Dari IMF ke Bank Indonesia, Ini Rekam Jejak Juda Agung yang Resmi Mundur dari Bank Sentral
- Dok. Bank Indonesia
Jakarta, tvOnenews.com – Dinamika kepemimpinan di Bank Indonesia (BI) mengalami perubahan. Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi secara resmi mengonfirmasi pengunduran diri Juda Agung dari jabatannya sebagai Deputi Gubernur Bank Indonesia.
Kepastian tersebut disampaikan Prasetyo saat memberikan keterangan pers di Istana Negara, Senin (19/1/2025).
“(Yang mengundurkan diri) atas nama Pak Juda (Agung),” ujar Prasetyo Hadi kepada awak media.
Juda Agung sebelumnya dilantik sebagai Deputi Gubernur BI bersama Aida S. Budiman pada 6 Januari 2022. Pengangkatan keduanya didasarkan pada Surat Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 147/P/2021.
Hingga saat ini, pemerintah belum mengungkap secara rinci alasan di balik pengunduran diri Juda dari jajaran Dewan Gubernur BI.
Profil dan Rekam Jejak Juda Agung
Mundurnya Juda Agung menandai berakhirnya pengabdian panjang ekonom kelahiran Pontianak, 1964, di bank sentral Indonesia. Juda dikenal sebagai sosok ekonom dengan latar belakang pendidikan serta pengalaman internasional yang kuat.
Ia menyelesaikan pendidikan sarjana di bidang Teknologi Pertanian dari Institut Pertanian Bogor (IPB) pada 1987. Karier akademiknya berlanjut ke Inggris, dengan meraih gelar Master Money, Banking and Finance pada 1995 serta gelar Doktor (PhD) bidang Economics dari University of Birmingham pada 1999.
Dalam perjalanan kariernya, Juda Agung telah menduduki berbagai posisi strategis, antara lain memulai karier sebagai staf Departemen Kebijakan Ekonomi dan Moneter Bank Indonesia. Ia juga pernah menjadi Asisten Peneliti di Central Planning Bureau Belanda pada 1992–1993.
Selain itu, Juda tercatat sebagai Peneliti Ekonomi Junior di Direktorat Riset Ekonomi dan Kebijakan Moneter BI sejak 1999 hingga 2002, Staf Gubernur BI pada 2003–2006, serta Penasihat Direktur Eksekutif International Monetary Fund (IMF) pada 2007–2008.
Kariernya terus menanjak dengan dipercaya menjabat Kepala Departemen Kebijakan Ekonomi dan Moneter BI pada 2014, Kepala Kantor Perwakilan BI Jawa Barat pada 2017, hingga Direktur Eksekutif IMF pada tahun yang sama. Sejak 2020, Juda menjabat sebagai Asisten Gubernur BI bidang Stabilitas Sistem Keuangan dan Kebijakan Makroprudensial.
Ia juga pernah ditunjuk sebagai Anggota Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) ex-officio Bank Indonesia berdasarkan Keputusan Presiden RI Nomor 72/P Tahun 2025.
Load more