD kabupaten dan kota dilakukan oleh gubernur dengan berpedoman pada kisi-kisi dari Kemendagri, khususnya terkait upaya penghematan belanja daerah.

Ia pun mengingatkan seluruh kepala daerah agar lebih bijak dalam mengelola anggaran serta memanfaatkan transfer dari pemerintah pusat untuk belanja yang berkualitas dan tepat sasaran. Tito menilai, masih banyak anggaran daerah yang dialokasikan secara berlebihan, terutama untuk kegiatan yang dinilai tidak terlalu mendesak.

“Belanja pemerintah harus dihemat dan belanja yang dari pusat ini tepat sasaran, jangan dilebih-lebihin. Rapat kalau bisa zoom meeting saja, nggak usah di hotel. Apalagi rapat cuma sekali dibikin 10 kali, perjalanan dinasnya juga harusnya tiga kali cukup dibikin delapan kali. Itu harus dihemat belanjanya,” tegas Tito.

Di sisi lain, Tito membeberkan data Kemendagri yang menunjukkan masih banyak daerah dengan kapasitas fiskal lemah. Dari total daerah di Indonesia, sebanyak 493 daerah atau sekitar 90 persen masih memiliki kapasitas fiskal rendah. Sementara itu, hanya 26 daerah atau 5 persen yang tergolong memiliki kapasitas fiskal kuat dan 27 daerah atau 5 persen berada pada kategori sedang.

Menurut Tito, ratusan daerah tersebut masih sangat bergantung pada transfer dana dari pemerintah pusat karena rendahnya Pendapatan Asli Daerah (PAD). Salah satu penyebab utama PAD rendah adalah belum berkembangnya sektor swasta di daerah.

“Ada daerah-daerah yang sangat mengandalkan pemerintah pusat karena PAD-nya rendah. Kenapa PAD-nya rendah? Karena dunia swastanya nggak hidup. Makanya kita mendorong semua daerah agar mereka bisa mengembangkan dunia swasta,” ucap Tito.

Dorong Kepala Daerah Kreatif Cari PAD

Lebih lanjut, Tito mendorong para kepala daerah untuk mulai berpikir lebih kreatif dalam meningkatkan PAD. Ia menekankan pentingnya peran sektor swasta yang didukung oleh kemudahan, kepastian, dan transparansi dalam proses perizinan.

Menurut Tito, pola pikir yang hanya mengandalkan dana dari pusat berpotensi memicu pemborosan anggaran di daerah.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Sekarang sebagian besar saya lihat kepala daerah berpikirnya ngarepin dari pusat, terus mikirin belanjanya, nanti dari belanja ini bocor lagi. Jadi, berpikirlah lebih banyak gimana nyari pendapatan, ini membutuhkan kreativitas salah satunya mempermudah perizinan,” beber Tito.

Dengan pengetatan pengawasan dan dorongan efisiensi belanja, Kemendagri berharap pengelolaan APBD ke depan dapat lebih sehat dan berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat di daerah. (nba)

Komentar

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

BRI Peduli Salurkan Bantuan dan Gelar Program Trauma Healing untuk Anak-Anak Terdampak Banjir Sumatera

BRI Peduli Salurkan Bantuan dan Gelar Program Trauma Healing untuk Anak-Anak Terdampak Banjir Sumatera

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk memperkuat perannya dalam membantu pemulihan masyarakat pascabencana melalui penyelenggaraan program Trauma Healing.
Gegara Efisiensi, Subsidi TransJakarta Baru Cukup sampai 9 Bulan

Gegara Efisiensi, Subsidi TransJakarta Baru Cukup sampai 9 Bulan

Dishub DKI Jakarta, Syafrin Liputo, mengatakan subsidi anggaran untuk TransJakarta mengalami kendala akibat efisiensi APBD Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.
Dishub DKI Tegur Manajemen Transjakarta usai Penyandang Tunanetra Kecebur Got Gegara Tak Dituntun

Dishub DKI Tegur Manajemen Transjakarta usai Penyandang Tunanetra Kecebur Got Gegara Tak Dituntun

Kadishub DKI Jakarta Syafrin Liputo menegaskan telah menegur pihak manajemen PT Transjakarta soal penyandang tunanetra kecebur got karena tak dituntun petugas.
GP Ansor Kota Probolinggo Peringati Isra Mi’raj, Soroti Peran Guru Ngaji

