News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Pengamat Kritik Pemerintah Jangan hanya Sibuk Buat Aturan dan Undang-Undang

Pengamat hukum dan politik menilai negara ganjil dalam menjalankan roda pemerintahan. Pemerintah disebut sibuk mengerjakan hal yang tidak perlu, namun melupakan mengurus rakyatnya.
Selasa, 17 Maret 2026 - 15:20 WIB
Pengamat hukum dan politik Pieter C. Zulkifli
Sumber :
  • Istimewa

Jakarta, tvOnenews.com - Pengamat hukum dan politik menilai negara ganjil dalam menjalankan roda pemerintahan. Pemerintah disebut sibuk mengerjakan hal yang tidak perlu, namun melupakan mengurus rakyatnya.

Hal itu diungkap oleh Pieter C Zulkifli. Dia berpandangan negara mulai melupakan urusan yang paling dasar bagi rakyatnya. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Regulasi lahir silih berganti, diplomasi luar negeri dipamerkan, sementara urusan paling mendasar, yakni pendidikan, kesehatan, dan kesejahteraan, sering terasa berjalan di tempat," kata Pieter Zulkifli dalam keterangannya, Jakarta, Selasa (17/3/2026).

Pieter menilai bila kritik terhadap pemerintah dalam situasi seperti ini sebuah keharusan bukan lagi hanya sekadar. Dia bahkan mengajak publik melihat hal ini secara jernih.

"Bagaimana negara yang rajin membuat aturan justru tampak lalai menyentuh kehidupan rakyatnya sendiri," katanya.

Mantan Ketua Komisi III DPR RI ini memberikan sebuah refleksi tajam tentang republik yang tampak sibuk bekerja, tetapi sering lupa kepada siapa sebenarnya kekuasaan itu harus diabdikan.

"Ketika negara sibuk diplomasi dan membuat aturan, rakyat bergulat dengan hidup. Republik ini seperti berjalan autopilot, jauh dari denyut kehidupan rakyat," katanya.

Pieter Zulkifli mengatakan ada ironi panjang dalam perjalanan republik ini. Bagi dia, dari rezim ke rezim, negara tampak sibuk membuat aturan, merancang program, dan memproduksi undang-undang.

Namun pada saat yang sama, cita-cita besar bangsa mencerdaskan kehidupan rakyat sering terasa berjalan di tempat. Dia megingatkan bila negara memiliki konstitusi yang kuat, anggaran yang besar, serta berbagai program pembangunan,

"Tetapi kualitas pendidikan, layanan kesehatan, dan kesejahteraan rakyat masih jauh dari memadai. Di titik inilah publik wajar bertanya: mengapa negara terlihat rajin mengatur, tetapi sering lalai mengurus rakyatnya sendiri?" ucapnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Pieter menuturkan sejak masa pemerintahan Megawati Soekarnoputri, komitmen negara terhadap pendidikan sebenarnya sudah ditegaskan melalui alokasi anggaran minimal 20 persen dari APBN. Kebijakan ini mulai dijalankan secara konsisten sejak 2009.

Secara angka, kata dia, komitmen tersebut terlihat besar. Namun realitas di lapangan menunjukkan cerita yang tidak selalu seindah laporan birokrasi, misalnya sekolah di daerah masih kekurangan fasilitas, kualitas guru belum merata, dan akses pendidikan tinggi masih sering dipengaruhi kemampuan ekonomi keluarga.

Halaman Selanjutnya :

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Alami Crash hingga DNF di MotoGP Spanyol 2026, Marc Marquez Mengaku Tak Tahu Penyebab Kecelakaannya di Sirkuit Jerez

Alami Crash hingga DNF di MotoGP Spanyol 2026, Marc Marquez Mengaku Tak Tahu Penyebab Kecelakaannya di Sirkuit Jerez

Marc Marquez datang ke MotoGP Spanyol 2026 dengan kepercayaan diri tinggi setelah memenangi Sprint dalam kondisi hujan deras sehari sebelumnya.
Daft Funk Live Guncang Jakarta, Tribute Daft Punk Bakar Bengkel SCBD dengan Atmosfer Imersif

Daft Funk Live Guncang Jakarta, Tribute Daft Punk Bakar Bengkel SCBD dengan Atmosfer Imersif

Daft Funk Live sukses di Jakarta, hadirkan tribute Daft Punk penuh energi dan visual imersif di Bengkel SCBD, disambut antusias penonton.
Pesan Tegas Dedi Mulyadi di Hari Buruh 2026: Tetap Bekerja

Pesan Tegas Dedi Mulyadi di Hari Buruh 2026: Tetap Bekerja

Pesan tegas Dedi Mulyadi di Hari Buruh 2026: ajakan tetap bekerja, dorong upah adil, pendidikan, dan kesejahteraan buruh demi Indonesia yang lebih maju.
Tingkatkan Keselamatan Transportasi Nasional, Harwan Muldidarmawan: Poltrada Bali Punya Peran Penting

