Pendaki Meninggal di Gunung Slamet Diduga Hipotermia, Ini Penjelasan Lengkap tentang Bahaya Hipotermia
- Kolase tvOnenews.com/ Istimewa
“Jika tubuh dehidrasi, kurang energi, atau pakaian basah, proses kehilangan panas akan jauh lebih cepat, sehingga hipotermia bisa terjadi dalam waktu singkat,” ujarnya.
Penyebab Hipotermia
Beberapa kondisi yang dapat memicu hipotermia, antara lain:
-
Terpapar suhu dingin dalam waktu lama
-
Mengenakan pakaian tipis atau tidak sesuai cuaca
-
Menggunakan pakaian basah terlalu lama
-
Terendam air dingin, misalnya akibat kecelakaan di laut atau sungai
Faktor risiko hipotermia juga meningkat pada:
-
Bayi, balita, dan lansia
-
Kelelahan ekstrem
-
Gangguan mental
-
Konsumsi alkohol atau obat-obatan tertentu
-
Penyakit seperti hipotiroidisme, diabetes, dan Parkinson
Gejala Hipotermia
Gejala hipotermia bervariasi berdasarkan tingkat keparahan:
Hipotermia ringan (32–35°C):
-
Menggigil
-
Kulit pucat dan dingin
-
Mengantuk
-
Respons melambat
Hipotermia sedang (28–32°C):
-
Berhenti menggigil
-
Denyut jantung melambat
-
Pernapasan melambat
-
Kesadaran menurun
Hipotermia berat (<28°C):
-
Kaku otot
-
Tidak responsif
-
Denyut jantung dan napas sangat lemah
-
Pingsan hingga henti jantung
Pada bayi, hipotermia ditandai kulit dingin kemerahan, lemas, dan enggan menyusu.
Penanganan Darurat Hipotermia
Jika menemukan seseorang dengan gejala hipotermia, lakukan langkah berikut:
-
Pindahkan ke tempat kering dan hangat
-
Ganti pakaian basah dengan yang kering
-
Selimuti tubuh korban
-
Berikan minuman hangat manis jika sadar
-
Kompres hangat di leher, dada, dan selangkangan
-
Segera cari bantuan medis
Di rumah sakit, pasien hipotermia akan mendapat terapi oksigen hangat, cairan infus hangat, hingga penghangatan darah pada kasus berat.
Komplikasi Hipotermia
Jika tidak segera ditangani, hipotermia dapat menyebabkan:
-
Frostbite (jaringan membeku)
-
Chilblains
-
Trench foot
-
Gangrene
-
Kematian
Pencegahan Hipotermia, Terutama bagi Pendaki
Kasus pendaki Gunung Slamet meninggal akibat hipotermia menjadi pengingat penting agar pendaki selalu memperhatikan keselamatan. Beberapa langkah pencegahan hipotermia antara lain:
-
Gunakan pakaian hangat dan berlapis
-
Pastikan tubuh dan pakaian tetap kering
-
Konsumsi makanan dan minuman hangat
-
Hindari alkohol dan kafein
-
Gunakan perlengkapan pendakian sesuai standar
-
Segera berlindung jika cuaca memburuk
Hipotermia bukan hanya risiko di gunung, tetapi juga dapat terjadi di lingkungan sehari-hari saat hujan lebat, angin kencang, atau suhu dingin ekstrem. Oleh karena itu, memahami tanda-tanda hipotermia, cara pencegahan, serta penanganannya menjadi langkah penting untuk menyelamatkan nyawa. (nsp)
Load more