Mengenal Penyakit TB Ginjal yang Dialami Lucky Element Sebelum Meninggal Dunia, Ini Gejala dan Penanganannya
- Instagram @luckywidja
Jakarta, tvOnenews.com – Kabar duka datang dari dunia hiburan Tanah Air. Musisi Lucky Element dikabarkan meninggal dunia pada Minggu malam, 25 Januari 2026, di RS Halim, Jakarta. Kepergian Lucky Element mengejutkan publik, terutama setelah diketahui bahwa ia telah lama berjuang melawan penyakit TB ginjal sejak 2022.
Lucky Element, yang memiliki nama lengkap Lucky Widja, sebelumnya mengungkapkan kondisi kesehatannya melalui sebuah wawancara di kanal YouTube. Dalam pengakuannya, Lucky Element menyebut tuberkulosis yang dideritanya tidak hanya menyerang ginjal, tetapi juga seluruh saluran kemih.
“Gue kena namanya TB ginjal, tuberkulosis ginjal. Tuberkulosis di seluruh bagian bawah badan, ginjal, ureter, kandung kemih, uretra, kena semua,” ujar Lucky Element dalam pernyataannya.
Kondisi Lucky Element disebut menurun drastis karena terlambat menjalani cuci darah, hingga akhirnya mengalami sesak napas. Kasus Lucky Element ini pun membuka perhatian publik terhadap penyakit TB ginjal, yang selama ini kurang dikenal dibandingkan tuberkulosis paru.
Apa Itu TB Ginjal?
TB ginjal adalah infeksi ginjal yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis, yaitu bakteri yang sama penyebab tuberkulosis paru. Pada banyak kasus, bakteri tersebut menyebar dari paru-paru melalui aliran darah, lalu menginfeksi organ lain, termasuk ginjal dan saluran kemih.
Dalam dunia medis, kondisi ini sering disebut sebagai TB genitourinaria karena dapat menyerang beberapa organ sekaligus, seperti ginjal, ureter, kandung kemih, uretra, hingga organ reproduksi. Seperti yang dialami Lucky Element, infeksi TB ginjal bisa melibatkan hampir seluruh saluran kemih.
Infeksi biasanya bermula di bagian korteks ginjal dan perlahan menyebar ke bagian dalam ginjal. Jika tidak ditangani dengan baik, TB ginjal berisiko menyebabkan pembengkakan, kerusakan jaringan ginjal, hingga berujung pada gagal ginjal stadium akhir.
Seberapa Berbahaya TB Ginjal?
Kasus Lucky Element menunjukkan bahwa TB ginjal bukan penyakit ringan. Tanpa pengobatan yang tepat dan teratur, TB ginjal dapat menimbulkan komplikasi serius, antara lain:
-
Kerusakan permanen pada jaringan ginjal
-
Penurunan fungsi ginjal secara bertahap
-
Penyebaran infeksi ke kandung kemih dan organ lain
-
Risiko gagal ginjal yang memerlukan cuci darah rutin
Karena itu, deteksi dini menjadi kunci penting agar TB ginjal tidak berkembang menjadi kondisi yang mengancam nyawa seperti yang dialami Lucky Element.
Gejala TB Ginjal yang Perlu Diwaspadai
Gejala TB ginjal sering kali tidak khas dan muncul secara perlahan, sehingga kerap disalahartikan sebagai infeksi saluran kemih biasa. Beberapa gejala yang umum dialami penderita TB ginjal, termasuk seperti yang diungkap Lucky Element, antara lain:
-
Buang air kecil berdarah (hematuria)
-
Nyeri atau rasa panas saat buang air kecil
-
Frekuensi buang air kecil meningkat, termasuk di malam hari
-
Nyeri pinggang atau perut bagian bawah
-
Urine mengandung nanah, protein, atau sel darah putih
-
Gejala umum TB seperti demam, keringat malam, berat badan turun, batuk, dan tubuh lemas
Jika keluhan-keluhan tersebut berlangsung lama dan tidak membaik dengan pengobatan biasa, pemeriksaan lebih lanjut sangat dianjurkan untuk menyingkirkan kemungkinan TB ginjal.
Penanganan dan Pengobatan TB Ginjal
TB ginjal pada dasarnya dapat diobati, asalkan terdeteksi lebih awal dan pasien patuh menjalani terapi. Pengobatan standar menggunakan kombinasi antibiotik antituberkulosis, antara lain:
-
Fase awal (2 bulan): isoniazid, rifampisin, pyrazinamide, dan ethambutol
-
Fase lanjutan (4 bulan): isoniazid dan rifampisin
Total durasi pengobatan biasanya minimal enam bulan. Jika terjadi resistensi obat, terapi lini kedua dapat berlangsung hingga delapan bulan atau lebih. Pada pasien dengan kondisi tertentu, seperti HIV, dokter dapat menyesuaikan jenis obat yang digunakan.
Selain obat, pada kondisi berat seperti penyempitan saluran kemih, kerusakan ginjal berat, atau infeksi yang tidak merespons terapi, dokter dapat merekomendasikan tindakan operasi, termasuk perbaikan saluran kemih atau pengangkatan sebagian ginjal.
Pelajaran dari Kasus Lucky Element
Kisah Lucky Element menjadi pengingat penting bahwa tuberkulosis tidak hanya menyerang paru-paru, tetapi juga bisa mengenai ginjal dan organ lain. TB ginjal yang tidak terdeteksi sejak dini dapat berkembang menjadi gagal ginjal, bahkan berujung pada kematian.
Masyarakat diimbau untuk segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan jika mengalami gangguan berkemih yang berkepanjangan, nyeri pinggang, atau gejala TB lainnya. Kepatuhan menjalani pengobatan dan kontrol rutin juga sangat penting agar penyakit tidak semakin parah.
Kepergian Lucky Element menjadi duka bagi dunia musik Indonesia sekaligus peringatan akan bahaya TB ginjal yang kerap luput dari perhatian. Dengan pemahaman yang lebih baik, diharapkan masyarakat dapat lebih waspada dan segera mendapatkan penanganan yang tepat sebelum terlambat. (nsp)
Load more