Harta Kekayaan Sherly Tjoanda Tembus Rp972 Miliar, Ini Rincian Aset dan Sumber Bisnisnya
- Instagram/@s_tjo
Jakarta, tvOnenews.com – Nama Sherly Tjoanda kembali menjadi sorotan publik seiring berkembangnya penyidikan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait dugaan korupsi pajak PT Wanatiara Persada (WP). Di tengah isu tersebut, perhatian masyarakat turut tertuju pada kekayaan Sherly Tjoanda yang tercatat fantastis dalam Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN).
Berdasarkan data resmi KPK, harta Sherly Tjoanda per Februari 2025 mencapai Rp972,11 miliar. Angka ini melonjak signifikan dibanding laporan sebelumnya pada Oktober 2024 yang tercatat sebesar Rp709,76 miliar. Artinya, terjadi kenaikan sekitar Rp262,35 miliar atau hampir 37 persen dalam waktu kurang dari setahun.
Lonjakan kekayaan Sherly Tjoanda tersebut terutama ditopang oleh peningkatan aset keuangan, khususnya kas, setara kas, dan surat berharga, serta penurunan kewajiban utang yang cukup besar.
Rincian Kekayaan Sherly Tjoanda di LHKPN
Dalam laporan resmi yang disampaikan ke KPK, Sherly Tjoanda melaporkan total aset sebesar Rp979,11 miliar, dengan utang sebesar Rp6,99 miliar. Setelah dikurangi kewajiban, total kekayaan bersih Sherly Tjoanda tercatat Rp972,11 miliar.
Berikut rincian lengkap harta Sherly Tjoanda berdasarkan LHKPN:
-
Tanah dan bangunan: Rp201.702.620.263
Tersebar di berbagai daerah seperti Pulau Morotai, Jakarta Pusat, Jakarta Selatan, Surabaya, Ternate, Manado, Ambon, Makassar, Halmahera Barat, Halmahera Timur, hingga Tidore Kepulauan. -
Alat transportasi dan mesin: Rp7.063.315.200
Terdiri dari Land Rover, Lexus, Toyota Alphard, Hummer Jeep, dan sepeda motor Kawasaki. -
Harta bergerak lainnya: Rp37.575.000.000
-
Surat berharga: Rp262.024.000.000
-
Kas dan setara kas: Rp236.594.035.945
-
Harta lainnya: Rp979.109.502.263
-
Utang: Rp6.996.793.206
-
Total kekayaan bersih: Rp972.112.709.057
Data ini menjadikan Sherly Tjoanda sebagai salah satu kepala daerah dengan kekayaan terbesar di Indonesia saat ini.
Lonjakan Kekayaan Sherly Tjoanda
Kenaikan signifikan kekayaan Sherly Tjoanda dalam kurun waktu singkat menjadi perhatian publik. Dari Oktober 2024 ke Februari 2025, nilai kas dan setara kas meningkat sekitar Rp90,42 miliar, dari Rp146,17 miliar menjadi Rp236,59 miliar. Sementara itu, nilai surat berharga juga naik dari Rp245,32 miliar menjadi Rp262,02 miliar.
Di sisi lain, kewajiban utang Sherly Tjoanda turun drastis dari Rp24,48 miliar menjadi hanya Rp6,99 miliar. Penurunan beban utang inilah yang turut memperkuat lonjakan kekayaan bersihnya secara keseluruhan.
Sumber Bisnis Sherly Tjoanda
Selain berasal dari aset properti dan investasi keuangan, kekayaan Sherly Tjoanda juga bersumber dari berbagai lini usaha keluarga. Sherly diketahui merupakan Direktur PT Bela Group, perusahaan yang didirikan oleh mendiang suaminya, Benny Laos. Di perusahaan ini, Sherly Tjoanda memiliki sekitar 25,5 persen saham.
PT Bela Group membawahi sejumlah unit bisnis, termasuk sektor perhotelan seperti Bela Hotel Ternate, serta usaha di bidang jasa dan perdagangan.
Selain itu, Sherly Tjoanda juga tercatat sebagai pemegang saham terbesar di PT Karya Wijaya, perusahaan tambang nikel yang memiliki konsesi di Pulau Gebe, Halmahera Tengah, hingga Halmahera Timur. Meski mengaku tidak lagi aktif sebagai pengurus, kepemilikan saham di perusahaan ini tetap menjadi salah satu penopang harta Sherly Tjoanda.
Nama Sherly Tjoanda juga dikaitkan dengan kepemilikan saham di PT Amazing Tabara, perusahaan tambang emas, serta PT Indonesia Mas Mulia yang bergerak di sektor tambang emas dan tembaga di Halmahera Selatan. Selain itu, terdapat PT Bela Sarana Permai yang mengelola tambang pasir besi di Pulau Obi, Halmahera Selatan, dengan kepemilikan saham mayoritas berada di tangan Sherly.
Tak hanya di sektor tambang, Sherly Tjoanda juga mengembangkan bisnis pelayaran melalui Bela Shipping serta usaha perikanan berbasis cold storage untuk pengolahan tuna, yang menjadi salah satu komoditas unggulan Maluku Utara.
Kekayaan Sherly Tjoanda Jadi Sorotan Publik
Dengan total kekayaan Sherly Tjoanda yang mendekati Rp1 triliun, publik kini menaruh perhatian besar terhadap transparansi harta pejabat daerah. LHKPN menjadi instrumen penting untuk memastikan akuntabilitas penyelenggara negara, termasuk Sherly Tjoanda sebagai Gubernur Maluku Utara.
Di tengah dinamika politik dan hukum yang berkembang, harta Sherly Tjoanda tetap menjadi salah satu topik yang banyak dibicarakan masyarakat, terutama karena lonjakannya yang signifikan dalam waktu singkat serta keterkaitannya dengan sektor bisnis strategis seperti pertambangan, pelayaran, dan perikanan.
Load more