Jakarta, tvOnenews.com - Ribuan buruh menggelar aksi unjuk rasa di depan Gedung DPR RI, Jakarta, pada hari ini. Aksi tersebut dilakukan oleh Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) bersama Partai Buruh dan berlangsung sejak pukul 10.30 WIB.
Sekitar 2.000 massa aksi yang berasal dari Jakarta dan Jawa Barat terlibat dalam unjuk rasa tersebut. Massa menyampaikan aspirasi melalui orasi dan membawa sejumlah spanduk di depan pagar gedung DPR RI. Hingga siang hari, aksi terpantau berlangsung tertib dan damai dengan pengamanan ketat dari aparat kepolisian.
Ketua Umum KSPI Said Iqbal memimpin langsung orasi dalam aksi tersebut. Buruh menolak penetapan Upah Minimum Provinsi (UMP) DKI Jakarta tahun 2026 dan menuntut revisi besaran upah agar disesuaikan dengan kebutuhan hidup layak (KHL).
Dalam tuntutannya, massa aksi mendesak Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menetapkan UMP 2026 sebesar 100 persen KHL atau sekitar Rp5.890.000 per bulan. Selain itu, buruh juga meminta agar upah minimum sektoral provinsi diberlakukan sebesar 5 persen di atas KHL.
Tidak hanya itu, massa aksi juga mendesak Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi untuk merevisi surat keputusan terkait penetapan upah minimum sektoral kabupaten/kota di 19 daerah agar dikembalikan sesuai rekomendasi masing-masing bupati dan wali kota.
Dalam aksi tersebut, buruh secara terbuka meminta Gubernur DKI Jakarta dan Gubernur Jawa Barat turun langsung menemui massa untuk mendengarkan aspirasi mereka. Hingga laporan ini disampaikan, belum ada perwakilan dari DPR RI maupun pemerintah daerah yang menemui massa aksi.
Aksi unjuk rasa masih berlangsung dengan pengawalan aparat kepolisian yang terus berjaga di sekitar lokasi.