Kronologi Lengkap Guru Bahasa Inggris SMKN 3 Kabupaten Tanjung Jabung Timur Jambi
- Tangkapan layar
Jakarta, tvOnenews.com — Aksi kekerasan terhadap seorang guru terjadi di lingkungan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri 3 di Kabupaten Tanjung Jabung Timur, Jambi, Selasa (13/1/2025).
Insiden tersebut berlangsung saat kegiatan belajar mengajar masih berlangsung dan terekam dalam sebuah video yang kemudian viral di media sosial.
Dalam video yang beredar, terlihat seorang guru menjadi sasaran pengeroyokan oleh sejumlah siswa.

- Tangkapan layar
Beberapa siswa tampak menendang dan melayangkan pukulan ke arah guru tersebut hingga membuatnya kewalahan dan berusaha menyelamatkan diri dengan masuk ke dalam ruang kelas.
Peristiwa itu diketahui terjadi di SMK Negeri 3 Kabupaten Tanjung Jabung Timur.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, insiden bermula saat guru bernama Agus Saputra merasa tidak terima dipanggil dengan kata-kata tidak sopan oleh seorang siswa dari dalam kelas.
Teguran yang diberikan Agus justru dibalas dengan sikap menantang dari siswa tersebut. Emosi pun memuncak hingga Agus menampar siswa yang bersangkutan.
Aksi itu kemudian memicu keributan dan berujung pengeroyokan oleh siswa lainnya.

- Tangkapan Layar tvOne
Pihak sekolah membenarkan adanya insiden tersebut. Kepala SMKN 3 Tanjung Jabung Timur Ranto Manurung memastikan bahwa situasi sekolah kini telah kembali kondusif setelah dilakukan proses mediasi.
"Dan pada hari ini kita sudah melaksanakan mediasi yang diikuti oleh Pak Kapolsek, Pak Babinsah, Pak Hanit beserta jajarannya, serta kita turut mengundang Pak Camat, Pak Lurah, ketua komite beserta siswa dan guru. Dan pembelajaran di SMK Negeri 3 Tanjung Jabung Timur berjalan kondusif," katanya kepada tvOne, Kamis (15/1/2025).
"Kami juga menghimbau kepada seluruh lapisan masyarakat khususnya keluarga dari para siswa agar tidak mudah terprovokasi, terpancing oleh isu-isu yang nantinya bisa merugikan kita sendiri," tambahnya.
Rinto memastikan keributan sejumlah siswa dengan seorang guru sudah dilakukan mediasi bersama yang melibatkan pihak sekolah, siswa, TNI, Polri, dan pihak kecamatan setempat.
Pihak sekolah berharap kejadian serupa tidak terulang dan meminta seluruh pihak, termasuk orang tua siswa, untuk bersama-sama menjaga situasi tetap kondusif demi keberlangsungan proses pendidikan.
Load more