GP Ansor Kota Probolinggo Peringati Isra Mi’raj, Soroti Peran Guru Ngaji

Pimpinan Cabang (PC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kota Probolinggo menggelar pengajian dan doa bersama dalam rangka memperingati Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW 27 Rajab 1447 H.
Kontrak Dua Ridernya akan Segera Berakhir, Ducati Lebih Pilih Fokus Pada Peluncuran Tim untuk MotoGP 2026

Kontrak Dua Ridernya akan Segera Berakhir, Ducati Lebih Pilih Fokus Pada Peluncuran Tim untuk MotoGP 2026

Bursa pembalap MotoGP diprediksi memanas karena mayoritas kontrak rider akan berakhir pada akhir musim ini.
Nekat Datangkan Gaston Avila, Persib Bandung Justru Terancam Rugi Besar?

Nekat Datangkan Gaston Avila, Persib Bandung Justru Terancam Rugi Besar?

Persib Bandung justru terancam bakal alami rugi besar jika nekat datangkan Gaston Avila? Direktur Ajax Amsterdam buka suara.

Trending

Istri Federico Barba Tiba-tiba Speak Up di Tengah Panasnya Isu Kepergian Sang Pemain dari Persib Bandung

Istri Federico Barba Tiba-tiba Speak Up di Tengah Panasnya Isu Kepergian Sang Pemain dari Persib Bandung

Di tengah panasnya isu transfer Federico Barba dari Persib Bandung ke klub liga Italia, sang istri tiba-tiba buat unggahan yang justru bikin Bobotoh geram.
3 Bek Kelas Dunia yang Bisa Didatangkan Persib Jika Barba Out, Nomor 1 Sergio Ramos

3 Bek Kelas Dunia yang Bisa Didatangkan Persib Jika Barba Out, Nomor 1 Sergio Ramos

Persib Bandung harus mulai memikirkan langkah strategis untuk mengantisipasi kepergian Federico Barba. Salah satu opsi yang bisa diambil adalah merekrut pemain kelas dunia di sektor pertahanan.
Heboh Khairun Nisya Diterima Jadi Pramugari Garuda Indonesia, Ini Faktanya

Heboh Khairun Nisya Diterima Jadi Pramugari Garuda Indonesia, Ini Faktanya

Sebelumnya, publik dihebohkan dengan aksi Khairun Nisya yang menyamar sebagai pramugari Batik Air.
Khutbah Jumat 16 Januari 2026: Isra Miraj, Meneladani Ketaatan Rasulullah SAW saat Perintah Shalat Diturunkan

Khutbah Jumat 16 Januari 2026: Isra Miraj, Meneladani Ketaatan Rasulullah SAW saat Perintah Shalat Diturunkan

Berikut tema teks khutbah Jumat singkat terbaru untuk shalat Jumat, dengan judul "Isra Miraj, Meneladani Ketaatan Rasulullah SAW saat Perintah Shalat Diturunkan".
Terungkap Pesan Terakhir Syafiq Ali Sebelum Dinyatakan Hilang di Gunung Slamet, Diduga Sempat Alami Hipotermia

Terungkap Pesan Terakhir Syafiq Ali Sebelum Dinyatakan Hilang di Gunung Slamet, Diduga Sempat Alami Hipotermia

Medsos sempat dihebohkan dengan kabar hilangnya pendaki di gunung Slamet beberapa waktu lalu. Kini pendaki tersebut ditemukan dalam keadaan meninggal.
Fakta-Fakta Pencarian Syafiq Ali di Gunung Slamet: Dua Pendaki Sempat Bertemu Lalu Hilang dari Pandangan

Fakta-Fakta Pencarian Syafiq Ali di Gunung Slamet: Dua Pendaki Sempat Bertemu Lalu Hilang dari Pandangan

Inilah fakta-fakta pencarian Syafiq Ali di Gunung Slamet. Ada sejumlah fakta yang menjadi kunci ditemukannya anak laki-laki berusia 18 tahun itu.
Terungkap Kejanggalan Selama Pencarian Syafiq Ali di Gunung Slamet, Ditemukan di Area yang Dilalui Tim Pencari Berkali-kali

Terungkap Kejanggalan Selama Pencarian Syafiq Ali di Gunung Slamet, Ditemukan di Area yang Dilalui Tim Pencari Berkali-kali

Syafiq Ali diketahui mendaki Gunung Slamet bersama rekannya, Himawan, melalui Basecamp Dipajaya, Desa Clekatakan, Pemalang, pada Sabtu (30/12/2025).
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT