Empat Amanat Prabowo untuk Transmigrasi, Perekat NKRI hingga Mesin Pertumbuhan Ekonomi Baru
- tvOnenews.com/Abdul Gani Siregar
Jakarta, tvOnenews.com - Wakil Menteri Transmigrasi, Viva Yoga Mauladi, membeberkan empat amanat strategis Presiden Prabowo Subianto yang menjadi fondasi kebijakan Kementerian Transmigrasi di era pemerintahan baru.
Amanat tersebut ditegaskan saat kunjungan kerja di Kecamatan Muara Telang, Palembang, Kamis (22/1).
Menurut Viva Yoga, pembentukan Kementerian Transmigrasi bukan sekadar restrukturisasi kelembagaan, melainkan instrumen negara untuk menjawab persoalan kebangsaan, kemiskinan, ketahanan pangan, hingga ketimpangan pembangunan antarwilayah.
“Amanat dari Bapak Presiden Prabowo dengan adanya Kementerian Transmigrasi yang baru ini ada empat,” ujar Viva Yoga.
Amanat pertama, kata Viva, adalah menjaga integrasi nasional dan memperkuat Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) melalui pergerakan penduduk antarwilayah. Ia menegaskan, transmigrasi menciptakan proses sosial yang memperkokoh rasa kebangsaan.
“Empat amanat yang pertama untuk menjaga integrasi nasional, menjaga negara kesatuan Republik Indonesia. Dengan berpindahnya penduduk dari satu daerah ke daerah yang lain, pasti akan terjadi proses akulturasi, proses asimilasi melalui pernikahan, sehingga berbeda suku, adat, istiadat menjadi satu dan itu akan memperkuat rasa kebangsaan Indonesia,” jelasnya.
Amanat kedua adalah pengentasan kemiskinan melalui reforma agraria. Viva Yoga menekankan bahwa transmigrasi dirancang sebagai jalan perubahan nasib, dengan negara hadir memberikan lahan produktif bagi warga.
“Yang kedua, untuk memberantas kemiskinan. Para transmigran tentu bercita-cita ingin merubah nasibnya. Makanya kehadiran negara dengan program reforma agraria, memberikan tanah lahan kepada warga trans satu hektare, dua hektare kepada masing-masing kepala keluarga adalah bagian dari tanggung jawab negara,” paparnya.
“Dan tanah itu bukan hanya untuk rumah, tapi juga menjadi tanah garapan. Tanah menjadi sumber ekonomi yang akan merubah nasib mereka,” lanjut dia.
Ia juga optimistis kawasan Muara Telang akan mengalami peningkatan kesejahteraan ekonomi.
“Dan di kawasan Telang ini saya juga yakin pasti akan ada perubahan pendapatan akan lebih baik daripada yang dulu dan masyarakat warga trans itu akan bisa menjadi lebih meningkat pendapatannya,” lanjutnya.
Amanat ketiga, transmigrasi menjadi pilar penting dalam mewujudkan swasembada pangan nasional. Viva menyebut kawasan Telang sebagai bukti konkret bahwa wilayah transmigrasi mampu menjadi lumbung pangan strategis.
“Yang ketiga, Kementerian Transmigrasi berkontribusi untuk mewujudkan swasembada pangan nasional. Dan di Telang inilah terbukti bahwa kawasan transmigrasi menjadi lumbung pangan nasional untuk berkontribusi mewujudkan swasembada pangan,” katanya.
Ia menegaskan, kebijakan tersebut sejalan dengan visi besar Presiden Prabowo.
“Sesuai dengan asta cita Bapak Presiden Prabowo bahwa swasembada pangan, swasembada air, swasembada energi itu menjadi fokus utama dalam kepemimpinan Bapak Presiden Prabowo,” ungkap dia.
“Karena sebagai bangsa yang mandiri, berdaulat secara politik, mandiri secara ekonomi, dan punya kepribadian dalam kebudayaan sebagaimana yang diungkapkan oleh Soekarno dalam Trisaktinya,” tambahnya.
Amanat keempat adalah menjadikan transmigrasi sebagai motor penciptaan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru. Viva mengungkapkan, antusiasme pemerintah daerah terhadap program transmigrasi terus meningkat.
“Yang keempat, program transmigrasi itu menciptakan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru. Saat ini Pak Bupati, sudah ada Bupati sebanyak 61 daerah yang mengirim surat ke Kementerian Transmigrasi agar daerahnya dibuka menjadi kawasan transmigrasi. Mereka membuat RKT, Rencana Kawasan Transmigrasi,” ungkapnya.
Menurut Viva, daerah-daerah yang selama ini terisolasi justru berpotensi tumbuh ketika aktivitas manusia mulai hadir.
“Karena mereka menginginkan daerah-daerah yang terisolasi, yang tidak ada jangkauan infrastruktur dengan adanya orang di situ beraktivitas, maka akan ada aktivitas ekonomi, aktivitas sosial, aktivitas budaya akan menciptakan pergerakan ekonomi,” ujarnya.
Ia menegaskan, transformasi wilayah menjadi tujuan utama transmigrasi.
“Dari yang semula tanah kosong, kemudian ada penduduknya, tentu akan melakukan perubahan. Jadi, itu sesuai dengan misi dari program transmigrasi untuk menciptakan pertumbuhan ekonomi baru,” ujar Viva Yoga. (agr/dpi)
Load more