Profil Juda Agung, Eks Deputi Gubernur BI yang Kini Dijagokan Jadi Wakil Menteri Keuangan
- Dok. Bank Indonesia
Lebih sebelumnya, Juda pernah menjadi Direktur Eksekutif International Monetary Fund (IMF) di Washington DC pada periode 2017–2019. Penugasan tersebut memberinya pengalaman global dalam pengelolaan stabilitas keuangan internasional dan koordinasi kebijakan lintas negara.
Juda resmi diangkat sebagai Deputi Gubernur Bank Indonesia melalui Keputusan Presiden RI Nomor 147/P Tahun 2021 tertanggal 24 Desember 2021 dan dilantik pada 6 Januari 2022, dengan masa jabatan hingga 2027. Namun, ia memilih mengundurkan diri lebih awal, membuka ruang spekulasi mengenai penugasan strategis baru di pemerintahan, termasuk di Kementerian Keuangan.
Harta Kekayaan Juda Agung
Berdasarkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) periodik tahun pelaporan 2024 yang disampaikan pada 10 Maret 2025, Juda Agung tercatat memiliki total kekayaan sebesar Rp56,08 miliar.
Rincian harta kekayaan Juda Agung antara lain:
-
Tanah dan bangunan: Rp21,52 miliar
-
Alat transportasi dan mesin: Rp2,02 miliar
-
Surat berharga: Rp22,31 miliar
-
Kas dan setara kas: Rp11,88 miliar
-
Total utang: Rp1,65 miliar
Setelah dikurangi utang, nilai bersih kekayaan Juda Agung mencapai Rp56.084.744.920.
Menguat Jadi Kandidat Wamenkeu
Dengan rekam jejak panjang di Bank Indonesia, IMF, serta penguasaan isu makroekonomi dan stabilitas keuangan, Juda Agung dinilai memiliki modal kuat untuk mengisi posisi Wakil Menteri Keuangan. Apalagi, kekosongan jabatan tersebut muncul di tengah upaya pemerintah memperkuat koordinasi fiskal dan moneter guna menjaga stabilitas ekonomi nasional.
Masuknya Thomas Djiwandono sebagai Deputi Gubernur BI semakin memperkuat sinyal adanya rotasi strategis antara otoritas moneter dan fiskal. Kini, publik menanti keputusan resmi pemerintah terkait siapa yang akan dilantik sebagai Wakil Menteri Keuangan, dengan nama Juda Agung berada di jajaran terdepan kandidat terkuat. (nsp)
Load more