Rylan Henry Pribadi Meninggal Kecelakaan Ski di Jepang, Menko Airlangga Harap Keluarga Konglomerat Tabah
- Kolase tvOnenews.com/Abdul Gani Siregar & Instagram/@airlanggahartarto_official
Jakarta, tvOnenews.com - Kecelakaan keluarga konglomerat Henry Pribadi menghebohkan publik. Kabar cucu pendiri Napan Group, Rylan Henry Pribadi meninggal dunia di perlintasan ski di Jepang, ikut didengar oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian (Menko), Airlangga Hartarto.
Menko Airlangga Hartarto turut menyampaikan ucapan duka cita atas kepergian Rylan Henry Pribadi. Ia mengungkapkan hal tersebut melalui berbagai platform media sosial pribadinya.
"Saya dan Ibu Yanti @yanti.airlangga, menyampaikan duka cita yang sedalam-dalamnya atas berpulangnya ananda Rylan Henry Pribadi," tulis Airlangga dalam akun Instagram dan Facebook pribadinya dikutip tvOnenews.com, Sabtu (17/1/2026).
Ucapan duka cita tersebut lantaran Airlangga merupakan sosok sahabat konglomerat Henry Pribadi. Ia dan istri pun tak kuasa menahan kesedihan atas berpulangnya putra sahabatnya.

- Tim tvOnenews/Abdul Gani Siregar
Ia juga memiliki kedekatan secara intens dengan orang tua Rylan, Reza Pribadi dan Jackie Pribadi. Maka dari itu, ia memahami betul betapa sedihnya keluarga sahabatnya telah kehilangan Rylan.
"Putra dari sahabat kami, keluarga pengusaha nasional, Bapak Reza Pribadi dan cucu Bapak Henry Pribadi," lanjutnya.
Sebagai sahabat sejati keluarga Henry Pribadi, ia berharap seluruh amal ibadah pemuda berusia 17 tahun itu diterima oleh Sang Pencipta.
"Kiranya Tuhan Yang Maha Esa memberikan almarhum Rylan di tempat terbaik di sisi-Nya, serta menguatkan keluarga yang ditinggalkan dengan ketabahan dan keikhlasan. Aamiin YRA," katanya.
Sementara, kabar kecelakaan Rylan Henry Pribadi juga mendapat ucapan belasungkawa dari Anindya Bakrie. Melalui media sosial pribadinya, Ketua Umum Kadin Indonesia itu mengenang sosok Rylan.
Anindya bahkan membagikan potret kebersamaan dengan anak dari Reza dan Jackie. Sebagai sahabatnya, ia turut merasa kehilangan atas kepergian Rylan Henry Pribadi.
"Turut berduka cita yang mendalam atas berpulangnya Rylan Henry Pribadi, putra dari sahabat saya, Reza Pribadi," tulis Anindya Bakrie.
Anindya tidak menyangka Rylan meninggal dunia begitu cepat. Sebab, cucu dari Henry Pribadi itu saat ini masih sangat muda yang berusia 17 tahun.
"Apalagi Rylan juga merupakan sahabat saya," tambah Anindya.
Kronologi Kecelakaan Rylan Henry Pribadi Cucu Konglomerat Pendiri Napan Group

- Instagram Ketum Kadin Indonesia Anindya Bakrie
Berdasarkan laporan dari DailyMail, Rylan Henry Pribadi dikabarkan meninggal dunia pada 7 Januari 2026 lalu. Penyebab Rylan tewas diduga mengalami kecelakaan di kawasan perlintasan wisata ski Niseko Tokyu Grand Hirafu dan HANAZONO Ski Resort, Kutchan, Hokkaido, Jepang.
Pihak Kepolisian Hokkaido memberikan keterangan kronologi terkait kecelakaan tersebut. Rylan diduga meninggal dunia pasca terlilit tali pembatas.
Menurut pihak Kepolisian setempat, tali pembatas di perlintasan ski tersebut melilit di bagian leher. Padahal pengelola telah memasang tali pembatas di area yang aman bagi pemain ski.Â
Sementara saat kondisi lehernya terlilit tali pembatas, Rylan diduga tengah meluncur dari atas lereng untuk menuju ke bawah.
"Korban meninggal dunia setelah lehernya terlilit tali pembatas lintasan (boundary rope) saat meluncur di lereng ski," kata pihak Kepolisian Hokkaido.
Kondisi Terakhir Rylan Ditemukan Pemain Ski di Sekitarnya
Lebih lanjut, polisi setempat mengungkapkan bahwa, kondisi Rylan yang sudah tergeletak di perlintasan tersebut pertama kali ditemukan oleh pemain ski lainnya.
Pemain ski yang pertama kali melihat Rylan pun langsung bergegas untuk melaporkan insiden tersebut ke pihak pengelola kawasan perlintasan wisata ski itu.
Setelah itu, polisi langsung mendapat kabar dari pihak pengelola setempat, bahwa Rylan telah tergeletak di tengah luncuran lintasan dari arah atas.
Polisi setempat menduga leher korban terkena tali pembatas yang terhubung di deretan tiang berjarak sekitar 10 meter dari area perlintasan. Sontak, Rylan diduga langsung terjatuh akibat tidak sadar.
Kata polisi, Rylan sempat diboyong ke rumah sakit terdekat. Namun nyawanya sudah tidak tertolong akibat lehernya terlilit tali.
Hasil Autopsi Jenazah Rylan Henry Pribadi
Polisi telah mengabarkan hasil autopsi jenazah korban pada 9 Januari 2026. Penyebab korban meregang nyawa dipengaruhi oleh asfiksia.
Asfiksia sendiri menggambarkan kondisi berbahaya saat tubuh mengalami kekurangan oksigen hingga overdosis karbon dioksida. Akibatnya, proses pernapasan mengalami gangguan hingga menyebabkan kematian.
Dalam hasil pemeriksaan medis, polisi menegaskan korban tidak mengalami cedera berat lainnya, seperti patah tulang di bagian tubuhnya.
(hap)
Load more