Investasi Lokal Kuasai Pembangunan Ekonomi, Gubernur KDM Bawa Provinsi Jabar Ungguli Ibu Kota Jakarta
- Cepi Kurnia/tvOne
Untuk PMDN, tren serupa terjadi dengan DKI Jakarta berada di posisi teratas sebesar Rp44,1 triliun atau 18,3 persen.
Namun secara agregat PMA dan PMDN, Jawa Barat tetap unggul dengan total Rp78,7 triliun, disusul Jawa Timur Rp29,2 triliun (12,1 persen), lalu Jawa Barat Rp30,6 triliun (12,7 persen), Banten Rp19,3 triliun (8,0 persen), dan Kalimantan Timur Rp15,0 triliun (6,2 persen).
Secara keseluruhan, PMA mendominasi capaian kuartal IV dengan porsi 51,6 persen atau Rp256,3 triliun, tumbuh 4,3 persen yoy. Sementara PMDN berkontribusi 48,4 persen atau Rp240,6 triliun, tumbuh lebih tinggi sebesar 16,2 persen yoy.
Sementara itu, realisasi investasi sepanjang tahun 2025 mencapai Rp1.931,2 triliun, tumbuh 12,7 persen secara tahunan dan lebih tinggi dari target yang ditetapkan sebesar Rp1.905,6 triliun.
Dari sisi persebaran, investasi masih didominasi wilayah di luar Pulau Jawa sebesar Rp991,2 triliun atau 51,3 persen dari total realisasi. Sementara Pulau Jawa menyumbang Rp940 triliun atau 48,7 persen.
Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) tercatat mendominasi dengan porsi 53,4 persen mencapai Rp1.030,3 triliun. Adapun Penanaman Modal Asing (PMA) berkontribusi 46,6 persen atau Rp900,9 triliun.
Secara regional, Jawa Barat menjadi provinsi dengan realisasi investasi terbesar sepanjang 2025 dengan nilai Rp296,8 triliun (15,4 persen). Disusul DKI Jakarta Rp270,9 triliun (14 persen), Jawa Timur Rp145,1 triliun (7,5 persen), Banten Rp130,2 triliun (6,7 persen), serta Sulawesi Tengah Rp127,2 triliun (6,6 persen).(agr/raa)
Load more