Profil Andy Dahananto, Direktur Operasi IAT dan Pilot Senior yang Menerbangkan ATR 42-500 Saat Hilang Kontak
- PT Indonesia Air Transport
Jakarta, tvOnenews.com - Nama Andy Dahananto menjadi sorotan nasional setelah pesawat ATR 42-500 milik PT Indonesia Air Transport (IAT) yang ia terbangkan dilaporkan hilang kontak saat melakukan penerbangan dari Yogyakarta menuju Makassar, Sabtu (17/1/2026). Di balik kabar tersebut, Andy dikenal luas sebagai salah satu pilot senior di Indonesia sekaligus Direktur Operasi IAT yang berpengalaman puluhan tahun di dunia penerbangan.
Andy bukan figur baru di industri aviasi. Pria kelahiran 1967 ini telah menapaki karier panjang sejak muda, membangun reputasi sebagai penerbang profesional yang menjunjung tinggi keselamatan, disiplin, dan ketepatan prosedur. Kombinasi pengalaman di kokpit dan peran strategis di level manajemen menjadikannya sosok penting di tubuh Indonesia Air Transport.
Lulusan Juanda Flying School, Berkarier Sejak 1988
Andy Dahananto merupakan lulusan Juanda Flying School pada 1987. Setahun kemudian, tepatnya 1988, ia mulai berkarier sebagai pilot fixed wing dan terus aktif hingga saat ini. Dengan jam terbang tinggi dan pengalaman lintas jenis pesawat, Andy dikenal sebagai pilot yang matang secara teknis maupun mental.
Lebih dari 35 tahun berkecimpung di dunia penerbangan, Andy menjalani berbagai fase industri aviasi nasional, mulai dari perkembangan armada, peningkatan standar keselamatan, hingga tantangan operasional di wilayah geografis Indonesia yang kompleks.
Menjabat Direktur Operasi PT Indonesia Air Transport
Kepercayaan perusahaan terhadap Andy tercermin dari penunjukannya sebagai Direktur Operasi PT Indonesia Air Transport sejak 19 Juni 2019. Jabatan tersebut diembannya berdasarkan Akta Keputusan Rapat Nomor 14 Tahun 2019.
Sebagai Direktur Operasi, Andy bertanggung jawab atas pengawasan teknis penerbangan, pengelolaan armada, hingga penerapan standar keselamatan dan efisiensi operasional. Perannya menjadi jembatan antara kebijakan manajerial dan praktik di lapangan, khususnya dalam layanan penerbangan carter industri dan misi khusus.
Di level korporasi, Andy dikenal menjaga integritas dan tata kelola. Ia tidak tercatat memiliki hubungan afiliasi dengan jajaran Dewan Komisaris maupun Direksi lainnya, sehingga setiap keputusan operasional dijalankan secara profesional dan independen.
Ikatan Kuat dengan Sorowako, Luwu Timur
Di balik aktivitasnya di Jakarta dan dunia penerbangan nasional, Andy memiliki ikatan kuat dengan Sorowako, Luwu Timur, Sulawesi Selatan. Ia tercatat tinggal di kawasan Jalan Sultan Hasanuddin, Blok F, Sorowako, dan dikenal sebagai bagian aktif dari masyarakat setempat.
Koneksi dengan Sorowako juga tercermin dari keluarganya. Sang istri, Widyarlina, merupakan karyawati PT Vale Indonesia Tbk. Perpaduan profesi keduanya mencerminkan kontribusi keluarga ini pada dua sektor strategis di wilayah Luwu Timur, yakni transportasi udara dan industri pertambangan.
Bagi masyarakat Sorowako, Andy bukan sekadar pilot atau eksekutif perusahaan penerbangan, melainkan figur lokal yang tetap membumi meski berkiprah di level nasional.
Pilot ATR 42-500 yang Hilang Kontak di Maros
Pesawat ATR 42-500 milik Indonesia Air Transport yang diawaki Capt Andy Dahananto dilaporkan hilang kontak saat mendekati Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Makassar. Saat laporan diterima, posisi terakhir pesawat berada di sekitar Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, dengan titik koordinat 04°57’08” LS – 119°42’54” BT.
Pesawat tersebut membawa total 11 orang, terdiri dari 8 kru dan 3 penumpang. Tiga penumpang diketahui merupakan pegawai Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), sebagaimana dikonfirmasi oleh Staf Khusus Menteri KP Bidang Humas dan Komunikasi Media, Doni Ismanto.
Peristiwa ini langsung memicu operasi pencarian dan pertolongan besar-besaran. Basarnas Makassar mengerahkan sedikitnya 60 personel bersama unsur potensi SAR lainnya menuju lokasi yang diduga sebagai titik terakhir pesawat.
“Kami telah menuju lokasi titik koordinat yang berada di sekitar daerah Leang-Leang sesuai koordinat yang dilaporkan AirNav kepada kami,” ujar Kepala Bidang Operasi SAR Basarnas Makassar, Andi Sultan.
Figur Profesional di Tengah Sorotan Nasional
Di tengah perhatian publik terhadap insiden pesawat ATR 42-500 tersebut, profil Andy Dahananto kembali menjadi sorotan. Ia dikenal sebagai sosok yang menggabungkan pengalaman panjang di udara dengan kepemimpinan strategis di darat.
Bagi industri penerbangan nasional, Andy merepresentasikan generasi pilot senior yang tumbuh bersama perkembangan standar keselamatan modern. Sementara bagi masyarakat Sorowako, ia menjadi contoh bahwa dedikasi, kerja keras, dan integritas dapat membawa seseorang berkiprah di level nasional tanpa tercerabut dari akar komunitasnya.
Profil Andy Dahananto kini bukan hanya tentang jabatan atau jam terbang, tetapi juga tentang perjalanan panjang seorang pilot Indonesia yang mengabdikan hidupnya bagi dunia penerbangan dan keselamatan transportasi udara. (nsp)
Load more