Misteri Tewasnya Janda di Ponorogo: Luka Robek di Kepala dan Anak yang Menghilang dari Rumah
- Antara
Jakarta, tvOnenews.com - Kabar duka sekaligus mengerikan datang dari Desa Golan, Kecamatan Sukorejo, Kabupaten Ponorogo. Seorang janda bernama Nur Aini (55) ditemukan tidak bernyawa di dalam kediamannya pada Senin (26/1).
Pihak Kepolisian Resor (Polres) Ponorogo kini tengah bekerja keras mendalami kasus yang diduga kuat sebagai aksi pembunuhan ini.
Kasat Reskrim Polres Ponorogo, AKP Imam Mujali, mengungkapkan bahwa korban ditemukan pertama kali oleh warga sekitar.
Kecurigaan muncul setelah Nur Aini tidak terlihat keluar rumah sejak Minggu (25/1). Saat warga mengecek ke dalam, mereka mendapati korban sudah tergeletak dalam kondisi yang sangat memprihatinkan.
"Pemeriksaan awal menemukan adanya luka memar dan luka robek di bagian kepala yang mengeluarkan darah. Namun penyebab pasti kematian masih menunggu hasil autopsi," kata Imam.
Tim Inafis dan Satreskrim Polres Ponorogo langsung bergerak melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) secara mendalam.
Hasilnya, petugas mengamankan 23 barang bukti yang diduga berkaitan dengan peristiwa maut tersebut. Beberapa di antaranya meliputi gembok, potongan kayu, karpet, hingga sejumlah kain yang dipenuhi bercak darah.
Satu hal yang menjadi sorotan utama dalam kasus ini adalah keberadaan anak korban yang berinisial A.
Selama ini, korban diketahui tinggal berdua dengan anaknya tersebut. Namun, saat jasad Nur Aini ditemukan, sang anak justru menghilang dari rumah dan tidak bisa dihubungi hingga saat ini.
Meski tanda-tanda kekerasan terlihat jelas, pihak kepolisian masih bersikap hati-hati dalam menentukan status kasus ini.
"Saat ini kami masih melakukan penyelidikan dengan memeriksa sejumlah saksi serta keluarga korban. Kami belum bisa menyimpulkan apakah ini merupakan tindak pidana pembunuhan sebelum seluruh alat bukti dan hasil autopsi lengkap," ujarnya.
Guna mencari titik terang mengenai penyebab dan waktu pasti kematian korban, jenazah Nur Aini telah dievakuasi ke RSUD dr. Harjono Ponorogo untuk menjalani proses autopsi oleh tim forensik. (ant/dpi)
Load more