News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Profil Sudrajad Djiwandono, Mantan Gubernur BI dan Ayah Thomas Djiwandono yang Diisukan Jadi Deputi Gubernur BI

Profil Sudrajad Djiwandono, mantan Gubernur BI 1993–1998 dan ayah Thomas Djiwandono yang kini diisukan bakal jadi Deputi Gubernur Bank Indonesia.
Selasa, 20 Januari 2026 - 10:00 WIB
Profil Sudrajad Djiwandono, Mantan Gubernur BI dan Ayah Thomas Djiwandono yang Diisukan Jadi Deputi Gubernur BI
Sumber :
  • Istimewa

Jakarta, tvOnenews.com — Nama Thomas (Tommy) Djiwandono tengah menjadi sorotan setelah diusulkan sebagai calon Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI). Di balik sosoknya, publik kembali menyorot figur ayahnya, Joseph Sudrajad Djiwandono, ekonom senior yang pernah menjabat sebagai Gubernur BI periode 1993–1998 dan dikenal sebagai salah satu tokoh penting dalam sejarah kebijakan moneter Indonesia.

Isu pencalonan Thomas sebagai Deputi Gubernur BI membuat rekam jejak Sudrajad Djiwandono kembali diperbincangkan, mengingat perannya yang krusial di BI pada masa krisis moneter Asia akhir 1990-an.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Latar Belakang dan Pendidikan Sudrajad Djiwandono

Sudrajad Djiwandono lahir di Yogyakarta pada 7 Agustus 1938. Sejak muda, ia dikenal sebagai pribadi tekun dalam menempuh pendidikan. Ia meraih gelar sarjana ekonomi dari Universitas Gadjah Mada (UGM) pada 1963, sebelum melanjutkan studi ke Universitas Boston, Amerika Serikat.

Di Boston University, Sudrajad menyelesaikan pendidikan doktoral dan meraih gelar Ph.D. pada 1980, memperkuat reputasinya sebagai ekonom akademis dengan perspektif internasional.

Karier Akademisi hingga Pemerintahan

Sebelum masuk ke lingkar kebijakan publik, Sudrajad Djiwandono sempat berkarier sebagai dosen dan profesor di berbagai institusi, termasuk di lingkungan pendidikan pascasarjana. Pengalaman akademis tersebut membawanya masuk ke ranah riset dan pemerintahan.

Ia pernah menjadi periset di Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Kepala Biro di Bappenas, hingga menjabat sebagai Staf Khusus Menteri Perdagangan dan Staf Menteri Koordinator Bidang Ekonomi, Perdagangan, dan Industri. Rekam jejak teknokratiknya membuat namanya dikenal luas di kalangan pembuat kebijakan ekonomi nasional.

Menjadi Gubernur Bank Indonesia

Puncak karier Sudrajad Djiwandono terjadi pada 1993, ketika ia ditunjuk sebagai Gubernur Bank Indonesia. Masa kepemimpinannya bertepatan dengan periode krusial menjelang dan saat krisis moneter Asia 1997–1998, yang mengguncang stabilitas sistem keuangan Indonesia.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Salah satu kebijakan paling kontroversial yang diambil Sudrajad adalah keputusan menutup 16 bank bermasalah, termasuk beberapa yang disebut memiliki keterkaitan dengan keluarga Cendana. Keputusan tersebut kemudian menjadi sorotan politik dan berujung pada pemberhentiannya dari jabatan Gubernur BI pada 11 Februari 1998.

Dalam berbagai kesempatan setelahnya, Sudrajad menyatakan bahwa pencopotannya berkaitan erat dengan sikap tegasnya dalam menangani perbankan bermasalah demi menjaga stabilitas sistem keuangan nasional.

Halaman Selanjutnya :

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

DPP BKPRMI: Tradisi Dialog Pejabat dan Mahasiswa di Kampus Adalah Kemajuan Demokrasi

DPP BKPRMI: Tradisi Dialog Pejabat dan Mahasiswa di Kampus Adalah Kemajuan Demokrasi

Dewan Pengurus Pusat Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (DPP BKPRMI) mengapresiasi menteri dan para pejabat pemerintah di era Presiden RI, Prabowo Subianto yang berdialog dengan mahasiswa secara langsung ke kampus.
Kebijakan Era Prabowo-Gibran Dinilai Langkah Perubahan Tata Kelola Negara Menuju Kemajuan

Kebijakan Era Prabowo-Gibran Dinilai Langkah Perubahan Tata Kelola Negara Menuju Kemajuan

Kebijakan yang dijalankan oleh pemerintahan era Presiden RI, Prabowo Subianto dan Wakil Presiden RI, Gibran Rakabuming Raka menuai respons positif.
Bepotensi Tembus Rp400 Triliun, Wakaf Dinilai Dapat Jadi Kekuatan Ekonomi BAru Indonesia

Bepotensi Tembus Rp400 Triliun, Wakaf Dinilai Dapat Jadi Kekuatan Ekonomi BAru Indonesia

