Mendagri Tito Karnavian Minta PLN Uji Bendungan PLTA Sipansihaporas Pascabencana Tapteng
- Syaren/tvOne
Tapteng, tvOnenews.com - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian meminta PLN menguji struktur bendungan PLTA Sipansihaporas pascabencana Tapteng, 25 November 2025 lalu.
Kasatgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatera itu ingin memastikan tidak ada gangguan akibat bencana yang terjadi.
Tito Karnavian menjelaskan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Sipansihaporas berkapasitas 50 Megawatt (MW) memiliki struktur yang kuat. Meski demikian, tetap diperlukan pengujian.
“Saya sudah koordinasi dengan PLN yang mengawasi PLTA ini, debit air cukup untuk mengeluarkan kapasitas watt yang sama, dan fungsinya adalah backup,” kata Tito Karnavian kepada wartawan di sela kunjungan, Sabtu (24/1/2026).
Menurut Tito, kunjungannya tersebut dilakukan untuk memastikan kebutuhan daya listrik pascabencana tetap terpenuhi.
Bencana di Sumut menyebabkan aliran air yang sangat deras, disertai kayu-kayu gelondongan dan lumpur yang menutupi sejumlah wilayah terdampak.
Kondisi itu berpotensi mengganggu operasional ketenagalistrikan, termasuk PLTA Sipansihaporas yang menjadi salah satu penopang pasokan listrik.
“PLTA Sipansihaporas ini fungsinya sebagai backup untuk menambah tenaga PLN ya, jaringan listrik untuk wilayah Sumatra," ujarnya.
Tito menjelaskan, meski dihadang bencana, struktur bendungan PLTA Sipansihaporas mampu bertahan dan tetap dapat membantu masyarakat yang berada di dataran yang lebih rendah.
Bila PLTA jebol, maka gelondongan kayu berpotensi menerjang wilayah di bawahnya, termasuk Tapanuli Tengah dan kawasan lain seperti Sibolga.
Tito juga mengapresiasi kerja keras berbagai pihak, khususnya jajaran TNI, sehingga kondisi di lokasi secara umum sudah dapat tertangani dengan bak.
Meski demikian, masih terdapat sisa gelondongan kayu dan sedimen yang perlu dibersihkan.
Tito menegaskan pentingnya dukungan dari pihak terkait, seperti Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia dan Dirut PLN Darmawan Prasodjo untuk memberi perhatian lebih terhadap wilayah tersebut.
“Tentunya dari Danantara juga, kita semua bekerja keras. Menteri PU juga mungkin perlu membantu, untuk kayunya ini Menteri Kehutanan, perlu kita clear-kan," katanya.
Sehingga daerah ini dapat berfungsi penuh, dan strukturnya bisa tetap terjaga.
"Kalau terjadi apa-apa lagi, strukturnya tetap kuat," Tito Karnavian menambahkan. (ssg/muu)
Load more