Tingkatkan Keselamatan Transportasi Nasional, Harwan Muldidarmawan: Poltrada Bali Punya Peran Penting

Jasa Raharja terus mensosialisasikan keselamatan transportasi yang menyasar pada sejumlah kelompok masyarakat termasuk akademisi.
Kapten GS Caltex Akhirnya Buka Suara Tanggapi Polemik Ahn Hye-jin yang Tersandung Kasus Mengemudi dalam Keadaan Mabuk

Kapten GS Caltex Akhirnya Buka Suara Tanggapi Polemik Ahn Hye-jin yang Tersandung Kasus Mengemudi dalam Keadaan Mabuk

Kasus hukum yang menimpa setter andalan GS Caltex, Ahn Hye-jin, terus menyita perhatian publik voli Korea Selatan dalam beberapa pekan terakhir.
Gunakan Komunikasi Radio Versi Terbaru saat Uji Coba MotoGP 2026 di Sirkuit Jerez, Ini Tanggapan Fabio Quartararo

Gunakan Komunikasi Radio Versi Terbaru saat Uji Coba MotoGP 2026 di Sirkuit Jerez, Ini Tanggapan Fabio Quartararo

Fabio Quartararo mencoba versi terbaru sistem radio helm saat tes di MotoGP 2026 di Sirkuit Jerez dan melihat perkembangan signifikan.

Trending

Top 3 Timnas Indonesia: Ole Romeny-Jay Idzes Diizinkan Main, John Herdman Disentil Pelatih Brasil, hingga Presiden FIFA Bertemu Erick Thohir

Top 3 Timnas Indonesia: Ole Romeny-Jay Idzes Diizinkan Main, John Herdman Disentil Pelatih Brasil, hingga Presiden FIFA Bertemu Erick Thohir

Berikut tiga rangkuman berita terpopuler seputar Timnas Indonesia yang paling banyak dibaca di tvOnenews.com. Mulai dari FIFA ASEAN Cup hingga pertemuan FIFA dan PSSI
Panggilan ‘Baru’ Megawati Hangestri dari Media Korea, Bukan Lagi Megatron

Panggilan ‘Baru’ Megawati Hangestri dari Media Korea, Bukan Lagi Megatron

Megawati Hangestri kembali ke V-League 2026/2027 dengan julukan baru dari media Korea. Simak selengkapnya.
Demo Hari Ini, Ratusan Ribu Buruh Kepung Jakarta Peringati May Day Hindari Titik-titik Zona Kuning Ini

Demo Hari Ini, Ratusan Ribu Buruh Kepung Jakarta Peringati May Day Hindari Titik-titik Zona Kuning Ini

Ratusan ribu buruh diprediksi padati ibu kota Jakarta dalam memperingati May Day atau Hari Buruh 2026 hari ini Jumat (1/5/2026).
Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi Bongkar Biaya Pemasangan Palang Pintu Kereta Api Bekasi Rp500 Juta–Rp1 Miliar: Laksanakan, Alokasinya Tersedia!

Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi Bongkar Biaya Pemasangan Palang Pintu Kereta Api Bekasi Rp500 Juta–Rp1 Miliar: Laksanakan, Alokasinya Tersedia!

Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi membeberkan estimasi biaya pemasangan palang pintu digital. Nilainya berkisar antara Rp500 juta hingga Rp1 miliar untuk satu titik perlintasan.
Eligible Bela Timnas Indonesia, Kiper 199 Cm Keturunan Surabaya Dinobatkan Pemain Terbaik di Eredivisie

Eligible Bela Timnas Indonesia, Kiper 199 Cm Keturunan Surabaya Dinobatkan Pemain Terbaik di Eredivisie

Nama Kayne van Oevelen mendadak jadi perbincangan, tak hanya di Belanda tetapi juga di kalangan suporter Timnas Indonesia. Kiper Eropa itu raih pemain terbaik.
Media Korea Sudah Curiga Alasan Shin Tae-yong Tak Benar-benar Tinggalkan Indonesia, Kini Jadi Penasihat Teknik

Media Korea Sudah Curiga Alasan Shin Tae-yong Tak Benar-benar Tinggalkan Indonesia, Kini Jadi Penasihat Teknik

Kabar mengejutkan datang dari sosok Shin Tae-yong yang kembali dikaitkan dengan Indonesia. Namun kali ini, perannya di luar dugaan publik. Media Korea kaget.
Gelandang Stuttgart Berdarah Surabaya yang Mulai Luluh untuk Bela Timnas Indonesia

Gelandang Stuttgart Berdarah Surabaya yang Mulai Luluh untuk Bela Timnas Indonesia

Nama talenta muda Laurin Ulrich kembali memanaskan pemberitaan calon pemain naturalisasi Timnas Indonesia. Gelandang potensial yang kini tengah meniti karier -
Selengkapnya

Viral