Pemerintah melalui Keputusan Menteri Agama Nomor 571 Tahun 2026 resmi menetapkan Bulan Wakaf Nasional.
Sulteng Dihantam Gempa Bumi Dahsyat, Seorang Warga Dilaporkan Meninggal Dunia

Sulteng Dihantam Gempa Bumi Dahsyat, Seorang Warga Dilaporkan Meninggal Dunia

Gempa bumi berkekuatan 6,7 magnitudo melanda wilayah Sulawesi Tengah (Sulteng) pada Selasa (16/6/2026).
Tak Hanya Mees Hilgers, FC Twente Berpotensi Punya Satu Lagi Pemain Berdarah Indonesia

Tak Hanya Mees Hilgers, FC Twente Berpotensi Punya Satu Lagi Pemain Berdarah Indonesia

Pemain Timnas Indonesia, Mees Hilgers, berpeluang memiliki rekan setim baru yang juga memiliki darah Indonesia yakni eks kiper FC Volendam, Kayne van Oevelen.
Misteri Kematian Jance Zebua Belum Terpecahkan, Publik Kritisi Proses Penyidikan

Misteri Kematian Jance Zebua Belum Terpecahkan, Publik Kritisi Proses Penyidikan

Duka masih menyelimuti rumah keluarga Jance Zebua di Desa Hilinaa, Dusun 2, Kecamatan Alasa Talumuzoi, Kabupaten Nias Utara, Sumatera Utara (Sumut).

Trending

Waspada, Pinjol Ilegal Makin Merajalela! Kenali Bahaya, Ciri-Ciri, dan Cara Menghindarinya Sebelum Jadi Korban

Waspada, Pinjol Ilegal Makin Merajalela! Kenali Bahaya, Ciri-Ciri, dan Cara Menghindarinya Sebelum Jadi Korban

Pinjol ilegal masih menjadi ancaman serius bagi masyarakat Indonesia. Kenali bahaya, ciri-ciri, serta cara menghindari pinjaman online ilegal agar terhindar dari teror, kebocoran
Masih Ingat Herve Renard? Eks Pelatih Arab yang Pernah Merepotkan Timnas Indonesia Kini Dapat Misi Berat di Piala Dunia

Masih Ingat Herve Renard? Eks Pelatih Arab yang Pernah Merepotkan Timnas Indonesia Kini Dapat Misi Berat di Piala Dunia

Nama Herve Renard bukanlah sosok asing bagi penggemar Timnas Indonesia. Eks pelatih Arab Saudi kini dapat tugas berat untuk selamatkan Tunisia di Piala Dunia.
KPK Lakukan Analisis Soal Fakta Persidangan John Field Terkait Aliran Rp21 Miliar ke Dirjen Bea Cukai

KPK Lakukan Analisis Soal Fakta Persidangan John Field Terkait Aliran Rp21 Miliar ke Dirjen Bea Cukai

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akan menganalisis terkait fakta persidangan yang menyebut ada aliran uang ke Dirjen Bea dan Cukai, Djaka Bhudi Utama di kasus suap importasi barang.
Program MBG Tuai Kritik Publik, PSI Minta Masyarakat Beri Kesempatan ke Pimpinan Baru BGN

Program MBG Tuai Kritik Publik, PSI Minta Masyarakat Beri Kesempatan ke Pimpinan Baru BGN

Belakangan publik mengkritik keberlangsungan program Makan Bergizi Gratis (MBG) buntut terungkapnya kasus mega korupsi oleh tiga mantan pimpinan Badan Gizi Nasional (BGN).
Telan Korban Jiwa, DPRD Surabaya Bakal Panggil Penanggung Jawab Proyek Gorong-Gorong Margorejo

Telan Korban Jiwa, DPRD Surabaya Bakal Panggil Penanggung Jawab Proyek Gorong-Gorong Margorejo

DPRD Kota Surabaya akan memanggil penanggung jawab proyek gorong-gorong di Jalan Margorejo Indah, depan Plaza Marina Surabaya, menyusul insiden yang menewaskan seorang lansia setelah terperosok ke area proyek tersebut pada Jumat (12/6/2026) malam.
Judi Online Bisa Bikin Masuk Penjara! Ini Aturan KUHP, Jerat Hukum, dan Dampak Sosial yang Wajib Diketahui

Judi Online Bisa Bikin Masuk Penjara! Ini Aturan KUHP, Jerat Hukum, dan Dampak Sosial yang Wajib Diketahui

Judi online bukan sekadar pelanggaran moral, tetapi juga tindak pidana yang diancam hukuman penjara hingga 10 tahun dan denda miliaran rupiah. Simak aturan KUHP, UU ITE, serta dampak sosialnya.
Haji Bolot Sempat Kritis dan Tak Sadarkan Diri 2 Hari, Kondisi Terkini Diungkap Sang Istri

Haji Bolot Sempat Kritis dan Tak Sadarkan Diri 2 Hari, Kondisi Terkini Diungkap Sang Istri

Kondisi kesehatan komedian senior Haji Bolot berangsur menunjukkan perkembangan positif setelah sempat menjalani masa kritis akibat serangan jantung.
Selengkapnya

Viral